Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 76. Mulai Bergerak


__ADS_3

Bab 76


Daniel merasa tidak enak perasaannya. Bayangan Sandra terus saja hadir. Lalu, dia pun menghubungi Osama.


Daniel tahu kalau saat ini waktu sudah hampir tengah malam. Waktu semua orang beristirahat. Apalagi ayahnya yang sudah tua itu memerlukan banyak waktu untuk tidur.


"Saat ini aku merasa tidak tenang, Pa," ucap Daniel.


Dalam situasi sekarang tidak ada yang bisa dia benar-benar percaya bisa menjaga istri dan calon anak mereka. Biasanya dia tidak seperti ini. Laki-laki itu akan menaruh kepercayaan penuh kepada orang-orangnya. Namun, entah kenapa sekarang dia merasa curiga kepada orang-orang di sekitar. Terutama yang berada di dekat istrinya.


"Sandra dalam keadaan baik-baik saja," balas Osama.


"Aku ingin Papa dan Sandra pergi ke villa saat ini juga. Ajak Lisa dan Dina, tapi jangan banyak membawa pengawal. Biarkan orang-orang tetap berjaga di tempat mereka masing-masing," kata Daniel mengungkapkan idenya.


Osama pun mengikuti kemauan putranya. Dia meminta Lisa untuk membawa Sandra dan Dina secara diam-diam keluar dari apartemen. Awalnya Sandra dan Dina menolak untuk ke luar dari apartemen sesuai perintah Daniel dahulu. Lalu, mereka menghubungi Osama dan membenarkan apa yang dilakukan oleh Lisa itu adalah perintah dari Daniel.


Setelah itu mereka pergi menuju villa yang ada di pinggir pantai. Lebih tepatnya bangunan itu berada di tebing dan menghadap lautan luas. Di tengah jalan ada sebuah mobil yang mengawal mereka.


Sandra tidak diperbolehkan menghubungi siapa pun untuk beberapa waktu sampai mendapat izin dari Osama. 


***


Daniel tidur hanya tiga jam, karena Guru Fang akan mengajari ilmu tenaga dalam. Jadi, dia bisa melawan musuh sampai mati atau sekarat tanpa menggunakan senjata atau alat. 


"Apa sekarang kamu sudah menguasai keberadaan aura dari orang lain?" tanya Guru Fang.


"Sudah, Guru Fang. Setelah mendengar penjelasan Anda kemarin sekarang aku sudah paham dan bisa membaca aura seseorang tanpa melihatnya," jawab Daniel.

__ADS_1


Mereka pun latihan berdua. Meski Guru Fang sudah kakek-kakek, Daniel dibuat tidak berdaya. Bahkan laki-laki tua itu, masih bisa berdiri tegak sedangkan Daniel sudah kepayahan untuk berdiri.


"Itulah kekuatan tenaga dalam. Jika kamu pandai mengatur besar kecilnya kekuatan. Stamina dalam tubuh kamu tidak akan cepat habis. Ilmu beladiri itu bukan hanya menitik beratkan pada besarnya kekuatan, tetapi kecerdasan kita saat melakukan serangan atau bertahan. Seberapa besar tenaga yang diperlukan saat kita melakukan serangan. Jangan sampai terlalu banyak mengeluarkan tenaga di awal perkelahian dan baru beberapa menit sudah kehabisan tenaga," jelas Guru Fang.


Ini adalah kesalahan utama Daniel dalam melakukan latihan kali ini. Dia terlalu banyak membuang tenaga di awal lawan tanding barusan.


Setelah cukup melakukan istirahat, Daniel pun mengikuti setiap instruksi dari Guru Fang. Mereka berdua sangat klop sebagai guru dan murid. Guru yang lebih suka bicara secara langsung lalu praktek saat itu juga. Lalu, murid yang cepat paham dan langsung bisa saat mempraktekkannya.


Daniel dan Guru Fang sama-sama kelelahan. Mereka sudah lebih dari satu jam adu kekuatan dengan menggunakan tenaga dalam.


"Aku mendapat kabar kalau lawan kamu adalah musuh Osama dahulu. Hati-hati terhadap orang yang bernama Ken. Dia adalah kaki tangan Peter. Ken adalah salah satu murid terbaik aku. Dia pergi dari sini dan malah ikut bergabung dengan kelompok mafia Peter," ucap Guru Fang.


