Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 26. Perusahaan Peter Mulai Goyah


__ADS_3

Bab 26


Jantung Daniel berdetak kencang bahkan dia tanpa sadar menahan napas agar keberadaannya tidak diketahui oleh Damian. Semakin dekat jarak mereka laki-laki itu mempersiapkan diri jika terjadi perkelahian nanti.


Damian dan Arthur saling melirik sejenak dan mengangguk. Mereka menyadari kalau ada sesuatu yang tidak beres di ruangan itu saat ini. Keduanya sama-sama memegang pistol dan waspada dengan keadaan di sekitar mereka.


"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" 


Tiba-tiba kepala pelayan membuka pintu ruang kerja dan melihat kedua anak tuannya sedang memegang pistol. Tentu saja ini membuat dia juga harus waspada, jangan sampai ditembak oleh Damian atau Arthur.


Damian menurunkan lalu menyimpan senjata api miliknya di salah satu bagian baju. Begitu juga dengan Arthur melakukan hal yang sama.


"Kenapa kamu masuk ke sini? Ada perlu apa?" tanya Damian sambil menatap sinis.


"Aku mendapat telepon dari Pak Leon dan disuruh untuk mengambil beberapa berkas yang tertinggal," jawab kepala pelayan sambil mengacungkan tangan yang memegang handphone dan menunjuk ke arah bufet.


Daniel bisa bernapas sejenak. Dia melihat Damian dan Arthur memperhatikan gerak-gerik kepala pelayan yang mengambil sebuah map. 


"Oh, iya. Bagaimana caranya Anda berdua bisa masuk ke sini? Sedangkan kunci ruangan ini dipegang oleh Tuan Leon dan satu lagi ada padaku," tanya kepala pelayan dengan tatapan penuh selidik kepada dua orang di depannya.


Damian dan Arthur tentu saja gugup dan tidak menyangka akan kedatangan kepala pelayan ke ruangan ini. Mereka mendapatkan kunci ruang kerja ini dari hasil duplikat, dahulu Damian mengambil kunci milik Jimmy Li secara diam-diam.

__ADS_1


"Sepertinya Kakak lupa mengunci pintu. Ini kami juga baru masuk ke sini mau membicarakan sesuatu yang penting. Aku lupa kalau kakak sudah pergi ke kantor," jawab Damian dengan santai menutupi kegugupannya.


Kepala pelayan sebenarnya tidak percaya begitu saja. Sudah jelas tadi kedua orang itu memegang pistol, pastinya sedang merencanakan sesuatu. Namun, dia pura-pura saja tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan tadi di ruangan itu, lalu meminta keduanya untuk keluar, kemudian pintu pun dikunci dari luar.


Daniel keluar dari persembunyiannya. Lalu, dia pun berjalan ke arah rak penyimpanan berkas. Matanya tertuju kepada sebuah berkas yang tadi diletakkan di atas meja oleh Arthur. Lalu, laki-laki itu membuka dan membaca isi berkas itu.


"Apa? Jadi Damian dan Arthur bukan anak biologis dari Tuan Jimmy Li!" Mata Daniel terbelalak setelah mengetahui rahasia ini.


Kini Daniel paham kenapa kekayaan keluarga Li banyak dijatuhkan kepada Sandra. Ini dikarenakan Sandra adalah seorang ahli waris yang sah dari keluarga Li.


"Pantas saja mereka tega bergabung dengan kelompok Black Eyes dan merugikan perusahaan Li dengan menghancurkan pabrik," gumam Daniel.


'Apa jangan-jangan salah satu dari keduanya mengetahui kebenaran ini lalu membunuh Tuan Jimmy?' batin Daniel sambil memasukan berkas penting itu ke dalam saku jasnya.


***


Setelah hampir dua jam mengadakan rapat akhirnya mereka pun mendatangani kontra kerja sama. Mereka bertekad bahwa perusahaan itu akan menjadi penguasa pemasaran di negara ini.


"Nathan, tolong cari tahu tentang ini," kata Daniel sambil menyerahkan selembar kertas yang bertuliskan nama sebuah rumah sakit. 


"Ini ...." Nathan mengerutkan alis.

__ADS_1


Daniel pun memerintahkan Nathan untuk kembali merentas rekaman cctv di ruang rawat tempat Tuan Jimmy Li dahulu dirawat. Dia yakin kalau ada kejadian yang mengakibatkan kematian tuannya.


***


Peter melemparkan sebuah laporan kepada asistennya. Dia marah karena beberapa bisnisnya mengalami kemerosotan dalam pendapatan dibandingkan bulan sebelumnya. Sudah dua bulan ini perusahaan mereka mengalami penurunan.


"Bagaimana bisa ini terjadi?" tanya Peter dengan penuh amarah.


"Maaf, Tuan. Sepertinya bukan hanya perusahaan kita saja yang mengalami kerugian selama dua bulan ini. Sepertinya ini efek dari krisis ekonomi global," jawab sang asisten.


Peter tidak mau peduli dengan keadaan perekonomian dunia. Bagi dia setiap orang yang bekerja kepadanya harus bisa memberikan keuntungan. Dia sudah terjun ke dunia bisnis sejak masih muda dan belum pernah mengalami kerugian. Namun, sekarang dua bulan berturut-turut dia mengalami hal ini.


"Selidiki jika ada yang berani berbuat curang kepadaku. Maka habisi saja mereka begitu juga dengan perusahaannya!" perintah Peter.


"Baik, Tuan!"


Seorang laki-laki tua yang sejak tadi duduk di sofa akhirnya tertawa terkekeh. Dia melihat rekan bisnisnya dalam keadaan kesal dan kecewa.


"Sudah aku bilang, jangan remehkan orang baru itu. Dia handal dalam mengelola perusahaannya. Laki-laki bernama Daniel Hao, itu orang yang sangat menarik dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang hebat. Baru beberapa bulan menjabat sebagai CEO dia sudah berhasil menaikan nilai saham Perusahaan Qing dan hasil produksi mereka sudah merajai pasar negeri ini. Lihat saja kalau seperti ini terus tidak ada kemungkinan perusahaan itu akan mengembangkan sayapnya ke pasar global di beberapa negara," ucapnya dan Peter semakin tidak suka.


"Siapa itu Daniel Hao? Aku harus mencari tahu tentangnya lebih banyak lagi," gumam Peter.

__ADS_1


Banyak orang yang tidak tahu kalau Daniel adalah anak Osama ketua kelompok Mafia Red Hair. Sebenarnya warna rambut Daniel itu merah seperti ayahnya, tetapi Daniel mengganti warna rambutnya dengan hitam untuk menutupi ciri khas yang ada pada dirinya.


***


__ADS_2