
Pintu ruang operasi terbuka terlihat seorang dokter keluar dari sana. Sandra dan Dina langsung berdiri lalu menghampiri laki-laki berseragam biru yang sedang membuka maskara serta penutup kepala.
"Dokter bagaimana keadaan suami aku?" tanya Sandra.
Dokter itu menatap Sandra dengan menelisik dari atas sampai bawah. Laki-laki itu pun menundukkan kepalanya sebagai tanda penghormatan untuk istri dari Daniel.
"Semoga saja Tuan Daniel segera siuman," jawab dokter itu dengan lirih.
Mendengar jawaban dari dokter yang sudah menangani operasi suaminya takut terjadi sesuatu kepadanya. Tubuh Sandra langsung terasa lemas dan hampir saja jatuh jika tidak ada Dina yang memeganginya.
"Nona jangan khawatir, karena Tuan Daniel memiliki ketahanan tubuh yang sangat kuat. Dia juga memiliki imun yang sangat hebat sehingga tidak mudah sakit. Selain itu jika terluka akan cepat sembuh," ujar dokter.
__ADS_1
Sandra membenarkan ucapan dokter barusan, karena suaminya itu memang jarang sakit dan saat terluka pun hanya membutuhkan waktu beberapa hari dalam masa pemulihan. Meski begitu, tetap saja dia merasa tidak tenang. Wanita ini ingin melihat sendiri kalau suaminya benar-benar dalam keadaan baik-baik saja. Mengingat banyak sekali tembakan yang mengenai tubuhnya.
Bab 47
Sementara itu, di ruangan operasi Dilan para tim medis sedang dalam keadaan panik karena detak jantung laki-laki itu berhenti. Mereka beberapa kali memberikan kejutan listrik pada dada Dilan, tetapi tidak ada reaksi apa pun lagi pada tubuh itu. Peluru yang bersarang tepat di jantung dan hatinya yang membuat laki-laki itu menghembuskan napas terakhirnya. Tubuh sahabat Daniel ini memang mendapatkan banyak luka dan tepat mengenai organ vital.
"Pasien bernama Dilan Gu dinyatakan meninggal pada tanggal 21 Juni 2023 jam 15:15 menit," ucap dokter yang memimpin jalannya operasi.
Dokter bagaimana dengan keadaan suami saya?" tanya Dina dengan tatapan harap-harap cemas. Tentu saja dia berharap kalau operasi Dilan berjalan lancar.
"Maafkan kami, Nyonya. Kami sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan nyawa Tuan Dilan. Namun, takdir berkata lain. Jantung dan hatinya mengalami rusak parah. Inilah penyebab utama suami Anda meninggal," jawab dokter itu.
__ADS_1
Tubuh Dina limbung, untung salah seorang tim medis langsung memenuhi tubuhnya. Wanita itu tidak bisa mendengar apa-apa lagi setelah mengetahui kabar kematian suaminya. Bahkan penjelasan dari dokter tadi pun tidak dia dengar.
Dina merasa tubuhnya melayang tidak bertenaga. Pandangan terlihat mengabur dan suara di sekitar mendasak menjadi hening. Sampai semua terasa gelap dan dingin bagi wanita itu.
Kini bukan hanya Sandra yang berbaring tidak sadarkan diri di atas brankar. Dina pun sama keadaannya. Kedua perempuan itu ditempatkan di ruang yang sama.
Sindy duduk di samping putrinya. Dia merasa iba dan ikut sedih melihat kedua wanita yang sedang hamil itu terbaring lemah karena shock dengan keadaan suami mereka masing-masing. Daniel masih belum sadarkan diri dan Dilan meninggal dunia. Nasib menantunya juga belum pasti jika besok belum sadar juga ada memungkinkan terjadi koma.
"Oh, Tuhan. Aku mohon selamatkan menantuku. Aku tidak akan sanggup melihat Sandra yang akan terpuruk nanti jika Daniel meninggal," gumam Sindy dengan sepenuh hati memohon dalam doanya.
***
__ADS_1
Apakah Daniel akan sadar atau malah koma? Ikuti terus kisah mereka, ya!