Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 53. Kebenaran Yang Baru Diketahui


__ADS_3

Bab 53


Daniel menghubungi nomor Dilan tetapi tidak terhubung. Lalu, menghubungi nomor milik Nathan tidak di angkat. Dia pun akhirnya menghubungi salah seorang teman yang sering ikut membantu mereka jika sedang memerlukan tenaganya.


"Halo, Tom. Aku ingin minta bantuanmu. Apa kamu bisa?" tanya Daniel.


"Hai, Daniel. Akhirnya masa berkabung kamu sudah selesai juga. Aku tidak menyangka kalau kematian Dilan membuat kamu sangat terpuruk sampai tidak melakukan pergerakan apa pun. Padahal di luar sana musuhmu sedang gencar-gencarnya melakukan serangan balik terhadap semua usaha milikmu," jawab Tom.


"Masa berkabung? Maksud kamu apa?" tanya Daniel heran karena Tom bukan tipe orang yang suka menjahili dirinya. Berbeda dengan Dilan dan Nathan yang kadang suka menggoda dia. Apalagi jika itu berhubungan dengan Sandra.


"Hei, ada apa denganmu? Apa gara-gara kematian Dilan kamu sampai depresi seperti ini dan ingatan kamu kacau?" Tom belum sadar jika Daniel belum mengetahui kematian sahabatnya itu.


"Kamatian Dilan? Mak–sud kamu kalau Dilan sudah me–ninggal. Jawab aku!" pekik Daniel dengan terbata-bata.

__ADS_1


"Iya, Dilan sudah meninggal lebih dari  seminggu yang lalu," tukas Tom dengan lirih.


Mendengar kabar kematian Dilan tentu saja membuat Daniel shock. Kenapa tidak ada yang memberi tahu dirinya akan hal ini. Tubuh laki-laki itu langsung lemas dan handphone yang sedang dipegangnya pun terjatuh. Dia tidak menyangka rekan selama puluhan tahun semenjak mereka masih remaja kini sudah meninggalkan dirinya.


Sandra keluar dari kamar mandi. Dia mendekat dan duduk di samping Daniel. Wanita itu pun memeluk dengan penuh rasa sayang. Belum menyadari adanya perubahan dari raut wajah laki-laki itu.


"Eh, kok, handphone aku ada di sini?" Sandra mengambil benda pipih itu lalu menyimpan di atas nakas kembali. 


"Daniel, sebaiknya kamu tidur. Ingat apa kata dokter! Kami harus banyak beristirahat agar segera bisa pulih lagi," ujar Sandra sambil mengelus wajahnya yang mulai ditumbuhi bulu di rahangnya. 


Harus Daniel akui kalau Dilan merupakan orang paling loyal dan penting dalam hidupnya. Laki-laki itu juga selalu melindungi orang-orang yang berharga untuk dirinya.


Daniel tiba-tiba saja bangkit dari ranjangnya. Tentu saja itu membuat Sandra terkejut. 

__ADS_1


"Daniel, kamu mau ke mana? Semua orang sedang mengkhawatirkan dirimu!" Sandra menyusul Daniel yang jalannya setengah berlari.


Begitu pintu di buka ada dua orang penjaga dari kelompok Red Hair. Daniel bisa tahu mereka karena menggunakan tanda pengenal sesuai divisi masing-masing.


"Tuan Daniel, Anda mau ke mana?" teriak salah seorang anak buah Red Hair atas suruhan Marco.


Mereka berdua pun bisa menghalangi langkah Daniel. Meski laki-laki itu menyuruhnya untuk menyingkir, tetap saja mereka tidak mau beranjak. Tentu saja ini membuat suaminya Sandra mengamuk.


"Daniel tunggu!" Sandra meraih tangan suaminya.


"Aku bunuh kalian semua jika ada yang berani menghalangi aku!" teriak Daniel dan itu membuat Sandra sangat terkejut, karena dia juga sejak tadi ikut terus berusaha menahan laki-laki itu agar tidak pergi.


***

__ADS_1


Apakah Daniel akan marah kepada semua yang menyembunyikan kematian Dilan darinya? Ikuti terus kisah mereka, ya!


__ADS_2