Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 23. Mencari Rekan Kerja Sama


__ADS_3

Bab 23


Kerja sama dengan beberapa perusahaan bagai buah simalakama bagi Daniel. Ternyata banyak pengusaha yang terjerat dengan kelompok mafia. Baik itu dalam atau luar negeri.


"Perusahaan Yue ingin mengajukan kerja sama dengan perusahaan Qing. Apa kamu akan menerimanya?" tanya Nathan.


Daniel menghela napas karena dia tahu perusahaan milik salah satu anggota Red Hair. Dia sengaja kabur dari kelompok itu agar hidupnya bisa tenang dan damai. Dia merasa bahagia bisa lepas dari berkuaasa ayahnya. Masak dia harus kembali hanya untuk bisa mengambil alih para pengusaha anak buah Black Eyes.


"Aku mencari perusahaan yang tidak memiliki hubungan apa pun dengan kelompok para mafia," jawab Daniel yang kini sedang berdiri menghadap dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan pusat kota.


"Ada dua perusahaan besar yang tidak memiliki hubungan kerja sama dengan kelompok mafia atau yakuza, hanya saja kita akan sulit untuk mendekati mereka jika tahu tentang latar belakang kita," ujar Nathan dengan ragu-ragu.


Mendengar ada harapan meski tipis kemungkinan bisa bekerja sama dengan perusahaan itu, membuat Daniel penasaran. Dia akan mencoba terlebih dahulu untuk mencari tahu apa kedua perusahaan itu bisa memberi bantuan untuknya.


"Siapa mereka?" tanya Daniel.


"Perusahaan Ying dan Perusahaan Yang," jawab Nathan dan membuat Daniel terbelalak.


Kedua perusahaan itu adalah saingan Perusahaan Li. Daniel juga tahu bagaimana perkembangan perusahaan yang menjadi saingan Jimmy Li selama 5 dekade.


"Oke, aku akan pikirkan dulu. Aku harus memikirkan lagi sisi baik dan buruknya jika bekerja sama dengan kedua perusahaan itu," ucap Daniel setelah membalikan badan dan berhadapan dengan orang kepercayaannya.

__ADS_1


***


Kabar meninggalnya Jimmy Li sudah terdengar sampai keluargnya. Jenazah akan dikirim nanti malam dan kemungkinan sampai di kediaman Li tengah hari.


Sandra begitu terguncang saat mendengar kematian kakek kesayangannya itu. Dia juga sampai pingsan saat Leon memberi tahu kabar duka ini. Tentu saja Sindy semakin panik karena takut terjadi apa-apa kepada putri dan calon cucunya.


"Nona Sandra di mana, Tuan?" tanya Daniel dengan napas terengah-engah karena tadi langsung datang ke sini begitu mendapat kabar kalau sang istri pingsan.


Daniel masih memanggil "Tuan" kepada Leon, begitu juga memanggil "Nyonya" kepada Sindy. Keduanya tidak mengizinkan Daniel untuk memanggil "Papa-Mama".


"Sandra ada di kamarnya sedang beristirahat. Kamu jangan ganggu dia," jawab Leon.


"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Daniel.


"Dia hanya shock saja. Sebaiknya Nona Sandra bisa menjaga hati dan pikirannya, karena saat ini dia sedang hamil muda dan rentan keguguran," jawab perawat itu dengan hati-hati agar pasien tidak histeris saat tiba-tiba bangun.


Daniel melihat wajah Sandra agak pucat. Dia sendiri takut terjadi sesuatu kepada istri dan calon bayi mereka.


Kematian Jimmy Li yang terkesan mendadak dan misterius membuat Daniel curiga kalau ada keterlibatan kelompok Black Eyes. Sehari sebelumnya dia dan Sandra menelepon Jimmy Li dan menanyakan keadaannya kepada dokter yang bertugas menanganinya. Kesehatan Jimmy Li sudah banyak kemajuan lebih baik dan sudah bisa banyak berbicara. Namun, hari ini laki-laki tua itu diketahui sudah meninggal.


'Aku harus cari tahu apa penyebab kematian Tuan Jimmy Li,' batin Daniel.

__ADS_1


Sandar mulai sadar dan begitu melihat Daniel dia langsung memeluknya dan menangis menumpahkan kesedihannya. Perempuan itu sangat terpukul dengan kematian Jimmy Li, padahal mereka sudah janji akan pergi berlibur bersama jika kakeknya sudah sembuh dan pulang.


"Apa kematian kakek ini tidak wajar?" tanya Sandra yang sadar kalau keluarganya belakang ini sering bertaruh nyawa.


"Aku akan cari tahu. Kamu jangan memikirkan apa pun, cukup pikirkan dirimu dan bayi kita. Jangan dengarkan ucapan orang lain yang malah akan menyengsarakan kita," jawab Daniel.


Malam itu pun Daniel menemani Sandra tidur sambil memeriksa informasi tentang hasil tes kesehatan milik Jimmy Li. Tadi dia sempat meminta Nathan untuk meretas data rumah sakit tempat Jimmy Li dirawat.


"Sudah aku duga. Ini kematian yang tidak wajah. Semua hasil tes kesehatan Tuan Jimmy Li menunjukkan grafik membaik dalam semua organ dalam dan fisik luar," gumam Daniel.


"Siapa? Siapa orang yang sudah membunuh Tuan Jimmy Li?" Daniel bertanya-tanya.


***


Sesuai perkiraan kemarin jenazah datang ke kediaman keluarga Li saat hari menjelang siang hari. Banyak kenalan, kaum kerabat, dan juga rekan bisnis datang untuk melayat memberikan penghormatan terakhir kepada Jimmy Li.


Lagi-lagi Sandra pingsan saat melihat wajah kakeknya yang sudah berubah menjadi mayat. Sebagai cucu satu-satunya dan begitu di manja serta disayang oleh Jimmy Li, tentu terasa berat bagi Sandra.


Daniel memindai wajah orang yang datang melayat satu persatu. Dia akan melihat siapa saja yang terlihat senang dengan kematian Jimmy Li. Maka dia akan masuk ke dalam daftar list orang yang dicurigai telah membunuh kepala keluarga Li.


'Arthur ... Damian. Sudah aku duga mereka juga ikut terlibat dengan kematian ayah mereka. Tapi, kenapa? Masa anak tega membunuh ayahnya sendiri. Eh, kecuali kalau memang ada yang diinginkan dari orang tuannya,' batin Daniel.

__ADS_1


__ADS_2