
Bab 59
Marco sekarang bisa menyimpulkan kalau keadaan Daniel sedang ada masalah. Padahal dulu Alex sering membanggakan anak didiknya sekaligus tuannya ini. Kemampuan Daniel sejak kecil sudah terlihat, baik dalam bertarung maupun menggunakan senjata.
"Apa ada masalah dengan insting kamu saat ini?" tanya Marco.
"Aku rasa begitu. Aku menyadari ini saat mendapatkan serangan tiba-tiba, tetapi aku tidak bisa merasakan ancaman dari lawan. Begitu juga saat seseorang yang datang menghampiri diriku. Aku tidak menyadarinya sampai dia berbicara kepadaku," jawab Daniel dengan lesu.
Mendengar pengakuan tuan mudanya ini, membuat Marco terkejut.
Laki-laki itu tidak menyangka kalau calon pemimpin mereka kehilangan hal dasar seorang yang bergelut di dunia bawah yang kejam. Dia menduga banyaknya luka pada tubuh Daniel dan berakibat hampir meninggal itu menjadi salah satu penyebabnya.
"Apa ini efek samping dari obat yang sering kalian berikan kepadaku?" tanya Daniel lebih lanjut, sambil memperhatikan ekspresi wajah Marco.
Asisten Osama itu tersentak. Selama ini Marco baik-baik saja setelah mengkonsumsi obat itu saat terluka. Jika memang gara-gara obat itu, maka dirinya juga akan kehilangan insting tajam miliknya. Namun, selama ini insting dia asih tajam. Bisa tahu akan mendapatkan serangan musuh atau keadaan tempat itu baik atau buruk bagi dirinya.
"Sebaiknya kita lakukan pengecekan ulang kondisi tubuh dan syaraf-syaraf yang ada pada semua tubuhmu," ujar Marco.
"Baiklah. Aku harus pulang. Sandra sedang menungguku," kata Daniel lalu beranjak dari ruangan itu.
"Hah … giliran aku yang tidak bisa tidur," gumam Marco sambil melihat kepergian Daniel.
***
Wanita yang akan bekerja sebagai asisten rumah tangga di apartemen Daniel, datang saat pemilik sedang sarapan pagi. Daniel, Sandra, dan Dina menatap wanita setelah paruh baya itu.
__ADS_1
"Tuan Daniel!" Wanita itu menyalami dengan penuh semangat.
"Lisa?" Daniel terkejut saat melihat pembantu yang dulu bekerja di rumahnya dengan pemanpilan jauh berbeda.
"Iya, Tuan. Ini aku, Lisa! Senang sekali bisa kembali melayani majikan kecilku yang kini sudah dewasa," lanjut Lisa.
Sandra dan Dina saling melirik. Kedua wanita itu cukup terkejut dengan kedatangan seorang perempuan berbadan montok yang pemanpilannya kayak orang yang sedang cosplay Barbie. Sangat lucu, tetapi menjijikan jika melihat wajahnya yang sudah tua.
"Aku juga senang bisa melihat dirimu lagi," balas Daniel.
Mereka pun saling memperkenalkan diri satu sama lain. Lisa begitu antusias saat mengetahui tuan yang dilayani sejak bayi itu sekarang akan menjadi seorang ayah. Wanita itu adalah pelayan kesayangan Diana semenjak menjadi istri Osama.
"Dia itu wanita kedua yang begitu menyayangi aku sejak masih di dalam perut mama," bisiknya kepada Sandra.
"Ya, tentu saja. Jangan anggap remeh wanita itu. Dia seorang sniper dan eksekutor kebanggan papa," jawab Daniel dan membuat Sandra terbelalak.
Jika melihat penampilan Lisa pasti orang-orang akan menyangka seperti orang gila. Tubuh tinggi besar dan raut muka agak keras, tetapi memakai baju ala Barbie. Bahkan warna rambutnya pun dibuat pirang emas.
"Lisa ini kamar kamu," ucap Daniel menunjukan ruangan yang dahulu merupakan ruang kerjanya. Kini tempat itu sudah pindah ke pojok ruang tengah.
Daniel merasa tenang jika Lisa yang akan menjadi penjaga Sandra. Dahulu wanita itu menyalahkan dirinya atas kematian Diana karena dia tidak berada di tempat saat itu karena harus mengurus Daniel. Dia pun berjanji akan setia mengurus anak majikannya sampai dia mati. Namun, lagi-lagi Lisa kecolongan saat Daniel kabur dan membuat dia mengurung diri di mansion milik Osama. Dia menolak semua tugas yang diminta kepadanya dan menyuruh tuannya itu membunuh dia karena sudah menjadi orang yang tidak berguna.
"Apa kamu yakin menjadikan wanita seperti itu menjadi penjaga Sandra?" tanya Dina ragu-ragu.
"Ya. Papa bilang kemampuannya masih hebat dan mampu melawan sepuluh orang laki-laki ahli ilmu beladiri. Jarak pandang masih awas dan kemampuan menembak dengan jarak yang sangat jauh, masih bisa dia lakukan. Kamu pikir papaku akan mengirim orang lemah untuk menjaga Sandra?" jawab Daniel dan Dina pun terdiam.
__ADS_1
Dina memang tidak mengenal Lisa. Namun, jika mendengar kemampuan yang dibicarakan oleh Daniel barusan, maka dia pun percaya. Janda dari Dilan itu juga tahu kalau Osama pasti akan memberikan yang terbaik untuk sang menantu.
***
Daniel mendatangi perusahaan milik Leon dan meminta izin agar Tony bisa bekerja kepadanya untuk sementara waktu sampai keadaan perusahaan kembali normal. Meski perusahaan Daniel mengalami penurunan, tetapi belum sampai ke batas bangkrut. Hanya saja untuk mengalahkan perusahaan milik Peter, dia harus mempu sejajar dengan perusahaan miliknya.
Pemasaran produk hasil produksi salah satu perusahaan miliknya juga harus ditingkatkan lagi agar bisa dipercaya oleh masyarakat sebagai produk terbaik.
"Baiklah. Aku harap perusahaan milik kamu bisa kembali jaya. Aku sudah berhasil menggulingkan satu anak perusahaan milik Peter yang bergerak di bidang farmasi. Bahkan pabriknya sudah lenyap di makan si jago merah," ucap Leon dan itu membuat Daniel tercengang.
Pabrik farmasi milik Peter itu merupakan salah satu pemasok obat-obatan di seluruh negeri. Produk yang dihasilkan di curigai mengandung narkoba meski sedikit. Makanya orang-orang lebih ketagihan membeli obat buatan pabrik milik Peter.
Meski ada laporan, tetapi pihak yang terkait seakan menutup mata. Maka cara yang terbaik adalah dengan menghancurkan tempat pembuatan beserta gudang hasil produksi. Dengan begitu untuk sementara waktu tidak akan ada obat buatan pabrik itu.
***
Setelah makan siang Daniel mendatangi Marco di perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya. Dia ingin membicarakan tentang hal semalam. Bagaimanapun juga hal ini harus segera di atasi agar semua rencana yang sudah dia susun nanti tidak berantakan.
"Apa kamu sudah tanya kepada dokter yang menangani aku kemarin? Kenapa aku sampai bisa seperti ini sekarang?" tanya Daniel.
"Ya," jawab Marco sambil mengeluarkan sebuah amplop berukuran besar dari laci meja kerjanya, lalu menyerahkan kepada Daniel.
***
Alur novel ini akan lambat karena Daniel harus mengasah kembali kemampuan instingnya. Semoga kalian tidak bosan.
__ADS_1