Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 36. Kisah Masa Lalu Osama


__ADS_3

Bab 36


Waktu pun berlalu dengan cepat, Daniel sudah satu minggu mendapatkan perawatan. Kondisi dia pun sudah pulih, entah obat apa yang diberikan oleh dokter untuknya. Luka bekas tembakan dan luka-luka lainnya cepat sembuh. Saat ini dia dibawa ke markas kelompok Red Hair. 


"Papa ingin kamu mengambil alih ketua kelompok Red Hair," ucap Osama ketidak dia dan Daniel duduk berdua di kamarnya.


"Maaf, Pa. Aku tetap pada pendirian aku. Sampai kapan pun aku tidak mau lagi hidup di dunia gelap seperti kalian. Aku ingin hidup tenang dan bahagia," balas Daniel dengan tegas.


Osama dan Daniel itu seperti air dan minyak. Banyak hal yang menjadi perbedaan dalam cara hidup mereka. Hanya satu hal yang sama, yaitu ingin hidup bersama wanita yang dicintainya.


Dulu Osama membawa Diana, ke dunia gelap di mana dia menggeluti kehidupannya. Sementara itu, Daniel ingin membawa Sandra menjauh dari dunia gelap di mana dia berasal. Laki-laki ini ingin hidup bahagia seperti wanita itu, baginya Sandra itu tahu bagaimana cara menikmati hidup dan dia pun ikut terbawa arusnya.


"Apa kamu tidak ingin menjaga dan melindungi orang-orangku dari musuh-musuhku?" tanya Osama dengan geram.


"Serahkan saja posisi ketua kepada Marco. Dia orang yang tepat untuk menduduki jabatan itu," jawab Daniel dengan santai.


Kedua laki-laki berbeda generasi itu saling beradu pandang dengan tajam. Tidak ada yang mau mengalah, sama-sama keras kepala.


"Asal kamu tahu berapa banyak anak buahku yang mati demi mamamu dan dirimu sejak masih dalam perut," ujar laki-laki tua itu kembali mengingat masa lalu.


"Itu karena mama bernasib sial menjadi wanita yang sangat dicintai oleh Papa yang merupakan seorang ketua kelompok mafia. Jika Papa tidak mencintai mama, maka hidupnya akan tenang tidak dibayang-bayangi dengan ketakutan," tukas Daniel mengejek.


Osama memijat kening yang sudah banyak kerutan. Dia berpikir kalau sekarang dia harus menceritakan siapa ibunya itu sebenarnya.


"Apa kamu tahu kalau mamamu itu adalah cucu dari orang yang sudah membunuh kedua orang tuaku? Apakah akan mudah bagi orang untuk mencintai putri dari keturunan pembunuh orang tuamu?" tanya Osama sambil menatap putra semata wayangnya.

__ADS_1


Daniel yang tidak tahu apa-apa akan kisah masa lalu keluarganya, cukup terkejut mendengar berita ini. Tidak pernah terpikirkan sedikit pun tentang ini.


"Diana adalah putri dari pasangan jaksa dan pengacara dan kakeknya seorang hakim. Keluarga Diana telah membuat kedua orang tuaku mati di tiang gantungan atas tuduhan palsu. Aku pun menjadi yatim piatu di saat usia masih belia. Aku hidup di jalanan dan sering merasakan kelaparan. Sampai akhirnya aku bisa berubah menjadi orang yang kuat dan punya pengikut. Ini karena aku banyak menolong orang-orang yang senasib dengan diriku. Kejamnya dunia membuat aku harus menjadi orang yang cerdik dan kuat. Otak cerdas aku gunakan untuk berbisnis lalu membangun sebuah perusahaan dan mengembangkan sampai ke tahap ini," aku Osama.


Siapa yang tahu ternyata benang takdir mempertemukan Osama dengan Diana dan keduanya saling jatuh cinta meski usia mereka terpaut jauh. Diana adalah orang pertama yang menyatakan cinta kepada Osama, tanpa tahu sisi kelam kehidupannya. Perasaan wanita itu tulus untuknya.


