Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 22. Masa Lalu Keluarga Li


__ADS_3

Bab 22


30 tahun yang lalu ....


Jimmy Li sedang mengadakan liburan bersama dengan keluarganya. Dia menggendong si bungsu, Damian. Sementara itu, sebelah tangan kanannya menggandeng Arthur. Di belakang sang istri, Rebecca menggandeng tangan si sulung, Leon. Mereka semua liburan ke wahana taman bermain Water Park. Kesibukan Jimmy sebagai pengusaha tidak membuatnya jarang bersama keluarga. Hanya di setiap hari Minggu dia punya waktu untuk keluarganya.


"Ayah, aku ingin berenang!" teriak Arthur.


"Aku juga," lanjut Damian.


"Iya, sekarang kita akan pergi berenang," ucap Jimmy lalu menciumi kepala anaknya satu persatu.


"Hore!" Arthur yang sedang digandeng Jimmy melompat-lompat saking gembiranya.


Leon terlihat cemberut karena tidak mau pergi berenang. Dia ingin pergi liburan ke kebun binatang.


Rebecca sebagai seorang ibu, tentunya ingin melihat semua anaknya bergembira di hari liburnya saat ini. Dia pun membisikan sesuatu kepada Leon dan membuat bocah 9 tahun itu menjadi senang.


Jimmy dan keluarganya berenang di kolam renang untuk menjaga anak-anaknya. Sementara itu, Rebecca memfoto dan memvideokan kegiatan mereka. Tawa, canda, dan teriakan riang gembira diperlihatkan oleh anak dan suaminya. Melihat itu tentu dirinya senang.


"Ayah, aku ingin naik perosotan itu," tunjuk Arthur.


"Tunggu sebentar, ayah titipkan dulu sama ibu. Karena Damian masih kecil tidak boleh naik perosotan itu," ucap Jimmy.


Laki-laki dewasa itu pun beranjak sambil menggendong Damian menuju arah sang istri yang sedang menerima telepon. Dia tidak memanggil Rebecca karena takut mengganggu pembicaraan dengan orang di seberang sana.


"Semoga cepat sembuh, Sayang. I love you," kata Rebecca dengan orang yang diajaknya menelepon.


Jimmy sangat terkejut saat mendengar pembicaraan sang istri barusan. Otaknya langsung berpikir yang tidak-tidak. Ya, dia menduga kalau Rebecca sudah selingkuh darinya.


"Kamu bicara dengan siapa?" tanya Jimmy dengan ekspresi wajah menahan marah.


Tubuh Rebecca mendadak kaku. Dia terkejut dengan kehadiran suaminya di sana. Tadi dia sengaja menjauh saat menerima panggilan dari seseorang.

__ADS_1


"Oh, barusan aku berbicara dengan Julia. Katanya dia sedang sakit dan ibunya tidak menemani dirinya. Kamu tahu sendiri 'kan kalau Maria itu selalu sibuk dan kurang peduli dengan anaknya," ucap Rebecca dengan menunduk.


Wanita itu menjadikan Adik dan keponakannya sebagai tameng kebohongannya. Dia juga tidak begitu dekat dengan Julia setelah ketahuan mencuri beberapa ide desain rancangan miliknya.


"Kasihan sekali Julia. Kenapa tidak kamu suruh salah seorang pelayan di rumah untuk merawat dan menjaganya?" tanya Jimmy.


"Apa kamu mau kalau terjadi sesuatu kepada Julia nanti Maria menuntut keluarga kita?" Rebecca balik bertanya.


Baru saja Jimmy hendak membuka mulutnya terdengar suar teriakan beberapa orang disusul suara orang terjebur. Jimmy langsung mengalihkan perhatiannya ke arah sumber suara. Terlihat Arthur sedang berdiri di atas perosotan yang cukup tinggi. Orang-orang di bawahnya berteriak dan ribut-ribut.


"Pegang Demian, aku akan lihat anak-anak!" perintah Jimmy kepada sang istri.


Sekuat tenaga laki-laki itu berlari ke arah kolam renang remaja atau dewasa yang kedalamannya lebih dari dua meter. Jimmy tidak menyangka kalau kedua anaknya akan pergi ke kolam renang itu, bukan yang disebelahnya.


