KAU DAN AKU

KAU DAN AKU
BAB 77 - MALAM PERTAMA


__ADS_3

WARNING 21+


\=\=\=\=\=//////\=\=\=\=\=


Malam pun menjelang. Resepsi pernikahan telah berakhir. Yoan dan Dara kini berada di sebuah kamar hotel. Rencananya mereka akan menginap 3 malam di tempat itu.


Rasa canggung dan gugup menguasai keduanya. Mereka berdiri sambil saling melirik-lirik. Berada di satu kamar berduaan, membuat suasana terasa aneh.


"Sayang, ka-kamu mandi duluan saja." Ucap Yoan gugup.


"Mas saja duluan." Dara mempersilahkan.


"Kamu saja."


"Mas saja."


"Ya-ya sudah, begini saja. Kita mandi bersama saja, biar hemat waktu dan air." Saran Yoan sambil menggaruk tengkuknya. Hanya mengatakan hal seperti itu saja, otaknya mulai menjelajah.


Dara berjalan meraih kopernya dan membawa ke kamar mandi. Ucapan pria itu mulai menjerumus. Ia kan jadi malu.


"Sayang, lepas gaunnya di sini saja." Ucap Yoan ingin membantu. Dara akan kesulitan melepas gaun di kamar mandi.


"Aku bisa membantu melepas gaunmu. Dan melepas-lepas yang lain juga." Goda Yoan berusaha untuk bersikap santai saat mengatakannya.


Dara berhenti dan memelototi Yoan. Pria itu sangat genit sekali.


Setelah melihat Dara masuk kamar mandi. Yoan meraih ponselnya. Matanya terfokus pada layar ponsel.


'Oh... harus menyentuh bagian-bagian ini, agar bergairah.'


Yoan mengangguk-anggukkan kepala. Ia sedang menonton film se-x, sebagai gambaran untuk malam pertamanya ini. Di bagian-bagian mana saja yang membuat wanita melayang terbang. Ia tidak mau salah sentuh yang membuat Dara tidak puas.


Sementara Dara sedang bercermin di kamar mandi. Ia berkali-kali menghembuskan nafas. Ini malam pertama mereka, Yoan pasti meminta haknya sebagai suami malam ini.


'Aku pakai yang mana?'


Dara sudah selesai mandi dan hanya berbalut handuk. Ia bingung melihat kedua pakaian berbeda jenis yang kini di pegangnya.


Satu lingerie seksi kurang bahan atau baju tidur bertangan pendek.


Wanita itu tampak bingung sendiri. Jika ia keluar memakai pakaian kurang bahan itu, kesannya seperti ia yang menggoda suaminya duluan.


'Tidak bisa begitu!' Dara menggeleng pada lingerie seksi tersebut.


Ini malam pertama mereka. Jadi ia tidak boleh menjadi orang pertama yang menggoda. Biarkan suaminya itu saja yang memulai. Mungkin nanti setelah beberapa hari, ia boleh memakai pakaian kurang bahan itu.


Dara akan memilih memakai baju tidur tersebut. Dan tiba-tiba Dara merasa bingung kembali, saat melihat sesuatu.


'Pakai yang mana? Yang pink apa yang hitam?'

__ADS_1


Kali ini Dara bingung dengan kaca mata gantung yang akan dipakainya. Ia juga melihat beberapa celana segitiganya.


"Apa yang atas pink yang bawah hitam? Kalau yang atas hitam yang bawah pink? Atau atas bawah pink atau atas bawah hitam? Biar seragam gitu?" Dara bermonolog sendiri. Ia mendadak bingung memakai yang mana.


"Apa serba pink saja ya?" Kebetulan baju tidur Dara berwarna pink.


Dara mengangguk dan memakainya. Lalu ia bercermin sesaat. Memastikan baju tidurnya pas ditubuhnya.


'Nggak ada yang bolong kan?' Dara memeriksa baju tersebut. Malu dong jika baju yang dipakainya bolong.


Dara menghembuskan nafas panjang, lalu ia pun keluar dari kamar mandi.


"Su-sudah siap mandi?" tanya Yoan melihat Dara. Baju tidur Dara terlalu biasa.


'Kenapa dia tidak pakai pakaian yang banyak rongganya itu?' Yoan sempat berharap melihat Dara memakai pakaian itu. Pasti... wah wah dan wah.


'Mau pakai yang itu atau yang ini sama saja. Nantikan harus dibuka juga!' Yoan mengangguk-anggukkan kepalanya. Membayangkan istrinya yang polos tanpa pakaian.


Dara merasa aneh, Yoan senyum-senyum tak jelas.


"Baiklah. Aku mandi dulu. Kamu yang sabar ya, sayang." Yoan mengkedipkan sebelah matanya dan masuk ke kamar mandi. Sampai di dalam kamar mandi, ia menghembuskan nafas berkali-kali. Ia sangat gugup.


