
Bab 63
Sore hari Daniel dan Sandra menikmati keindahan matahari terbenam di balkon kamar hotel. Setelah mereka berdua berendam di jacuzzi.
"Pemandangan matahari terbenam di sini terlihat sangat indah. Kapan-kapan kita ke sini lagi, yuk!"
Sandra dipeluk oleh Daniel dari belakang sambil mengelus perutnya dengan lembut. Laki-laki itu hanya mengangguk. Apa pun yang di inginkan oleh Sandra sebisa mungkin akan dia lakukan.
"Nanti saat di sana jangan lupa kabari aku, ya!" pinta Sandra kepada suaminya.
"Ya," balas Daniel yang sedang menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.
Kedua orang itu benar-benar menikmati waktu berdua seperti layaknya pengantin baru. Hal ini mengingatkan keduanya akan masa awal-awal cinta bersemi dan tumbuh di dalam hati mereka.
Daniel tidak tahu kalau orang-orang di perusahaannya sedang digemparkan oleh kiriman mayat seorang laki-laki yang berlumuran darah di depan pintu kantor perusahaan di saat jam pulang. Mereka semua yang melihat itu histeris.
"Mayat siapa ini?"
Salah seorang pekerja di kantor itu bertanya-tanya. Orang-orang yang melihat itu tidak ada yang menjawab, karena muka orang ini tidak bisa dikenali lagi wajah. Terlalu banyak terdapat luka dan berlumuran darah.
"Ada apa ini?" Nathan dan Tony mendekati kerumunan para karyawan.
__ADS_1
"Ada mobil yang berhenti di sini tadi, lalu mereka melemparkan mayat ini," jawab saksi mata.
"Apa mereka sengaja mengirimkan mayat ke sini?" tanya yang lainnya juga baru saja tiba di sana.
"Mungkin saja," balas laki-laki itu.
Nathan memeriksa keadaan orang itu, ternyata belum mati. Dia pun menyuruh untuk memanggil ambulans dan dikirim ke rumah sakit milik Osama. Laki-laki itu tahu siapa orang yang menjadi korban ini. Dia adalah orang kepercayaan Daniel yang mengelola bar miliknya atas rekomendasi Dilan, dahulu. Orang ini banyak sekali memberikan informasi penting kepada Daniel dan Dilan.
"Kamu tahu siapa orang ini?" tanya Tony sambil berbisik.
"Ya. Dia adalah Baron, orang yang dipercaya oleh Dilan dan Daniel untuk mengelola bar miliknya," jawab Nathan.
Tony hanya diam sambil melihat betapa kejam penyiksaan yang didapatkan oleh orang ini. Selama ini dia juga sering mendapatkan ancaman dan mendapatkan serangan dari lawan bisnis selama bekerja untuk Jimmy Li. Entah apa yang akan dia terima saat bekerja dengan Daniel, yang notabene adalah anak ketua pimpinan kelompok Red Hair yang tersohor.
"Mereka tidak peduli hidup atau mati lawannya itu. Ini adalah bentuk sebuah peringatan mereka kepada kita. Hal seperti ini sudah menjadi hal yang biasa di dunia bawah. Itulah kenapa banyak orang membuang hati dan perasaan mereka," jawab kaki tangan Daniel.
"Kenapa?" tanya Tony, kini dia melihat ke arah Nathan.
"Mereka akan mengincar orang yang kita cintai atau orang yang berarti dalam hidup kami. Makanya kami memilih menyembunyikan siapa pasangan sesungguhnya dan keluarga kami. Jika sampai ketahuan, yakinlah saat itu juga mereka akan dijadikan target. Tidak jarang kami harus melihat kematian orang-orang itu di depan mata kita sendiri. Itulah kejamnya dunia bawah. Aku sarankan kamu untuk tidak ikut terjun ke dunia itu," tukas Nathan dengan lirih.
"Sepertinya sudah terlambat. Sekarang aku bekerja di perusahaan milik Daniel. Secara tidak langsung aku sudah masuk ke lingkaran dunia kalian," kata Tony sambil berdiri.
__ADS_1
Ambulan datang dan tim medis langsung sigap menangani pasien korban kekerasan kelompok Black Eyes. Orang-orang yang masih berada di sana hanya menatap ngeri saat tahu kalau orang yang penuh luka dan darah itu masih hidup.
***
Tidak beda jauh dengan Marco yang murka saat melihat ada mata-matanya yang kini terbujur kaku dengan banyak luka dan berlumuran darah. Berbeda dengan yang di kantor Daniel, orangnya masih hidup meski sudah sekarat. Orang yang dikirim ke kantor perusahaan Osama sudah meninggal.
"Lihat saja Peter, akan aku hancurkan kelompok kalian sampai tidak tersisa!"
"Urus mayat teman kita ini!" perintah Marco kepada beberapa orang yang berdiri di dekatnya.
"Baik, Tuan!"
Lalu, Marco mengirimkan pesan kepada anggota elit kelompok Red Hair, yang merupakan ketua masing-masing divisi di kelompok mafia pimpinan Osama yang kini diambil alih oleh Daniel.
"Kita berkumpul malam ini. Tapi, jangan ganggu Tuan Daniel. Tuan Osama sendiri yang akan memimpin pertemuan kali ini," ucap Marco memberikan pesan video kepada rekan-rekannya.
Dengan langkah lebar Marco menuju kendaraan miliknya. Namun, sebelum dia membuka pintu mobil, dia jongkok dan melihat ada kotak seperti paket di bawah mobilnya.
Duar!
Boom itu meledak keras dan membuat kaca-kaca di gedung itu bergetar keras. Orang-orang di sana menjerit kencang sedetik setelah bunyi itu.
__ADS_1
***
Apakah Marco mati? Apakah Daniel akan pergi ke Pegunungan Mugen di saat kelompoknya mendapatkan serangan dari kelompok Black Eyes? Ikuti terus kisah mereka, ya!