Jodoh Warisan Leluhur

Jodoh Warisan Leluhur
Bab 32


__ADS_3

Thalia masih menatap Ardi tidak percaya. Ia masih belum bisa memahami apa yang ada dipikiran Ardi saat ini. Thalia sendiri juga terindikasi mengalami Gamaphobia, hanya saja ia masih bisa mengatasinya sebelum gejalanya memburuk.


"Stop it please, aku mau pulang sekarang." pinta Thalia mengalihkan pandangannya keluar.


Ardi masih menatap Thalia, dia bukan tipe pria yang bisa menyerah begitu saja sebelum mendapatkan keinginannya.


"Kamu yakin?!"


Thalia tidak ingin menjawab pertanyaan Ardi dan memilih diam. Ardi akhirnya kembali menjalankan mobilnya. Mereka kembali diam sampai tiba di rumah Thalia.


"Aku jemput besok jam tujuh ok?!" kata Ardi sambil membukakan pintu mobil untuk Thalia.


"Hhm, terserah kamu aja. Tapi ingat apa pun yang bakal kamu lihat besok jangan kaget, jangan protes, dan jangan komentar apa pun!" Thalia mengingatkan Ardi karena besok semua yang ia lakukan akan sulit diterima nalar dan pemikiran orang modern seperti Ardi.


"Iya aku tahu, Vina dah cerita semuanya ke aku." jawab Ardi santai.


Thalia menatap Ardi sejenak, Vina benar-benar serius dengan ucapannya tempo hari. "Bagus deh kalo kamu dah tahu semua." 


Thalia berlalu meninggalkan Ardi yang masih menatap Thalia, berharap Thalia mau berbalik dan menatapnya kembali. 


Ardi mulai terpesona dengan sikap Thalia yang konsisten dan keras kepala. Tidak seperti wanita lain yang mendekatinya hanya karena materi dan ketampanan wajahnya saja.

__ADS_1


Vina dan Tante Alena mengenalkan Thalia padanya  dua minggu yang lalu tepat ketika acara ulang tahun Tante Alena. Vina memberikan foto Thalia pada Ardi, dan menceritakan detail kehidupan Thalia. Vina berpikir jika mereka berdua bisa saling mengisi kekosongan hidup masing-masing. 


Tante Alena juga menyetujui hal itu ia bahkan meminta langsung pada Profesor Budi agar melepaskan Ardi dan memberikannya pada Thalia sebagai pasien VVIP nya. Ia juga meminta persetujuan dari ibunda Thalia tentang niatnya menjodohkan Thalia dengan Ardi. Bisa dikatakan ini sebagai bargaining agreement antar investor. Perjodohan bisnis.


Awalnya Ardi ragu tapi setelah pertemuan pertamanya saat konseling, ia justru mulai jatuh hati pada Thalia. Ia merasa yakin Thalia bisa menyembuhkan fobianya. Ardi juga berniat untuk mendekati Thalia dan membawanya ke hubungan yang lebih serius, pernikahan.


Ponsel Thalia berdering, ia melihat ke layar ponselnya. Vina memanggil,


"Ya Vin, ada apa?"


"Aku udah dapet barangnya, besok aku jemput jam tujuh?!"


"Hhm, barang apa?"


"Eeh, serius ini! Astaghfirullah Vin, gue berasa dukun beneran ini!" 


"Lah emang iya kan? Baru nyadar kamu!"


"Iiish, sialan kamu Vin! Kenapa kemarin aku terima tawaran Tante, nyesel bener dah!"


Vina tertawa dari ujung telepon, "Well, penyesalan selalu datang terakhir kan?!"

__ADS_1


"Yeah, you're right … ok than see you tomorrow?!" 


"Tunggu, apa Ardi disana?" tanya Vina mengejutkan Thalia


"Ya, eh darimana kamu tahu dia disini? Jangan bilang kalo kamu yang sengaja ngatur semua ini Vin?" tanya Thalia penasaran.


Vina kembali tertawa, "Aku orang yang selalu menepati janjiku Thalia. Besok dia ikut juga kan? Aku butuh dia Thalia, I need investment from him! Jangan kacaukan rencana ku,ok?!" 


Thalia berbalik menatap Ardi yang masih setia berdiri disisi mobilnya.


"Aah, ya ok investasi ya? Baiklah, see you tomorrow. Bye!" 


"Vina, kirim salam buat kamu!" kata Thalia sedikit berbohong.


"Serius?!" Ardi rupanya mengetahui Thalia berbohong, ia berjalan mendekati Thalia membuat Thalia gugup.


Ardi semakin mendekatkan dirinya pada Thalia mengikis jarak antara mereka, lalu berbisik, "Aku tahu kamu bohong Thalia, jangan bikin aku penasaran atau kamu akan menyesal nantinya!" 


Ardi kembali menatap Thalia, merapikan anak rambut Thalia ke belakang telinganya. "Sampai ketemu besok dokter Thalia?!"


Thalia diam, ia masih tidak percaya dengan bisikan dan perlakuan Ardi yang baru saja dilakukannya. Ardi melambaikan tangan pada Thalia tentu saja dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Ya Allah sebegininya nasib saya?!


__ADS_2