Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 40. Pertemuan


__ADS_3

Bab 40


Hari ini Daniel dan Sandra akan bertemu dengan Osama. Tempat pertemuan mereka adalah di makam Diana. Daniel tidak mau kalau sampai Sandra terlibat ke pertarungan antar kelompok mafia. Dia berharap kalau identitas sebagai menantu dari Osama tidak diketahui oleh publik. Orang-orang banyak mengenal Osama sebagai pengusaha dan ketua Mafia Red Hair. Di negara mereka seorang mafia merangkap menjadi pengusaha itu bukan sesuatu yang aneh.


Air mata Daniel tidak bisa ditahan saat melihat makam sang ibu. Kematian yang mendadak karena dibunuh oleh seseorang yang belakangan diketahui pelaku itu adalah Peter, meski sulit untuk dibuktikan karena tidak adanya bukti nyata.


"Ibumu cantik sekali," kata Sandra saat melihat foto Diana di sana.


"Ya. Dia wanita yang cantik dan juga baik," ucap Daniel memuji ibunya.


Tidak lama kemudian datang Osama bersama dengan Nathan dan dua orang anggota Red Hair. Nathan menjadi perantara pesan antara Daniel dengan Osama. Jika sesuatu yang penting diucapkan melalui telepon ada kemungkinan ada yang menyadap. Satu-satunya cara teraman adalah dengan mengirim utusan secara langsung, yaitu orang yang dapat dipercaya.


"Papa, apa kabar?" salam Sandra sambil memeluk tubuh Osama.


"Baik. Ternyata kamu lebih cantik aslinya dibandingkan dengan yang di foto," puji Osama dan membuat Sandra tersipu malu.


"Ternyata kamu pintar mencari pasangan hidup, seperti aku," kata Osama kepada Daniel diiringi tawa renyahnya.

__ADS_1


Di kompleks pemakaman itu ada sebuah bangunan. Ketiga orang itu menghabiskan waktu di sana. Sandra tadi membawa banyak makanan dari rumah. Mereka makan sambil berbincang-bincang.


"Jaga anak kalian baik-baik. Ini ada harta warisan dari leluhur yang diturunkan secara turun temurun. Gunakan jika kalian dalam keadaan darurat atau kepepet," kata Osama sambil mengeluarkan kotak yang berukuran sedang.


Daniel membuka kotak itu untuk melihat isinya. Di dalam sana banyak sekali perhiasan model era zaman kuno. Juga beberapa giok dengan warna dan bentuk yang berbeda.


"Leluhur kami adalah seorang jendral perang zaman Dinasti Ming. Ini hanya sebagian harta kecil yang saat itu dibagikan ke pada anak-anaknya. Keluarga kita tidak pernah mengeluarkan atau menjual harta itu. Jadi, isinya masih utuh seperti di bagikan ratusan tahun yang lalu," jelas Osama.


Daniel dan Sandra diam mendengarkan. Keduanya terkejut karena kotak itu mempunyai nilai sejarah juga. Jika dilihat dari bentuk kotak perhiasan, memang sudah sangat kuno


Daniel dan Sandra pun menerima dengan baik. Sebaliknya Daniel juga memberikan foto sang ibu saat belum meninggal dunia, milik dirinya. Dulu ibunya pernah mengatakan kalau selembar foto dirinya akan sangat berguna bagi dia suatu saat nanti. Lalu, sekarang adalah waktunya itu.


Osama menitikkan air mata kerinduan kepada mendiang sang istri. Sudah puluhan tahun mereka berpisah, tetapi wajah, senyuman, dan suaranya masih bisa dia bayangkan.


Hari sudah menjelang sore. Daniel dan Sandra pun pulang setelah mendengar banyak kisah tentang Osama dan Diana di masa muda.


Dalam perjalanan pulang Daniel merasakan perasaan menekan. Dia pun memperhatikan keadaan di jalan yang sedang mereka lalui. 

__ADS_1


'Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba ada perasan tidak tenang dan takut yang menyusup dalam perasaanku?' batin Daniel.


Laki-laki itu tidak melihat ada kendaraan yang membuntuti mereka. Namun, dia merasa semakin gelisah, entah karena apa.


"Ada apa? Apa ada musuh?" tanya Sandra sambil menatap suaminya.


"Aku merasakan adanya bahaya, tetapi tidak terlihat adanya musuh di dekat kita," jawab Daniel.


"Kalau begitu bisa saja musuh saat ini sedang mengincar kita dari jarak yang sangat jauh. Jadi, tidak kelihatan," ucap Sandra.


Otak wanita ini menjadi lebih tajam setelah sering berbaur dan mendengarkan Daniel dan teman-temannya ketika sedang membahas sesuatu. Dia juga sedikit paham akan dunia masa lalu suaminya. Juga kegigihan Daniel untuk keluar dari dunia gelap itu.


Daniel pun membenarkan ucapan Sandra. Dia saat ini tidak tahu akan muncul serangan lawan dari arah mana.


***


Apakah terbukti akan adanya serangan musuh? Ikuti terus kisah mereka, ya!

__ADS_1


__ADS_2