Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 101. Menyusun Taktik


__ADS_3

Bab 101


Sandra yang semalam menerima banyak pesan dari suaminya langsung menghubungi Marco. Dia tidak tahu maksud Daniel mengirim foto-foto itu kepadanya.


"Ini adalah sebuah peta suatu pulau," kata Marco.


"Itu pulau di mana pelabuhan ilegal milik Black Eyes berada," lanjut Osama.


Sandra dan Marco sangat terkejut dengan ucapan laki-laki tua itu.


"Cari lokasi pasti peta itu! Aku yakin di sana banyak barang berharga milik kelompok Black Eyes," tambah Osama memberi perintah.


Sandra terlihat sangat cemas. Dia takut penyamaran Daniel terbongkar. Belakang ini dia mudah takut dan tidak tenang. Tidur pun tidak bisa nyenyak karena kepikiran terus suaminya.


'Apa selalu begini nasib wanita yang memiliki suami mafia? Eh, Daniel bukan Mafia. Tapi, dia terlahir dari ayah yang seorang mafia,' batin Sandra.


'Tapi, bukannya ini sama saja. Dia sering berada di situasi genting dengan nyawa taruhannya. Aku ingin sekali semua ini segera selesai. Aku ingin hidup tenang, damai, dan bahagia bersama suami dan anak-anak kami nanti,' lanjut ibu hamil itu di dalam hatinya.


Marco dibantu oleh rekannya mencari keberadaan pulau yang dikirimkan oleh Daniel. Tidak sampai sepuluh menit lokasi itu sudah di temukan.

__ADS_1


Osama pun memerintahkan Marco untuk mengumpulkan beberapa anak buah Red Hair yang kira-kira sudah siap untuk bisa diajak pergi hari ini juga. Ada sekitar lima puluh orang yang menyatakan siap pergi dan bertarung.


"Kita bisa ke sana dengan menyamar menjadi turis. Ada sisi bagian pulau yang menjadi tempat wisata. Hanya saja untuk masuk ke area musuh harus sangat berhati-hati, karena ini adalah area pertahanan musuh," jelas Marco dan semuanya langsung paham.


"Kita akan datang ke pulau itu dengan berkelompok dan bertahap. Kita jangan menunjukkan pergerakan yang mencolok. Jangan lupa senjata milik kalian buat kamuflase agar tidak terdeteksi atau ketahuan oleh orang lain," lanjut Marco menjelaskan.


"Baik, Tuan!" balas mereka dengan penuh semangat.


"Kita akan berangkat di pecah menjadi lima kelompok. Kita akan berkumpul di salah satu villa sewaan yang ada di sana," ucap asisten Osama itu lagi.


***


Bagi Maria hari ini adalah hari terbaik dalam hidupnya. Dia bisa menghabiskan banyak waktu berdua saja dengan Daniel. Ken diminta untuk berjaga-jaga di kapal pesiar.


Kini kedua sejoli itu menepi ke bebatuan yang merupakan terumbu karang. Mereka duduk sambil menikmati hangatnya sinar matahari. Pandangan Maria tidak lepas dari Daniel. Senyum bahagia terus terukir dari parasnya yang cantik.


"Dan, a–ku ... aku mencintaimu," ucap Maria dengan gugup.


Pipi milik Maria kini menjadi merah merona. Siapa saja yang melihatnya pasti akan mengatakan kalau wanita ini sangat cantik. Namun, bagi Daniel lebih cantik Sandra.

__ADS_1


"Terima kasih, Maria. Hanya saja aku tidak bisa membalas perasaan kamu saat ini. Keluarga aku sudah menjodohkan aku dengan seorang wanita pilihan mereka," ucap Daniel berbohong.


Garis kekecewaan terlihat jelas di raut wajah Maria. Wanita itu tidak terima dengan penolakan ini. Selama ini tidak ada orang yang pernah menolak permintaan atau keinginannya.


"Kamu adalah wanita yang sangat cantik, Maria. Kenapa kita bertemu sejak dahulu?" Daniel langsung mengeluarkan rayuannya seperti yang sering dilakukan oleh Dilan dan Nathan.


Maria kini terlihat senang dan juga malu meski muncul garis kesedihan dari ekspresi wajahnya. Wanita itu pun berpikir jika saja mereka lebih dahulu bertemu mungkin saja kisah cinta mereka akan terjalin.


"Bagaimana jika kamu putuskan wanita yang menjadi tunanganmu itu?" Maria membelai pipi Daniel.


Laki-laki itu langsung menggenggam tangan Maria dan menariknya. Dia balik menggenggam dengan kedua tangannya.


"Tidak bisa. Kedua keluarga kami sudah terikat perjanjian dan pernikahan itu tidak bisa digagalkan," ucap Daniel dengan lirih seakan dirinya juga tersakiti oleh perjodohan itu.


"Bagaimana jika kita menjalin hubungan di belakang tunangan kamu itu?" Maria menatap Daniel dengan penuh harap.


"Aku akan memberikan jawaban saat ulang tahun kamu bulan depan? Bagaimana?" tanya Daniel balik.


***

__ADS_1


Apakah penyerbuan dadakan kelompok Red Hair akan berhasil atau gagal? Ikuti terus kisah mereka, ya!


__ADS_2