Sementara wajah Dara jadi memerah. Yoan menyuruhnya sabar, apa wajahnya seperti tidak sabaran.


Dara pun berjalan menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya. Ia juga menarik selimut dan memejamkan mata.


Saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka...


Dig


Dug


Perasaan Dara berdebar-bedar. Suaminya telah selesai mandi. Apa yang akan terjadi setelah ini? Apa mereka akan menyatu?


'Bagaimana ini? Bagaimana ini? Bagaimana ini?' ronta Dara mendadak gugup.


'Dia sudah tidur?!' Yoan yang baru keluar dari kamar mandi, melihat Dara yang berbaring di tempat tidur.


'Apa dia begitu kelelahan?' Yoan memandangi wajah sang istri. Mereka seharian menyalami tamu undangan.


Melihat Dara kelelahan, Yoan merasa tidak tega membangunkan Dara. Tapi, ini malam pertama mereka. Sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.


"Sayang..." Yoan membangunkan Dara. "Malam ini malam pertama kita. Ayo... kita buat sejarah yang indah." Bisik Yoan tepat di telinga Dara.


Dara tersedak mendengar bisikkan suaminya. Matanya terbuka lalu segera dipejamkan lagi.


"Sayang, kamu pura-pura tidur." Yoan tersenyum melihat Dara yang terpejam.


Yoan pun menciumi wajah Dara. Bukan hanya menciumi bahkan sengaja meniup wajah istrinya. Agar terbangun dari pura-pura tidurnya.

__ADS_1


"Mas!!!" Dara jadi membuka mata dan mengusap wajahnya yang kegelian.


Yoan mendaratkan bibirnya. Ia pun perlahan mulai menjelajah bibir seksi dan manis sang istri. Merasakan kembali rasa yang membuatnya kecanduan.


"Sayang, aku menginginkanmu! aku menginginkanmu sekarang!" Ungkap Yoan saat gairah timbul.


Dara menatap wajah suaminya dengan perasaan yang berdebar.


"Boleh?" tanya Yoan meminta izin. Ia tidak mau bergairah seorang diri atau istrinya merasa terpaksa melakukannya.


Ia ingin mereka melakukan hal bergairah tersebut dengan ikhlas dan tanpa paksaan.


\=\=\=\=\=\=


Wajah Dara merona malu, jantungnya berdetak kencang seperti akan keluar dari tempatnya. Ia kini sudah polos, pakaiannya sudah dilepas sang suami dan tah sudah berterbangan kemana.


Dengan nafas memburu, ia melihat suaminya yang membuka pakaian. Pandangannya teralihkan, saat melihat sesuatu yang menggantung. Yang membuat tubuh Dara rasanya panas dingin.


Dara menarik nafas saat tubuhnya berada di kungkungan suaminya. Ia bisa melihat dengan jelas wajah suaminya itu.


Tubuh Dara meriang, merasakan sentuhan hangat dan basah menjalar di wajah, leher lalu tubuhnya. Yoan menciumi wajah dan tubuhnya. Meninggalkan jejak-jejak cintanya.Tangan kekar itu juga memegang dan bermain di kedua aset kenyalnya.


Dara melayang merasakan sentuhan lembut sang suami. Sentuhan yang mulai membangkitkan gairah.


"Aku mencintaimu, Dara." Ungkap Yoan menatap wajah merona istrinya yang meminta dijelajahi segera.


"Mas..." lirih Dara berucap saat sesuatu memaksa masuk dari area bawahnya.


'Dara masih perawan!' Yoan tersenyum saat merasakan sulitnya mendobrak gawang tersebut.


"Sayang..." Yoan melihat air mata istrinya jatuh berlinang. Ia pun mencium bibir Dara dengan lembut. Membuat istrinya mulai melupakan kesakitannya.


Dara memeluk tubuh suaminya, merasakan sakit di area bawahnya. Milik suaminya sudah masuk di intinya.


Yoan mulai menggoyang tubuhnya membuat rasa sakit itu perlahan menjadi nikmat.


"Mas Yoan..." Ucap Dara mulai merasakan sensasi yang menggelitik di tubuhnya. Dan kemudian perlahan sensasi itu seperti setruman listrik yang membuat tubuhnya bergetar hebat.


"Dara... aku mencintaimu." Ungkap Yoan kembali di tengah penyatuan mereka. Penyatuan yang membuatnya keringat bercucuran.


"Aku suka kamu, Mas." Bisik Dara dengan wajah merona.


Mendengar pengakuan Dara, Yoan sangat bahagia. Ia pun makin bersemangat menggoyang tubuhnya naik turun. Membuat istrinya mende:sah panjang.


Malam itu, mereka pun saling menyatu dengan perasaan saling berdebar.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2