Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 72. Anak-Anak Peter


__ADS_3

Bab 72


Marco masih belum bisa tidur. Dia sedang membaca laporan susulan yang diberikan oleh orang suruhannya. Data ketiga wanita yang pernah melahirkan anak-anak Peter kini sudah berada di tangannya. Namun, data tenang anak-anak laki-laki itu baru sedikit informasi tentang si kembar. Sementara yang dua orang lainnya sudah lumayan banyak informasi tentang mereka.


Para wanita Peter sangat lihai menutupi hubungan mereka dengan ketua Black Eyes. Rata-rata para wanita yang merupakan istri atau selingkuhan orang-orang penting di suatu kelompok organisasi dunia bawah, memang pandai menjaga diri dan tidak diketahui oleh banyak orang akan hubungan spesial mereka. Bahkan identitas si anak akan benar-benar dirahasiakan.


"Maria ... wanita yang menarik," gumam Marco sambil memandangi foto wanita tersebut. Dia adalah putri Peter yang terlahir dari istri sah dalam pernikahannya.


"Aku penasaran dengan identitas si kembar. Kenapa sangat sedikit informasi tentang mereka? Apakah Peter benar-benar sudah berhasil melenyapkan anaknya sendiri?" lanjut Marco yang melihat foto usang yang menampilkan dua bayi yang sedang digendong oleh seorang perempuan.


"Kenapa hatiku berkata kalau mereka berdua masih hidup? Tapi, tidak ada informasi apa pun tentang mereka," lanjut Marco sambil menahan kekesalannya.


***


Pagi-pagi Sandra sudah menghubungi Daniel. Rasa rindu wanita hamil itu sudah tidak bisa dibendung lagi. Padahal mereka berpisah baru satu hari, tetapi wanita itu merasa sudah sangat lama.

__ADS_1


"Latihan yang rajin, tapi waktu istirahat juga harus diperhatikan," ucap Sandra setelah satu jam melepas rindu kepada suaminya.


"Iya. Terima kasih untuk dukungan dan doa yang selalu kamu berikan kepadaku. Rasanya aku ingin cepat-cepat menyelesaikan semua ini, agar aku bisa pulang dan memeluk kamu juga calon bayi kita," balas Daniel.


Pasang suami istri itu harus mengakhiri pembicaraan mereka karena Daniel harus memulai latihan pagi. Laki-laki itu mengawali harinya dengan mood yang penuh semangat. Dia mengikuti Ryu ke arah halaman kediaman Guru Fang. Di sana Daniel disuruh bermeditasi seorang diri. Maka suaminya Sandra ini memilih duduk di bawah pohon berdaun rindang.


"Latih kepekaan semua panca indera Anda di sini. Tidak akan ada yang mengganggu. Kecuali setelah aku datang bersama guru nanti," ucap Ryu.


"Saat ini Guru Fang sedang berada di mana?" tanya Daniel begitu duduk di atas tikar.


"Kenapa tidak kalian satukan saja latihan aku bersama mereka?" tanya Daniel tidak mengerti.


"Ada dua alasan kenapa guru memisahkan pelatihan terhadap Anda. Pertama, Anda adalah orang baru dan pemahaman ilmu yang diberikan juga sudah sangat berbeda jauh. Kedua, Anda memiliki kemampuan yang hebat dan mudah dalam memahami sesuatu juga mempraktekkan itu semua. Jelas ini membutuhkan pengawasan dan perhatian dari guru. Anda bukan orang biasa rupanya," jawab Ryu.


Daniel pun mulai duduk di bawah pohon dengan mata terpejam. Udara segar, bunyi gemerisik dedaunan, suara hewan hutan yang tiada henti bunyi. Laki-laki itu berusaha untuk fokus dengan apa yang diperintahkan oleh Ryu tadi. Laki-laki itu menyuruh merasakan hawa kehadiran hewan-hewan itu.

__ADS_1


'Bagaimana caranya mengetahui keberadaan hewan atau makhluk yang bergerak, jika semua yang ada di sini mengusik diriku?' batin Daniel yang masih memejamkan mata.


'Fokus Daniel! Semakin cepat aku menguasai hal ini maka akan semakin cepat pula aku bisa pulang menemui Sandra dan anakku,,' lanjut Daniel dalam hatinya.


Daniel mencoba melatih kepekaan pendengaran terlebih dahulu. Laki-laki itu fokus dengan suara-suara yang jelas yang ada di sekitar dirinya. Dia bisa mendengar adanya suara burung yang ada di atas pohon di mana dia sedang duduk di bawahnya.


'Burung? Aku bisa merasakan kehadiran hewan itu. Bahkan sekarang aku bisa menebak hewannya ada lebih dari satu,' batin Daniel antusias sangat bahagia sekali dengan kemajuan ini.


Daniel tidak tahu kalau dirinya sudah duduk lebih dari empat jam. Dia fokus dengan mempertajam panca indera.


'Sekarang aku baru sadar ternyata semua panca indera aku mengalami masalah serius. Pendengar aku tidak sampai ke teras rumah, padahal tidak sampai 10 meter jaraknya. Aku hanya bisa mendengar bunyi suara yang berjarak dekat,' batin Daniel.


***


Latihan Daniel setiap hari ada kemajuan, akankah laki-laki itu berhasil dengan pelatihan yang semakin ditingkatkan kesulitannya? Ikuti terus kisah mereka, ya?

__ADS_1


__ADS_2