Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 47. Kematian Damian


__ADS_3

Bab 49


Sandra berteriak memanggil nama Daniel sambil mencoba melepaskan borgol yang mengikat dirinya pada tihang. Sesuatu perbuatan yang sia-sia sebenarnya, karena itu terpasang sangat kuat. Namun, nalurinya tanpa sadar pasti ingin berlari ke arah orang yang berarti dalam hidupnya.


"Paman Damian, aku mohon jangan bunuh Daniel! Dia suamiku, ayah dari calon anakku!" teriak Sandra mengiba kepada laki-laki yang berdiri tidak jauh darinya.


Damian cukup terkejut dengan kehadiran Daniel yang langsung menembak kedua anak buahnya sampai mati. Untung ada anak buah yang lainnya langsung memberikan tembakan balasan dan membuat Daniel jatuh tersungkur.


Melihat tubuh Daniel yang tidak bergerak ini membuat Damian menyuruh ketiga anak buahnya untuk memeriksa, apakah masih hidup atau mati.


"Daniel! Bangun, aku mohon!" teriak Sandra diiringi tangisannya.


Ketiga orang anak buah Black Eyes mendekat ke arah tubuh Daniel yang bersimbah darah. Mereka berjalan dengan perlahan-lahan dan pistol yang mengarah kepadanya. Mereka saling memberikan kode agar salah seorang memeriksa nadi atau napasnya untuk memastikan hidup dan mati suami Sandra ini.


Salah seorang dari mereka yang bertubuh kurus maju lalu berjongkok untuk memeriksa hidung Daniel. Apakah masih napas atau sudah tidak.


Saat tangan laki-laki itu terjulur pada muka Daniel. Tangannya langsung dicengkeram kuat dan tangan sebelah yang memegang pistol langsung diarahkan kepada teman-temannya. 


Dor! Dor!

__ADS_1


Daniel pun menarik pelatuk pistol itu dengan cepat dan peluru timah langsung mengarah kepada kepala dua orang laki-laki yang berdiri sedang memperhatikan dirinya. Kejadian itu begitu sangat cepat sampai-sampai musuh tidak punya kesempatan untuk melakukan tembakan balasan.


Dor!


Terakhir Daniel mengarahkan pistol ke arah kepala musuhnya yang berada dalam tawanan dia. Damian yang mengarahkan tembakan kepada Daniel tidak bisa mengenainya karena suami Sandra ini menjadikan tubuh anggota Black Eyes tadi sebagai tamengnya. Jadi peluru itu bersarang di tubuh laki-laki kurus yang malang ini.


Dor! Dor!


Sandra terkejut melihat suaminya masih hidup, bahkan mampun menghabisi sisa murahnya. Namun, dia masih tetap saja merasa was-was karena tubuh suaminya banyak sekali mengeluarkan darah.


Dor! Dor!


"Jangan kira aku bodoh tidak memikirkan taktik untuk mengalahkan kalian semua," ucap Daniel dengan tatapan penuh kemarahan.


Putra dari Osama ini rela mengorbankan tubuhnya untuk memancing lawan masuk ke dalam perangkap yang dia buat. Begitu kewaspadaan mereka lemah, langsung saja dia lawan. Ternyata siasatnya berhasil.


Dilan datang ke lantai atas. Melihat Daniel yang sudah kesulitan berdiri itu, dia langsung menembak ke arah Damian.


Dor! Dor!

__ADS_1


Peluru itu mengenai tubuh Damian di bagian lengan kanan yang memegang pistol dan betis di kaki kanan. Laki-laki itu sampai jatuh berlutut karena rasa sakit yang luar biasa langsung dia rasakan begitu terkena tembakan.


"Maaf Tuan Damian, aku harus menunaikan janjiku kepada ayah mertua untuk menghabisi orang-orang yang sudah merencanakan pembunuhan Tuan Jimmy Li," ucap Daniel. Begitu dia selesai bicara satu peluru sisa miliknya dia arahkan ke kepala Damian.


Dor!


Beberapa detik setelah terdengar suara letusan pistol, tubuh Damian jatuh tersungkur ke lantai. Kemudian laki-laki itu terlihat menggelepar saat meregang nyawa.


'Akhirnya Damian mati. Tuan Jimmy, maafkan aku sudah membunuhnya. Ini pantas dia terima karena sudah mengkhianati Anda. Aku sendiri tidak terima dengan kematian Anda yang sudah mereka rencanakan itu,' batin Daniel.


Sandra yang melihat semua itu di depan matanya langsung shock tidak bisa bicara apa-apa lagi.


Danile berjalan ke arah Sandra. Dia mengambil pistol milik Damian lalu menembak borgol yang mengikat tangan istrinya pada tiang. Setelah itu tubuh Daniel langsung jatuh dan tidak sadarkan diri.


"Daniel!" Sandra langsung memeluk tubuh suaminya dan menangis histeris karena Daniel diam saja.


"Aku mohon buka matamu!" titah Sandra sambil menepuk-nepuk pipi Daniel.


***

__ADS_1


Apakah Daniel masih bisa selamat kali ini? Bagaimana reaksi Arthur saat tahu saudaranya mati di tangan Daniel? Ikuti terus kisah mereka, ya!


__ADS_2