Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 21. Kenapa Sandra Menjadi Ahli Waris


__ADS_3

Bab 21


Kini Daniel sudah mengantongi beberapa data tentang anggota Black Eyes yang kemarin hadir di pesta ulang tahun Peter. Sekarang dia menargetkan para pengusaha yang merupakan bagian dari kelompok mereka untuk diambil alih. Seperti dahulu orang-orang itu mengambil perusahaan dengan cara curang dan sangat merugikan bagi pemilik perusahaan yang sengaja dibuat kolaps oleh rekannya. 


"Ternyata benar Damian dan Arthur merupakan anggota elit kelompok Black Eyes. Tapi, mana mungkin aku akan menghancurkan perusahaan Li. Jadi, apa yang harus perbuat kepada mereka," kata Daniel bermonolog sambil membaca dokumen yang baru saja dia terima dari Nathan.


"Kamu tidak perlu mengambil alih perusahaan Li. Toh, nanti juga itu perusahaan akan menjadi milik anak kamu," ujar Nathan sambil tertawa terkekeh dan membuat Daniel mendelikan matanya.


Daniel membenarkan ucapan temannya ini. Dia tidak perlu merebut atau menghancurkan perusahaan yang akan diwariskan kepada anaknya nanti. Senyum Daniel tiba-tiba terukir karena mengingat Sandra yang berubah banyak sekarang. Apalagi semenjak dia hamil jadi semakin posesif dan agresif kepadanya. Wanita itu bahkan langsung mengambil cuti kuliah karena tidak mau jauh-jauh darinya. Selain itu dia juga takut kalau musuh yang mengincar keluarga Li nekad berbuat jahat kepada sang istri.


"Daniel, aku ingin makan sop iga dan siomay," kata Sandra yang duduk di sofa dekat jendela agak jauh dari Daniel sehingga tidak begitu jelas mendengar pembicaraan kedua lelaki itu.


"Oke, Nona. Minumannya ingin apa?" tanya Daniel sambil mengeluarkan handphone.


"Milk shake," jawab Sandra setengah berteriak.


Daniel pun memesankan menu makanan dan minuman sesuai keinginan sang istri. Nathan hanya bisa tersenyum tipis melihat rekannya. Perbuatan Daniel jadi seperti ini pun harus dia apresiasi sebagai tanda sayang kepada wanita yang sedang hamil anaknya.


"Kamu sekarang jauh dengan dirimu yang dulu," ucap Nathan dan mendapat delikkan dari Daniel.

__ADS_1


***


Ternyata sangat sulit untuk mengincar perusahaan milik para anggota elit Black Eyes. Kekuatan keuangan dan pemasaran mereka sangat kuat. Daniel bahkan sering begadang sekarang meski bekerja di apartemennya. 


"Kalau seperti ini aku harus kerja sama dengan pengusaha lain, tidak akan bisa kalau hanya dengan perusahaan milikku saja," gumam Daniel setelah melihat perkembangan milik beberapa perusahaan milik musuhnya.


"Apa Leon mau diajak kerja sama untuk melawan mereka?" tanya Daniel sambil bergumam


Meski Sandra sedang hamil anaknya, tidak mengubah sikap Leon dan Sindy kepadanya. Kedua mertuanya itu masih saja memandang remeh kepadanya. Bagaimana kalau nanti dia minta bantuan dari mereka, pastinya akan semakin dihina.


***


"Kenapa kamu selalu membuat aku kecewa dan menderita? Kenapa selalu saja Leon yang kamu perhatikan dan mendapat dukungan penuh darimu? Bukannya kita semua sama-sama anak kamu?" Arthur memberondong Tuan Jimmy Li dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.


Tuan Jimmy Li menatap wajah putra keduanya dengan datar. Justru selama ini dia yang selalu sabar dalam menghadapi anak-anaknya.


"Katakan Ayah! Kenapa semua harta keluarga Li meski diberikan kepada Sandra begitu besar, sedangkan kepada kami hanya sisanya saja?" tanya Arthur dengan melengking.


"Karena Sandra adalah ahli waris keluarga Li. Jadi, dia yang berhak untuk mendapatkan semua kekayaan milikku. Seharusnya kamu bersyukur aku masih memberikan sedikit hartaku untukmu," jawab Tuan Jimmy Li dengan suaranya yang lemah.

__ADS_1


Arthur masih tidak terima dengan keputusan ayahnya itu. Setidaknya harta itu dibagi menjadi tiga sesuai dengan jumlah anak di keluarga Li. Sementara Sandra hanyalah cucu dari keluarga Li dan menurutnya bisa dapat harta dari Leon selaku ayah kandungnya.


"Bukannya orang tua itu mewariskan harta kepada anak-anaknya setelah itu baru ke cucunya. Maka seharusnya kami bertiga 'lah ahli waris keluarga Li. Tapi, kenapa Ayah malah mengutamakan Sandra dibandingkan dengan kami yang merupakan anak-anak ayah?" tanya Arthur lagi dengan tatapan mata tajam.


Terlihat mata Tuan Jimmy Li berkaca-kaca. Ada keraguan dari pancaran netranya untuk melanjutkan ucapannya. Padahal selama ini dia sudah berusaha untuk membiarkan itu semua. Namun, saat ini putra kedua keluarga Li malah memancing emosinya.


"Kamu ingin tahu kenapa aku menjadikan Sandra sebagai ahli waris?" tanya Tuan Jimmy Li balik.


Arthur menganggukkan kepala. Ini yang menjadi rasa penasaran dia dan saudara-saudaranya selama ini.


"Karena kamu dan Damian bukan darah dagingku. Kalian terlahir dari hasil perselingkuhan istriku," jawab Tuan Jimmy Li.


Bagaikan terkena sambaran petir tubuh Arthur diam kaku. Dia mendadak mati rasa dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Bohong. Itu semua pasti bohong, 'kan?" tanya Arthur dengan suaranya yang bergetar seperti tubuhnya yang terlihat tremor.


"Aku tidak bohong. Jika kamu merasa penasaran lakukan saja tes DNA sekarang juga. Karena aku juga sudah melakukan itu lebih dari belasan kali untuk meyakinkan diriku sendiri," jawab Tuan Jimmy Li sambil menatap sendu ke arah putra keduanya.


***

__ADS_1


__ADS_2