Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 100. Kecurigaan Ken


__ADS_3

Bab 100


Daniel kembali ke kamar tempatnya menginap. Dia tetap menjaga kewaspadaannya karena saat ini dia sedang berada di sarang musuh. Lampu kamar sengaja dia matikan meski dirinya tidak tidur. Mata dia menatap gelapnya langit-langit kamar. Pandangannya memicing saat melihat ada sedikit cahaya di dalam lampu. Lalu, dia pun berdiri menaiki kursi untuk menggapai bola lampu itu. Ternyata ada kamera tersembunyi di sana.


"Jangan-jangan aku sudah ketahuan sama mereka?" gumam Daniel berpikir keras.


'Apa yang harus aku lakukan sekarang? Pura-pura tidak tahu atau langsung menyerang?' batin suaminya Sandra.


'Eh, tidak ... tidak! Bisa-bisa aku nanti mati di tangan mereka. Aku tidak mau Sandra menjadi janda dan anakku menjadi yatim,' lanjut putra semata wayang dari pasangan Osama dan Diana.


Daniel pun kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur setelah merapikan kembali bola lampu yang dia bongkar tadi. Laki-laki itu sudah memikirkan keburukan yang akan terjadi kepada dirinya esok hari.


Takut besok handphone miliknya digeledah oleh orang-orang Black Eyes, dia segera mengirimkan beberapa foto yang diambil tadi. Orang yang dia percaya untuk menyimpan gambar-gambar yang dianggap penting itu adalah Sandra. Satu-satunya orang yang tidak akan pernah mengkhianati dirinya.


***

__ADS_1


Pagi-pagi sekali Daniel sudah bangun dan berlari pagi di pinggir pantai. Tujuannya adalah melihat-lihat keadaan pantai itu. Ternyata di dekat villa itu ada terdapat banyak terumbu karang dan selat untuk menyembunyikan kapal dagang mereka.


Daniel diam-diam merekam lewat handphone yang dia selipkan di saku baju yang kameranya mengarah ke depan. Dia merekam video itu untuk bukti dan mencari tahu di mana emas batangan itu berada.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya salah seorang laki-laki berdandan seperti seorang nelayan.


"Sedang lari pagi," jawab Daniel asal kemudian berlari menjauhi tempat itu.


Ken dari kejauhan memperhatikan Daniel. Dia ingin tahu siapa identitas asli dari laki-laki yang bernama Danielo atau dipanggil Dan.


"Siapa kamu sebenarnya? Apa tujuan kamu?" gumam Ken.


"Dan ke mana, sih? Aku ingin membuat sarapan dan makan bersama dengannya," ucap Maria sambil berjalan kesal.


"Aku akan cari ke sekitar pantai, siapa tahu dia ada di sana," gumam Maria dengan ringan.

__ADS_1


Wanita itu berjalan menelusuri pantai mencari keberadaan Daniel. Saat ini banyak orang yang berkumpul di sekitar pasar ikan. Karena para nelayan sudah kembali dari melaut dan langsung menjual ikan-ikan hasil tangkapan tadi malam di sana.


Seperti dugaan Maria kalau Daniel sedang berada di sana. Wanita itu menduga kalau sang pujaan hati sedang tawar menawar ikan. Maka dia pun berjalan menghampirinya.


"Dan, sedang apa? Apa kamu sedang menawar ikan?" tanya Marsha.


Daniel yang terkejut akan kedatangan Maria. Wanita itu tiba-tiba saja datang dan berdiri di dekatnya. Sebisa mungkin laki-laki itu tidak menunjukkan tindakan yang mencurigakan karena sedang mencari informasi.


"Iya, aku sedang cari cumi besar atau lobster, tetapi mereka tidak punya sepertinya. Aku akan mencari ke pedagang yang lain," jawab Daniel.


Keduanya pun pergi berkeliling mencari apa yang diinginkan oleh Daniel. Akhirnya Maria memborong banyak lobster. Mereka akan sarapan bersama di villa dan yang menjadi kokinya mereka berdua.


Setelah selesai sarapan Maria mengajak Daniel jalan-jalan naik boat mengelilingi pulau itu. Ken ikut serta untuk mengawasi Daniel. Pandangan laki-laki itu tidak pernah lepas dari sang target.


Sebenarnya Daniel tahu kalau dirinya terus diperhatikan setiap gerak-geriknya oleh bodyguard Maria. Hal ini membuat ruang gerak dia terbatas.

__ADS_1


***


Apakah Daniel akan bisa menemukan sisa emas batangan itu? Apa Ken akan tahu siapa identitas asli dari laki-laki yang disukai oleh majikannya? Ikuti terus kisah mereka, ya!


__ADS_2