"Kakek ibumu itu termasuk hakim yang mudah di suap dan aku tidak suka itu. Maka aku pun menjadikan semua orangku agar menjadi orang yang berguna dan memiliki kemampuan hebat untuk melawan musihku. Selain itu mereka juga bersedia mempertaruhkan nyawa untukku dan keluargaku," lanjut Osama.


Daniel terdiam mendengarkan cerita ayahnya. Selama ini laki-laki tua itu tidak pernah bercerita. Tidak ada seorang pun yang memberi tahu kehidupan kedua orang tuanya.


"Yang membuat aku merasa miris adalah Kakek dan kedua orang tua Diana tidak pernah mengusut kasus yang menimpa dirinya. Apa kamu tahu kalau ibumu itu adalah korban pemerkosaan yang dilakukan oleh rekan kakeknya sendiri. Saat aku tahu dia pernah jadi korban, seketika itu juga langsung mendatangi pelaku dan membunuhnya. Dari situlah perseteruan aku dengan Peter dimulai," tambah Osama.


"Apa Peter itu keluarga orang yang sudah berbuat jahat kepada mama?" tanya Daniel.


"Ya, ayahnya Peter adalah pelaku itu. Aku membunuhnya di depan dia dan ibunya. Gara-gara kejadian itu ibunya jadi gila dan bunuh diri," jawab Osama.


"Jika kamu ingin memutus rantai balas dendam ini, maka kamu harus memusnahkan kelompok Black Eyes," ujar Osama.


"Tidak. Papa pikir aku akan mau melakukan hal ini. Sampai kapan pun yang namanya balas dendam tidak ada berkesudahan, kecuali orang itu mengikhlaskan. Maka rantai itu akan putus. Dan aku adalah orang yang akan memutus rantai itu dengan cara ini," tukas Daniel.


Osama terdiam, ada rasa tidak setuju dengan pilihan putranya. Dia ingin Peter merasakan hidupnya hancur saat sesuatu yang dia jaga sebaik-baiknya itu menghilang dan lepas darinya.


"Aku akan membuat kelompok Black Eyes menghilangkan dengan cara lain," lanjut Daniel.


"Apa kamu tahu kalau kelompok Peter sudah mulai mengincar istri dan calon bayimu?" tanya Osama.

__ADS_1


Daniel terkejut kenapa ayahnya sampai tahu tentang istri dan calon bayinya. Padahal selama ini tidak ada yang tahu kecuali keluarga Li.


"Dari mana Papa tahu itu?" tanya Daniel dengan tatapan penuh curiga.


Osama hanya tersenyum tipis. Dia tidak mau memberi tahu dari mana dia mendapatkan semua informasi ini.


***


Leon menatap tajam kepada Damian dan Arthur yang kini sedang berdiri didepannya sambil menodongkan pistol ke arahnya. Laki-laki itu tidak menyangka kalau orang yang berstatus adiknya ini berani melakukan semua itu.


"Jadi, benar kamu yang membunuh ayah?" tanya Leon lagi.


"Iya. Ini semua juga karena kesalahannya," jawab Arthur dengan tatapan penuh amarah.


Laki-laki itu selalu merasa kesal dan marah jika sudah berhadapan dengan kakaknya ini. Rasa sakit yang harus selalu mengalah kepadanya dan dibanding-bandingkan dengan dirinya, merasa dia menjadi manusia yang lemah dan tidak berguna.


"Kamu benar-benar tidak punya hati. Sudah membunuh orang yang sudah merawat dan membesarkan dirimu padahal kamu bukan darah dagingnya," ujar Leon dengan sinis.


"Maksud Kak Leon apa?" tanya Damian dengan wajah heran dan terkejut.


"Oh, jadi kamu belum tahu kalau Arthur dan kamu bukan anak biologis ayah," jawab Leon dengan senyum miring.


"Apa? Bagaimana bisa itu terjadi? Kamu tidak berbohong, 'kan?" Damian semakin murka kepada kakak sulungnya.


***

__ADS_1


Siapa yang menjadi informan Osama? Bagaimana hubungan Leon dengan kedua adiknya kedepannya? Ikuti terus kisah mereka.



__ADS_2