
Bab 27
Daniel meminta Leon untuk menempatkan beberapa orang di bekas reruntuhan pabrik yang dulu di bom. Saat dia ditanya oleh mertuanya untuk apa melakukan hal itu, dia bingung menjawabnya.
"Kumohon Tuan. Ini demi keluarga Li! Hanya Tuan yang bisa memerintahkan orang-orang untuk melakukan hal itu," pinta Daniel yang mulai melihat adanya pergerakan dari kelompok Black Eyes yang mulai mengintai bekas pabrik itu.
Dia menerima laporan dari Dilan jika orang-orang sedang membicarakan menurunnya nilai saham Perusahaan BEP milik Peter. Namun, mereka bilang kalau perusahaan milik ketua kelompok itu tidak akan pernah habis meski oleh 10 generasi, karena memiliki harta yang melimpah. Setelah diselidiki oleh Nathan total kekayaan milik Peter masih di bawah keluarga Li, meski beda tipis.
Akan tetapi, melihat sikap mertuanya ini membuat Daniel kesal. Jika tidak sayang sama istri dan calon anaknya, sudah lama dia pergi. Toh, Tuan Jimmy Li yang jadi tempat dia mengabdi juga sudah tidak ada lagi. Laki-laki itu sudah kembali merendahkan dirinya agar apa yang dimiliki oleh mantan Tuannya dan diberikan kepada Sandra itu tidak jatuh kepada orang-orang yang serakah.
"Memang ada sesuatu di sana yang mengharuskan aku melindungi dan menjaga tempat itu?" tanya Leon dengan nada sarkas.
Laki-laki setengah paruh baya itu sering dibuat kesal oleh menantunya ini. Belakangan perusahaan mereka jadi saingan setelah perusahaan milik Daniel mengembangkan sayap pemasaran ke negeri tetangga dan produknya bersaingan dengan produk buatan perusahaan keluarga Li.
"Apa Tuan tidak pernah berpikir kenapa pabrik itu di bom tidak dalam waktu bersamaan meledaknya. Itu karena orang yang memasang bom tidak ingin banyak korban jiwa atas kejadian itu. Bom meledak setiap berselang 30 menit sekali itu untuk memberi waktu orang-orang untuk menyelamatkan diri. Kalau aku jadi penjahatnya dan berniat menghancurkan keluarga Li, sudah pasti akan mengebom kantor pusat sampai rata dan pabrik terbesar milik keluarga Li yang banyak membuat hasil produksi untuk penjualannya. Lalu kenapa hanya pabrik kecil di pinggir kota yang mereka incar? Jawabnya adalah karena di sana ada sesuatu yang penting yang ingin mereka miliki di tempat itu," jawab Daniel dengan tegas dan jelas. Orang seperti Leon itu lebih mengedepankan sesuatu yang logis menurut pikirannya.
__ADS_1
"Ada sesuatu yang ingin mereka miliki?" gumam Leon berpikir kemudian dia paham maksud Daniel itu apa.
"Lalu, apa yang ingin mereka dapatkan di reruntuhan pabrik itu?" tanya Leon.
"Aku rasa di sana ada harta karun yang terpendam," jawab Daniel sambil mengangkat kedua bahunya.
"Apa? Harta Karun?" pekik Leon tidak percaya.
Daniel ingat kalau Peter memerintahkan anak buahnya untuk bergerak cepat dan melakukan penggalian di titik yang sudah ditentukan olehnya. Saat itu dia sudah meminta pihak kepolisian untuk berjaga-jaga di reruntuhan pabrik, karena akan ada beberapa orang yang akan merusak tempat kejadian perkara. Tentu pihak polisi mau membantu untuk melakukan penjagaan. Namun, itu hanya berlaku selama 3 bulan, setelahnya para polisi enggan menjaga dan kebetulan pabrik itu akan dibangun kembali.
***
Dalam perjalanan pulang mobil Daniel di buntuti oleh beberapa mobil dan motor. Dia tahu siapa mereka karena ada mobil yang sangat dia kenali dari dulu.
"Marco kayaknya tidak akan berhenti mengejar aku sampai aku menyerah dan mau memegang ketua Red Hair," gumam Daniel sambil menarik tuas dan menginjak gas agar kendaraan dia melaju dengan sangat cepat. Ternyata dua motor yang tadi membuntutinya juga melajukan kendaraannya dengan ngebut. Maka terjadilah aksi kejar-kejaran di jalan raya pusat ibu kota. Suami dari Sandra itu memikirkan apa yang sebaiknya dia lakukan sekarang agar terlepas dari kejaran anak buah ayahnya.
__ADS_1
"Lihat saja kalau aku sampai mengalami kecelakaan, akan aku hantui mereka semua sampai mati!" Daniel mengancam dalam kekesalannya.
Lalu, Daniel meminta bantuan Dilan dan anak buahnya untuk mengecoh orang-orang yang mengejarnya. Dia sengaja mengarahkan laju mobilnya ke pinggir kota. Sekalian mau melihat reruntuhan pabrik Li.
Senyum suami dari Sandra ini langsung terukir saat dirinya berhasil lolos dari kejaran anak buah ayahnya. Lalu, dia pun memerintahkan Nathan untuk menemuinya di reruntuhan bekas pabrik Li.
Kini Daniel sudah berdiri di depan bekas reruntuhan. Lalu, dia mengeluarkan kertas informasi yang dulu dia curi saat acara ulang tahun Peter di Dream Island. Kertas itu dibentangkan di kap mobil dan meletakan foto usang secara berjajar di sana.
"Akan aku cari di mana harta karun itu. Siapa yang akan cepat mendapatkannya. Aku? Leon? atau Peter?"
Mata Daniel yang tajam melihat ke sekeliling area. Pistol juga sudah dia siapkan. Bahkan alat peledak juga sudah dia siapkan di dalam mobil. Nanti dia tinggal cari di mana titik harta karun itu, lalu dia akan hancurkan bekas puing-puing ini agar dia mudah melakukan penggalian.
"Akan aku pastikan kalau aku adalah orang yang paling dulu mendapat harta ini," ucap Daniel.
Tanpa Daniel sadari kalau ada Damian dan Arthur di sisi seberang sedang melakukan hal yang sama seperti dirinya. Mencari harta karun yang diminta oleh Peter.
__ADS_1
***