Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 77. Mengatur Strategi Penyerangan


__ADS_3

Bab 77


Malam hari pun tiba, Daniel sedang berlatih dengan Ryu. Jarak pandang laki-laki itu belum pulih. Jadi, dia belajar menggunakan senjata jarak dekat untuk melawan musuh dan bertahan dari serangan musuh. Keduanya berlatih menggunakan tangan kosong sampai memakai pedang dan tongkat.


"Aku kagum kepada Anda. Baru saja empat hari belajar sudah sangat banyak sekali kemajuan. Anda bukan orang sembarangan, ya?" Ryu tersenyum senang karena murid asuhnya bisa dengan cepat menguasai ilmu yang dia berikan.


"Ini juga berkaitan Anda dan Guru Fang yang memberikan pelajaran dengan mudah aku pahami," balas Daniel.


"Sebaiknya Anda segera kembali dan beristirahat karena nanti dini hari Guru Fang akan mengajari Anda ilmu yang lain. Sepertinya kali ini akan memerlukan kekuatan konsentrasi pada mata," kata Ryu.


Daniel berharap semua latihannya tidak sampai satu minggu. Dia merasa hatinya tidak tenang terus memikirkan Sandra dan buah hati mereka.


***


Sementara itu, Arthur sudah bersiap untuk memimpin anggota Black Eyes yang akan menyerbu kediaman keluarga Li. Mereka semua saat ini sedang berkumpul di markas Black Eyes.


"Ada beberapa jalan rahasia di rumah besar itu. Kita akan berbagi tugas karena pasukan yang akan ikut melakukan penyerbuan itu tidak begitu banyak. Sekitar 100 orang dan musuh kurang dari 50 orang. Meski begitu, kita tidak akan mudah masuk ke sana. Jadi, kita akan berbagi tugas," ucap Arthur sambil menunjukkan denah rumah milik Leon.

__ADS_1


Semua anggota Black Eyes mendengar dan memperhatikan apa yang sedang dijelaskan oleh Arthur. Mereka setidaknya tidak ingin mati di tangan anggota Red Hair.


"Ada tujuh pintu rahasia. Nanti jika kita berhasil masuk ke kawasan rumah Leon. Maka setiap pintu menuju jalan rahasia itu harus dijaga sekitar dua atau tiga orang. Yang lainnya bertarung melawan anggota Red Hair," lanjut Arthur.


Mereka pun mengangguk. Selain mereka menyerbu langsung, Arthur juga sudah menyiapkan sniper untuk berjaga-jaga. Malam ini adalah kesempatan emas untuk menjatuhkan kelompok Red Hair. Jika, Daniel marah dan mengerahkan seluruh anggota Red Hair maka itu akan memudahkan untuk menjebak mereka.


"Malam ini kita akan mulai bergerak jam delapan malam, lalu operasi penyerbuan sekitar jam satu dini hari," ucap Arthur setelah memberi tahu taktik yang akan mereka gunakan. 


***


Kedatangan perdana menteri itu tidak diketahui oleh pihak Black Eyes. Hal ini karena kedatangan mereka memang dirahasiakan dari publik.


"Jadi, sekarang kita harus bagaimana?" tanya anak buah Nikolas.


Laki-laki yang biasa selalu cepat tanggap dan bisa berpikir cepat langkah apa yang akan mereka lakukan, kini dia merasa buntu. Dahulu kelompok Black Eyes pernah bersinggungan dengan pihak pemerintah. Pertarungan sengit memperebutkan lahan tanah dan kapal api berisi berbagai senjata. Meski akhirnya dimenangkan oleh pihak Black Eyes karena rencana licik Peter yang menyandera putri hakim dan putri menteri pertahanan negara.


Setelah kejadian itu, segala hal yang berhubungan dengan Black Eyes selalu mereka awasi. Kejadian baru-baru ini juga menjadi sorotan pemerintah, yaitu emas batangan yang dimiliki oleh Peter. Pemerintah yakin kalau itu adalah emas batangan yang hilang dan membuat gempar seluruh negeri.

__ADS_1


"Jadi, apa yang akan kita lakukan? Akan terlalu mencolok jika kita datang ke sana dengan jumlah mobil yang banyak. Belum lagi pastinya akan terjadi baku tembak dan memancing mereka ke TKP," tanya salah seorang anggota Black Eyes.


Nikolas berpikir kalau mereka akan kesulitan bergerak dengan mengerahkan banyak orang. Jika, mereka mengerahkan sedikit anggota maka kemungkinan mereka yang akan habis. Mau bergerak dengan jumlah personil berapa pun tetap akan rugi bagi kelompok Black Eyes.


"Kita harus berani bertaruh. Untuk hasil akhirnya kita tak akan tahu, 'kan?" Salah seorang anggota Black Eyes bersuara.


Ini merupakan suatu pertaruhan besar. Jika berhasil akan mendapatkan keuntungan banyak. Namun, jika gagal maka akan mendapatkan kehancuran.


"Masih untung kalau kepergian kita ke sana menghasilkan apa yang kita inginkan. Bagaimana jika kita terlanjur ke sana dan berbuat kekacauan di sana memancing pihak keamanan negara, ternyata target tidak ditemukan," timpal anggota Black Eyes yang lain.


Terjadi perdebatan di antara anggota kelompok Black Eyes. Mereka memberikan ide, tetapi detik selanjutnya teman mereka akan memprotes dan menyebutkan kelemahan dari ide itu.


"Kita akan datang ke sana dengan cara berkelompok dalam jumlah sedikit. Kita pura-pura saja menyamar mau jadi apa pun itu. Yang penting kita bisa masuk ke dalam area apartemen Daniel terlebih dahulu," ucap Nikolas akhirnya.


***


Apakah operasi penyerbuan Arthur dan Nikolas akan berhasil atau malah membuat kehancuran bagi mereka? Ikuti terus kisah mereka, ya!

__ADS_1


__ADS_2