Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 97. Villa Milik Peter


__ADS_3

Bab 97


Merasa kesal dengan kelakuan Maria, maka Daniel melemparkan dirinya dan wanita itu ke pinggir laut dan kebetulan datang ombak yang menggulung. Laki-laki itu sengaja melakukan hal ini untuk tujuan tertentu.


"Aaaaa, Dan!" Maria tertawa bahagia.


"Ayo, kita lomba berenang ke batas karang itu!" ajak Daniel untuk mengalihkan perhatian Maria dari kelakuannya yang terus saja berusaha merayu dirinya.


Kedua anak manusia yang berbeda gender itu berenang dengan cepat berusaha mencapai tempat itu terlebih dahulu. Tentu saja Daniel yang merupakan seorang laki-laki dan memiliki kekuatan besar akan dengan mudah mengalahkan Maria.


"Aku menang!" teriak Daniel.


"Kamu hebat, Dan." Maria menatap penuh kekaguman kepada Daniel.


Mereka bermain-main sebentar sebelum kembali ke tepi pantai. Ken terlihat berdiri dengan wajahnya yang garang dan tatapan mata yang tajam.


"Sebaiknya kita segera mengganti pakaian, Nona!" titah Ken sambil memasangkan selimut untuk menutupi lekuk tubuh Maria yang tercetak sangat jelas.


'Aku tidak tertarik sama tubuhnya. Tubuh istriku lebih seksi dan menggoda,' batin Daniel yang mengikuti dari belakang.

__ADS_1


Tadi Daniel sengaja menceburkan ke laut agar gairah Maria hilang atau berkurang. Selain itu inilah yang ditunggu-tunggu olehnya. Masuk ke dalam villa milik Peter. Marco mengirimkan informasi kalau villa yang ada di pantai Coral Beach adalah milik Peter dan sering dijadikan tempat liburan dengan sekretarisnya yang dahulu. Atau wanita yang mengandung benih milik laki-laki itu. 


Daniel memasuki kawasan villa yang berada di atas tebing. Tempat yang sangat indah dan cocok untuk menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai. Tidak terlalu banyak barang di sana, hanya saja tempat ini memiliki spot pemandangan yang indah melihat kebagian mana pun. Pantai, Lautan luas, pegunungan, dan pasar ikan, itu bisa dilihat di setiap sudut yang berbeda.


Daniel diberi kamar tamu yang ada di lantai bawah, sedangkan kamar Maria berada di lantai dua. Tanpa membuang-buang waktu, dia pun mengganti pakaian lalu, memeriksa di setiap sudut ruangan itu. Tidak ada sesuatu yang aneh di sana. Maka dia pun keluar kamar lalu memeriksa keadaan yang ada di bangunan villa ini.


Tidak ada CCTV di bangunan ini dan itu membuat Daniel justru jadi semakin curiga. Dia pun memeriksa di setiap sudut ruangan yang dia periksa apakah ada kamera tersembunyi. Di ruangan depan, laki-laki ini menemukan ada dua kamera tersembunyi yang diletakkan di mata patung pajangan dan di hiasan jam dinding. Lalu, di ruang tengah ada satu kamera di lampu yang terpasang di langit-langit.


"Kamu sedang apa?" tanya Ken mengejutkan Daniel.


"Aku hanya melihat-lihat saja. Ih, ternyata pemilik villa ini suka sekali dengan koleksi foto wanita cantik dan montok, ya." Daniel yang tidak sengaja  ketahuan saat membuka-buka album foto.


Tidak lama kemudian datang Maria yang sudah terlihat fresh dan bahagia. Dia menggunakan gaun indah selutut dan leher yang rendah. Rambut yang sudah kering tetapi masih lembab. Wanita itu mengajak mereka untuk makan bersama. 


Ken menunjukan kebolehannya dalam urusan memasak. Daniel sengaja bilang tidak bisa memasak karena tidak mau melakukan pekerjaan itu. 


"Sambil menunggu Ken selesai memasak, bagaimana kalau kita jalan-jalan mengitari villa dan isinya?" Daniel berharap kalau Maria mengajaknya berkeliling memasuki setiap ruangan yang ada di villa itu.


Keinginan Daniel di sambut dengan baik oleh Maria. Memang pada dasarnya wanita itu juga ingin berduaan bersama laki-laki yang kini sudah mencuri hatinya.

__ADS_1


Ruangan yang pertama mereka masuki adalah sebuah ruang kerja atau perpustakaan. Di ruangan itu banyak sekali buku, majalah, dan berkas-berkas.


"Wah, ada banyak sekali buku karya Agatha Christie. Aku suka sekali semua karyanya," ucap Daniel sambil membuka lalu membaca novel yang ada di genggaman tangannya.


"Jadi, kamu suka cerita misteri?" tanya Maria sambil tersenyum penuh arti.


"Ya. Aku lebih tepatnya suka cerita detektif," jawab Daniel.


Dalam hati Daniel berharap diizinkan untuk lebih lama di ruangan ini. Tadi dia sempat melihat adanya tulisan milik sang ibu—Diana—di salah satu buku yang terpajang di ruang ini.


'Apa ibu pernah datang ke sini?' batin Daniel.


"Nona, coba cicipi masakan untuk makan malam Anda," kata Ken yang muncul tiba-tiba dari balik pintu.


Maria mengikuti Ken ke dapur. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Daniel. Dia langsung memeriksa dan memotret apa saja yang ditulis oleh ibunya di buku itu.


"Apa yang sedang kamu lakukan di belakang kami? Kenapa kamu tidak mengikuti kami ke ruang makan?" tanya Ken dengan tatapan penuh curiga kepada putranya Osama ini.


***

__ADS_1


Apakah Ken akan sadar siapa Danielo ini? Ikuti terus kisah mereka, ya!


__ADS_2