
Bab 104
Daniel jujur saja terkejut dengan kejadian barusan Kenapa terjadi insiden helikopter meledak. Dia merasa kalau rencana yang sudah disusun dengan baik olehnya menjadi sia-sia.
"Kenapa Marco malah berbuat begini? Ini malah membuat mereka semakin waspada!" gumam Daniel yang merasa geram.
Putra semata wayang dari Osama itu ingin mendatangi anak buah ayahnya. Amarahnya menjadi tersulut karena mereka berbuat sesuatu tanpa memberi tahu kepada dirinya.
"Ada anak buah Gold Eagle di pulau ini!" teriak seseorang yang baru memasuki villa.
Daniel bisa mendengar dengan jelas suara derap langkah kaki yang nyaring menandakan ada banyak orang di sana. Maka dia pun berusaha untuk mempersiapkan diri dengan baik.
"Apa ini kebetulan?" Daniel merasa tenang kalau bukan anak buah Red Hair yang melakukan perbuatan itu.
Meski demikian dia tidak boleh lengah. Pastinya kelompok Black Eyes akan mengawasi setiap pergerakan yang ada di pulau itu.
"Aku sudah meminta bantuan ke pusat agar mengirimkan bantuan," ucap Maria lantang.
__ADS_1
Daniel bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang direncanakan oleh mereka. Dia memilih diam, mendengarkan, dan memikirkan apa yang harus dilakukan olehnya nanti.
"Sekarang anggota Black Eyes yang ada di sini sedang melakukan penelusuran seisi pulau. Orang-orang yang dianggap mencurigakan akan ditangkap. Jika orang itu terbukti sebagai musuh maka akan langsung dieksekusi!" lanjut Maria dan mendapatkan dukungan dari orang-orang di sana.
Saat ini Daniel berada di dalam kamar tamu yang kemarin dia gunakan. Dia sendiri merasa curiga, kenapa dirinya dibiarkan di sini ketika mereka membuat rencana.
"Apa ini hanya pancingan untukku. Siapa tahu mereka sedang menguji aku sebagai mata-mata atau bukan. Selama ini Ken selalu curiga kepadaku," ucap Daniel bermonolog.
Lewat jendela kaca, Daniel melihat keadaan di luar villa. Banyak sekali mobil terparkir di sana. Orang-orang berlalu lalang dengan cepat. Tentu saja senjata api tidak lepas dari badannya.
Daniel membuka handphone miliknya dan mengamati peta Pulau Coral ini. Dia mempelajari keadaan daratan dan lautan yang mengelilinginya. Ternyata, wilayah kekuasaan Black Eyes ini lautannya merupakan lautan agak dalam. Sehingga kapal bisa berlabuh dengan baik di balik-balik karang besar. Belum lagi ada beberapa gua yang terdapat di pinggiran laut.
"Di kawasan ini tempat tinggal dan ruang bawah tanah ini ada di sekitar jam 10 sampai 12." Daniel kembali melingkari tempat yang dia maksud.
Suami Sandra ini sedang memikirkan, kira-kira berada di mana gudang barang milik kelompok Black Eyes. Bisa saja di sana ada sisa emas batangan.
Saat Daniel sedang asyik mengamati peta di layar handphone miliknya, tiba-tiba pintu terbuka. Ada sosok Maria di sana. Wanita itu tersenyum kepadanya dengan sangat cantik.
__ADS_1
"Daniel, maaf, ya. Aku mengurung kamu di sini. Soalnya aku sedang kedatangan banyak tamu," ucap Maria dengan memasang wajah sendu.
"Tidak apa-apa. Aku juga baik-baik saja," balas Daniel dengan tersenyum tipis.
"Lalu, apa sudah ada kabar kenapa helikopter itu bisa meledak?" tanya Daniel dengan sopan seakan dia sangat mengkhawatirkan keadaan Maria.
"Entahlah. Aku belum mendapatkan petunjuk apa pun kecuali ada kelompok saingan bisnis papa. Dan mereka ingin menghabisi aku. Sepertinya identitas aku sebagai putri dari Peter sudah diketahui oleh banyak orang. Khususnya oleh musuh-musuh papa. Kalau dulu Alessio yang sering jadi incara. Sepertinya sekarang aku pun akan bernasib sama," jawab Maria.
"Izinkan aku melindungimu sampai kita kembali ke apartemen," ujar Daniel dengan tatapan tegas.
Maria langsung tersipu malu dan perasaannya melambung tinggi. Dia merasa sangat senang sekali mendengar ucapan dari laki-laki yang disukainya.
"Kenapa kamu ingin melindungi aku?" tanya Maria dengan tatapan penuh selidik.
"Karena aku tidak suka jika ada orang yang aku kenal mendapatkan perlakuan tidak adil. Hanya karena kamu anak Peter, kenapa mereka malah mengincar kamu," jawab Daniel.
Walau sebenarnya hal itu yang sedang dilakukan oleh Daniel kepada Maria. Memanfaatkan wanita ini untuk menghancurkan Peter dan kelompok Black Eyes.
__ADS_1
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga dan melindungi aku?" tanya Maria.
***