
Bab 114
Markas Black Eyes terlihat sepi, tetapi bukan berarti tidak ada siapa-siapa di sana. Justru taktik seperti ini yang harus di waspadai. Terlihat seolah musuh dalam keadaan lemah atau tidak bersiap bertempur, padahal mereka sedang bersiaga melancarkan serangan.
Daniel melihat keadaan sekitar, dia sedang mencari tahu keberadaan musuh yang sudah menembak drone miliknya tadi. Bangunan markas yang tinggi seperti bangunan tua di zaman awal abad ke-20 membuat dia sulit mengetahui di ruangan mana musuh berada.
Boom!
Terdengar jauh di belakang terdengar suara ledakan bom. Bertanda di mulainya pertempuran. Tidak lama kemudian terdengar suara tembakan saling bersahutan.
Daniel pun berjalan berjongkok melihat ke beberapa ruangan lewat kaca jendela. Dia melubangi kaca dengan alat lalu membuka kunci agar mereka bisa masuk lewat jendela. Kebanyakan mereka masuk ke dalam bangunan dengan cara menyusup dengan diam-diam. Ada juga yang masuk secara frontal dengan meledakan pintu masuk.
Dor! Dor!
Begitu melihat ada musuh Daniel langsung menembak mereka dan mati di tempat. Kewaspadaan mereka tidak boleh melonggar karena saat ini mereka sedang berada di dalam wilayah kekuasaan musuh yang tidak diketahui seluk beluknya. Bisa saja bangunan ini seperti kebanyakan bangunan di markas Red Hair yang memasang banyak jebakan. Salah injak lantai saja bisa jatuh ke dalam lubang jebakan dan mati tertusuk besi yang runcing ujungnya. Atau salah menginjak anak tangga yang akan berubah jadi perosotan dan jatuh di mana lantai akan terbuka dan masuk ke dalam kotak jebakan. Atau dinding yang bisa berputar untuk jalur pintas ke ruangan lain.
"Tetap hati-hati!" Daniel memberi peringatan kepada semua anak buahnya lewat earphone.
Melihat ada bagian lantai yang mencurigakan, Daniel melemparkan sebuah guci hiasan ke sana dan benar saja, Peter pun memasang jebakan di markasnya. Melihat itu semua anggota Red Hair semakin berhati-hati.
Drrrrrt! Drrrrrt!
"Aaaaa! Berlindung!"
Terdengar suara berondongan peluru yang menghujani kelompok Daniel. Untungnya mereka menggunakan baju anti peluru full body untuk melindungi dari serangan tembakan. Mereka bisa kalah jika ditembak di bagian kepala.
__ADS_1
Dor! Dor!"
Anggota Red Hair memberikan serangan balasan. Mereka kini menemukan di mana letak tempat anggota Black Eyes yang bersembunyi dan melakukan serangan secara sembunyi-sembunyi.
Daniel menggunakan kedua pistol untuk menyerang musuh. Dia harus membunuh musuh dengan satu peluru tiap orangnya. Jangan sampai melakukan serangan yang sia-sia.
Dor! Dor! Dor!
DOR! DOR! DOR!
Kini baku tembak terjadi di antara Daniel dan anggota Black Eyes. Tidak hanya dari pihak musuh yang mati, dari kelompok Red Hair juga ada yang sudah menjadi korban mati.
Suara keras, bau mesiu, ruangan yang dipenuhi oleh asap dan teriakan kesakitan dari keluar dari mulut orang yang terkena tembakan.
***
Duar!
Beberapa mobil milik anggota Black Eyes kehilangan kendali lajunya karena serangan mendadak itu. Ada dua kendaraan barakuda yang terguling dan penumpang langsung keluar. Namun, para sniper Red Hair yang berada di titik tertinggi dalam radius dua kilometer menembaki mereka sampai bergelimpangan.
"Serangan sniper. Berlindung!" teriak Alessio yang langsung berlari bersembunyi di balik pohon yang ada di pinggir jalan.
Semua anggota yang Black Eyes yang masih selamat berlari melindungi diri dari serangan tembakan peluru. Sementara kendaraan yang selamat dari tembakan bazoka tetap melanjutkan perjalanan ke markas Red Hair.
Duar! Duar!
__ADS_1
Tanpa diduga mereka juga menggunakan bazoka untuk menghancurkan pintu gerbang. Nikolas yang melakukan tembakan itu. Pintu gerbang pun langsung rusak setelah mendapatkan dua kali serangan. Tentu saja ini mempermudah semua anggota Black Eyes masuk ke wilayah markas Red Hair.
Duar! Duar!
Marco pun kembali menembakkan kembali bazoka ke arah kendaraan yang masuk ke halaman depan. Namun, sopir mereka begitu lihat dalam mengemudikan kendaraannya. Dari sekian banyak mobil dan barakuda, hanya ada dua mobil yang terkena efek tembakan itu.
"Kalian semua, bersiaplah!" perintah Marco yang kemudian memasang masker wajah untuk melindungi pernapasan dan penglihatannya.
Area depan bangunan markas sudah dipenuhi dengan asap debu dan asap ledakan dari bazoka tadi. Hal ini tentu mengakibatkan jarak pandang semakin terbatas dan udara menjadi kotor.
Dor! Dor! Dor!
DOR! DOR! DOR!
"Serang!" teriak Nikolas memberi aba-aba dan para anggota Black Eyes langsung melancarkan serangannya ke arah bangunan gedung.
"Lakukan serangan balik!" teriak Marco.
Beberapa anak buah Red Hair langsung memberikan serangan balik kepada orang-orang yang tergabung di kelompok Black Eyes. Bau anyir darah, bau mesiu, atau erangan kesakitan.
***
Jangan lupa like, komentar, dan nonton iklan, ya. Baca juga karya terbaru aku ini, Ya! Sudah up 5 bab untuk hari ini.
__ADS_1