Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 28. Ledakan


__ADS_3

Bab 28


Damian dan Arthur membuka selembar kertas berukuran besar. Itu merupakan denah lantai dasar bekas pabrik Li. Di kertas itu sudah ada yang diberi tanda di mana letak harta karun itu berada. 


"Kenapa letak penguburan peti harta karun itu diletakan di jalur toilet karyawan?" Damian menggerutu.


"Mana aku tahu! Bukan aku yang merancang bangunan pabrik ini," balas Arthur yang sudah menyiapkan keperluan untuk menghancurkan lantai pabrik nanti.


Kedua orang kakak beradik itu pun mulai mendekati ke arah yang sudah ditentukan ahli hitung kelompok Black Eyes. Damian memasang bom rakit untuk menghancurkan lantainya yang keras, jadi perlu kekuatan yang besar juga.


"Aku sudah pasang, dan kamu tinggal tekan tombol otomatis jarak jauh. Maka semua akan hancur rata," kata Damian sambil merentangkan kedua tangannya.


"Oke, akan aku tekan sekarang!"


"Bodoh, kamu mau membunuh aku! Tunggu dulu. Jarak aku masih dalam radius ledakan," umpat putra ketiga keluarga Li 


Setelah Damian berada di radius yang aman dari kekuatan ledakan itu, tanpa membuang waktu Arthur menekan tombol dan langsung terlihat meledakan yang besar dan suara yang keras.


Daniel yang sedang bersiap untuk menledakan bagian lantai yang membenamkan kekakayaan bernilai fantastis.

__ADS_1


"Siapa? Apakah ini adalah serangan tiba-tiba?" gumam Daniel dan segera bersembunyi sambil melihat kehadiran siapa saja mereka.


Terdengar sayup-sayup suara yang Daniel kenal. Namun, dia masih harus bersembunyi dan tidak boleh ketahuan oleh pihak musuh. Mata laki-laki itu menajam dan memeriksa semua keadaan di sana. Ponsel miliknya pun dia nonaktifkan karena dia juga hampir ketahuan oleh musuh saat bersembunyi dan handphone berbunyi.


"Ayo kita pasang peledak yang kedua!" teriak Damian senang karena itu akan membuat ledakan baru.


'Wah, aku keduluan oleh mereka. Jangan sampai harta karun itu jatuh ke tangan mereka,' batin Daniel.


Laki-laki itu berpikir sambil menunggu bala bantuan datang. Suara ledakan kedua kembali terdengar dan getarannya lebih kuat dibandingkan dengan yang pertama.


'Mereka itu suka lama dan lelet sekali kalau di suruh kerja,' batin Daniel.


"Sepertinya harus kuat gali tanah ini," celetuk Damian dan Arthur mendelikkan matanya.


Kali ini mereka melakukan peledakan untuk ketiga kalinya. Kekuatan lebih besar jika dibandingkan dengan ledakan pertama dan kedua.


"Ini sudah terlihat lubang tanah, jadi bersiaplah kita menggali dan temukan peti berisi emas batangan milik Tuan Peter!" teriak Damian.


Ada beberapa anak buah Damian yang begitu antusias untuk melakukan penggalian. Mereka yakin kalau harta karun itu berada di sana.

__ADS_1


Daniel memerhatikan mereka dari kejauhan. Dia pun menerima pesan dari Nathan dan Dilan yang baru saja sampai di tempat yang diminta oleh Daniel.


Kami sudah di tempat. Lalu sekarang ke mana?


Berjalan ke arah jam 10, tapi harus hati-hati jangan sampai kalian ketahuan oleh musuh.


Baik.


Daniel melihat peta hasil hitungan sendiri. Menurut hasil hitungannya itu. Titik tempat berada harta karun itu berada di titik sekitar lima meter dari titik ledakan yang dilakukan oleh Damian dan Arthur.


'Aku ingin melihat hitungan aku atau hitungan mereka yang bener,' batin Daniel.


"Bagaimana?" tiba-tiba saja Dilan sudah berjongkok di samping suaminya Sarah.


"Mereka sedang melakukan penggalian," balas Daniel.


"Bagus kalau begitu. Saat mereka sudah menemukan harta karun itu, baru kita rampas. Jadi, kita tidak perlu susah-susah mengeluarkan banyak tenaga," lanjut Nathan dan mendapat jitakan dari Daniel.


***

__ADS_1


__ADS_2