"Ken?" Daniel mencoba mengingat-ingat kembali apa ada nama Ken di daftar orang kepercayaan Peter.


"Dia menjadi penjaga putrinya Peter. Wanita itu bernama Maria," lanjut Guru Fang.


"Istirahatkan tubuhmu! Nanti setelah selesai sarapan. Kamu akan latihan untuk meningkatkan penglihatan. Aku dengar kamu seorang penembak jitu. Jangan sampai mata kamu mengalami kerusakan atau penurunan jarak pandangnya," titah Guru Fang kepada Daniel.


Benar saja begitu dia masuk ke kamar tubuhnya langsung tumbang di atas tempat tidur. Daniel pun langsung jatuh ke dalam dunia mimpi.


Setelah selesai sarapan Ryu mengajak Daniel pergi ke tempat latihan memanah dan menembak. Benar saja, Daniel baru sadar kalau jarak pandang dia jauh menurun. Benda yang menjadi sasaran tembak dengan jarak lebih dari 50 meter tidak bisa di lihat dengan jelas, tembakan meleset. Biasanya dia akan bisa dengan mudah membidik benda dalam jarak seperti itu.


"Coba sekarang Anda membidik menggunakan senapan laras panjang!" titah Ryu dan Daniel bisa menembak sasarannya karena melihat kelewat teropong yang terpasang di atas badan pistol.


Daniel seorang sniper yang mampu menembak jarak sampai 3-3,5 kilometer dibuat kesal karena tidak mampu menembak jarak yang hanya seperti itu. Jarak pandang sasaran 40 meter biasanya bisa dapat dia lihat dengan jelas.


"Sekarang Anda berlatih fokus pada mata agar bisa memperkirakan jarak sasaran yang menjadi target," ucap Ryu.

__ADS_1


"Bukannya gangguan penglihatan juga bisa diobati dengan akupuntur?" tanya Daniel.


"Tentu saja bisa. Bukannya sekarang Anda sedang menjalani pengobatan dengan akupuntur?" jawab Ryu.


Daniel menjalani pengobatan akupuntur kembali. Pengobatan kini ditambah untuk saraf penglihatan. Meimei melakukan dengan baik tugasnya. 


"Bagaimana sekarang perasaan Anda?" tanya Meimei.


"Nyaman dan terasa ringan. Setelah setengah harian tadi aku lelah berlatih dengan Ryu. Setelah ini rencananya aku juga mau berlatih dengan Tora dan Ryan," jawab Daniel.


"Saya suka dengan orang yang penuh semangat seperti Anda. Tapi, jangan terlalu memaksakan diri. Istirahat juga sangat diperlukan oleh tubuh Anda," kata Meimei.


***


"Bagaimana keadaan tempat yang akan jadi target malam ini?" tanya Alessio.


"Masih terlihat tenang dan penjagaan ketat," jawab seseorang yang mengawasi apartemen Daniel.


Saat ini putra dari Peter itu sedang berada di sebuah hotel yang jaraknya sekitar satu kilometer dari bangunan apartemen tempat tinggal Daniel dan Sandra. Dia lebih suka menghabisi nyawa target dengan jarak jauh seperti ini. Laki-laki itu sangat malas jika harus berkelahi secara langsung dengan lawan. Tipe laki-laki pengecut yang tidak berani berhadapan langsung. Bukan berarti dia lemah dan tidak bisa berkelahi. Namun, cara kerja kelompok mereka seperti ini. Diam-diam menghabisi nyawa lawan tanpa diketahui oleh siapa pun.


"Awasi terus keadaan tempat itu. Jika ada sesuatu yang aneh langsung beri tahu aku," ucap Alessio setelah mengawasi lantai atas, tepatnya tempat Daniel, melalui lensa senjatanya.


'Tempat itu sejak dini hari sampai sekarang lampunya menyala. Apa itu termasuk hal yang aneh atau tidak, ya?' batin anak buah Alessio.


***


Apakah Sandra sudah benar-benar aman? Bagaimana reaksi Nikolas jika operasi mereka gagal? Ikuti terus kisah mereka, ya!

__ADS_1


__ADS_2