Terlihat Arthur di gendong oleh petugas pengawas yang sedang berjaga di kolam renang. Betapa paniknya dia saat melihat banyak keluar darah dari kepala Arthur.


"Dia putraku. kumohon tolong panggil ambulans secepatnya!" teriak Jimmy sambil merengkuh tubuh Arthur yang tidak sadarkan diri.


***


Luka yang dialami oleh Arthur ternyata sangat serius. Kepalanya terbentur dan juga mengalami luka robek yang cukup panjang. Ternyata ini membuat bocah berusia 6 tahun itu kehabisan darah dan harus segera mendapatkan transfusi darah. Dokter juga akan menjahit lukanya.


"Golongan darah putra Anda O negatif. Siapakah yang mempunyai golongan darah yang sama dengannya?" tanya dokter kepada Arthur dan Rebecca.


Mendengar ucapan dokter barusan membuat Arthur terkejut. Setahu dia semua anaknya memiliki golongan darah A sama seperti dirinya.


"Tunggu, Dok. Putra saya golongan darahnya A, kenapa menjadi O negatif?" tanya Jimmy dengan terheran.


"Tidak, Tuan. Golongan darah putra Anda O negatif dan kebetulan stok darah itu tidak ada di rumah sakit ini," jawab dokter itu.


Jimmy merasa terguncang setelah mendengar ucapan dokter itu. Mana mungkin putranya memiliki golongan darah yang berbeda dengannya.


"Tuan, ini harus segera ditangani kalau tidak putra Anda tidak akan tertolong," ujar dokter itu dan membuat kesadaran Jimmy kembali.

__ADS_1


Dia teringat ada dua orang pekerja yang mempunyai golongan darah langka itu di rumahnya. Mereka adalah kepala pelayan dan salah satu bodyguard yang selalu menjaga keluarganya.


"Panggil Patrick dan Ruben ke sini! Mereka memiliki golongan darah O negatif," tukas Rebecca dengan berderai air mata.


Kedua orang itu pun dipanggil dan hanya Patrick yang memenuhi syarat bisa melakukan donor darah. Ruben tidak bisa mendonorkan darahnya karena sedang sakit.


Setelah keadaan Arthur membaik, Jimmy melakukan tes DNA kepada semua anaknya secara diam-diam. Dia curiga kalau selama ini Rebecca memang selingkuh dibelakangnya.


***


Beberapa hari kemudian, hasil tes DNA pun keluar. Betapa terkejutnya Jimmy saat tahu hanya Leon anak yang dinyatakan positif sebagai darah dagingnya sedangkan Arthur dan Damian dinyatakan negatif. Betapa murkanya dia saat mengetahui hal ini.


"Katakan siapa orang yang sudah menanamkan benih di dalam perut kamu?" tanya Jimmy kepada Rebecca saat di tiba di rumahnya.


Sebenarnya Rebecca sudah tahu kalau kedua anak itu bukan dari benih Jimmy saat keduanya lahir. Dia meminta seseorang untuk mengganti hasil tes saat bayi mereka lahir dengan golongan darah yang berbeda sudah membuat wanita itu yakin kalau anaknya adalah hasil dari selingkuhan.


"Katakan dengan jujur atau aku bunuh kedua anak itu!" bentak Jimmy.


"Ruben," balas Rebecca dengan lirih.


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka berdua, Ruben dipecat dan Rebecca menjadi tahanan rumah seumur hidupnya. Jimmy yang sudah terlanjur sayang kepada Arthur dan Damian tetap mengurus mereka.


***


Tubuh Arthur terasa lemas setelah mendengar cerita dari Jimmy. Namun, baginya lebih baik dia dibuang oleh Jimmy saat itu juga daripada menjadi bayang-bayang Leon. Dia benci ayahnya dan dia juga benci kakaknya.


"Terima kasih sudah mau merawat aku. Terima kasih juga untuk semua luka yang kamu torehkan di dalam hidup aku," kata Arthur yang kini berdiri di dekat Jimmy.


"Selamat tinggal ayah," lanjut Arthur lalu menutup wajah Jimmy dengan bantal sampai grafik di layar monitor berubah menjadi garis.


"Ini misi yang harus aku lakukan," kata Arthur dengan derai air mata.


***

__ADS_1


__ADS_2