Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 62. Pertarungan Anak Buah Dua Kelompok Mafia


__ADS_3

Hari Sabtu ini sengaja Daniel mengajak Sandra untuk jalan-jalan ke pantai. Sesuai janji dia kepada istrinya untuk memberikan kenangan terindah sebelum pergi ke Pegunungan Mugen. Kedua orang itu berjalan di pinggir pantai, sehingga ombak menyapu kaki mereka. Sandra tertawa saat mencipratkan air laut ke arah Daniel. Laki-laki itu tidak bisa menghindarinya.


Perasaan Daniel merasa sakit, bahkan serangan mendadak istrinya yang seperti ini pun tidak bisa dia hindari. Meski mulut tertawa, tetapi hatinya terluka. Bukan karena Sandra melainkan karena insting dan gerak refleks dia sangat lemah sampai tidak menyadarinya.


"Ayo, balas aku!" ucap Sandra sambil terus menyerang Daniel dengan air laut.


"Jangan sampai nanti kamu merengek nangis jika seluruh pakaian kamu basah," balas Daniel yang masih mencoba menghindari serangan Sandra.


Wanita hamil itu tertawa terkekeh saat melihat suaminya kewalahan oleh serangan dia. Sandra merasa sangat bahagia jika bersama Daniel. Laki-laki itu mengajarkan kepada dirinya, untuk bahagia itu sebenarnya sangat mudah. Tidak perlu barang mewah atau pergi ke tempat yang bangunannya mewah.


Jika sepasang insan saling mencintai dan ingin merajut asa, maka salah satunya dengan menghabiskan waktu bersama. Tidak perlu pergi ke tempat mahal, asalkan tempat itu bisa membuat kita nyaman maka akan terasa bahagia.


Meski sekarang Daniel sudah memiliki banyak uang, tetapi dia tidak membiarkan Sandra untuk hidup berfoya-foya. Laki-laki itu selalu menekankan hidup yang sederhana dan cukup, jangan berlebihan.


"Daniel!" teriak Sandra saat sang suami tiba-tiba saja menggendong ala bridal style.


Daniel tertawa bahagia saat sang istri memeluk erat lehernya karena takut jatuh. Dia pun memberikan ciuman di kening, pipi, dan bibir ranum milik Sandra.

__ADS_1


Kedua sejoli itu tidak tahu kalau di belakang mereka ada beberapa orang terlibat perkelahian. Mereka adalah mata-mata yang dikirim oleh pihak kelompok Black Eyes dengan bodyguard Daniel yang dikirim oleh Osama untuk melindungi anak dan menantunya.


Ada sekitar lima orang yang bertarung dia area parkir mobil yang ada di dekat pantai. Kubu Red Hair ada tiga orang dan sisanya dari kelompok Black Eyes. Mereka masih baku hantam. Saling memukul dan menendang sebagai upaya serangan untuk menjatuhkan lawan.


Kenapa mereka tidak menggunakan pistol untuk menyerang lawannya dalam pertarungan kali ini? Hal itu karena banyak polisi yang berkeliaran di sana. Sepertinya mereka juga sedang ada pertemuan di kawasan itu. Orang-orang itu tidak menggunakan peredam suara pada pistol miliknya. Jika terdengar satu letusan peluru maka akan memancing para aparat kepolisian itu.


Muka mereka berlima sudah pada memar semua. Namun, wajah anak buah Black Eyes sungguh sangat mengenaskan. Bahkan darah keluar dari mulut, hidung, dan luka yang ada di pelipisnya.


"Kalian datang ke sini untuk mengganggu Tuan Daniel? Jangan harap bisa melakukan itu!" ucap anak buah Red Hair sambil menonjok muka lawannya.


Laki-laki bertubuh kurus itu mengerang kesakitan karena tulang hidungnya patah. Banyak sekali darah yang keluar dari hidung dan mulutnya. Ternyata gigi depan orang itu sampai copot saking kerasnya pukulan dia.


Kasihan sekali orang itu, mendapatkan serangan dari dua orang sampai sekarat. Dia tidak sadarkan diri, hanya bagian perut dan terlihat bergerak lemah yang menandakan kalau masih hidup.


"Kalian jangan kira bisa menumbangkan kelompok kami," ucap anak buah Red Hair.


"Kita kirim mereka ke markas kelompok Black Eyes sebagai contoh kalau berani berbuat macam-macam pada kelompok kita," kata yang lainnya.

__ADS_1


"Benar. Aku sudah memanggil sopir taksi dan mereka akan di kirim ke kantor pusat milik perusahaan Peter. Siapa tahu dengan seperti itu akan heboh dan memberikan penilaian buruk terhadap perusahaan itu," ujar yang lainnya.


Maka kedua anak buah Black Eyes itu dikirimkan ke kantor perusahaan milik Peter. Namun, sebelumnya senjata mereka di ambil. Lumayan untuk menambah senjata.


***


Tukang taksi itu memanggil salah beberapa orang yang kebetulan sedang berjalan di depan pintu kaca putar di gedung perusahaan milik Ketua Kelompok Black Eyes, Peter. Betapa terkejutnya orang-orang di sana saat melihat ada dua orang laki-laki dalam keadaan sekarat dan penuh darah. Apalagi para perempuan saat melihat itu, mereka teriak-teriak histeris.


Penjaga keamanan di kantor perusahaan milik Peter, melihat keadaan dua orang itu. Sungguh sangat kasihan dan segera saja dia menghubungi ambulans.


"Ada apa ini?" tanya Peter begitu berjalan ke arah pintu masuk.


"Tuan Peter!" panggil semua orang karena terkejut.


Seseorang yang tadi membantu menurunkan kedua tubuh itu pun bercerita apa yang terjadi tadi. Mendengar hal itu tentu saja Peter marah. Dia merasa terhina dengan kelakuan anak buah kelompok Red Hair.


"Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kirim balik bingkisan cantik ke perusahaan milik Daniel dan Osama!" perintah Peter.

__ADS_1


***


Apa isi bingkisan cantik itu? Apakah Daniel dan Sandra akan bisa menghabiskan waktu berdua sesuai dengan rencana mereka? Ikuti terus kisah mereka, ya!


__ADS_2