Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 42. Sandra Hilang


__ADS_3

Bab 43


Daniel meringis kesakitan untungnya ada kantung balon pengaman sehingga kepalanya tidak membentur langsung ke stir mobil. Namun, berbeda dengan Sandra, dia dalam keadaan tidak sadarkan diri. Mungkin terlalu shock karena tidak terlihat ada luka pada kepala atau tubuhnya.


Dor! Dor! Dor!


"Aaaaa!"


Terdengar beberapa tembakan di luar sana. Daniel segera membuka sabuk pengamannya, juga sabuk pengaman yang melingkar pada tubuh Sandra.


Dia juga memasukan pistol ke sela punggung lalu keluar dari mobil dengan mengendap-endap. Ternyata melarikan diri dengan cara seperti ini sambil membopong tubuh sang istri membuatnya kesulitan.


Daniel melihat ada mobil milik Dilan dan beberapa anak buahnya. Dia pun berusaha menjauh dari area pertarungan dua kelompok ini. Laki-laki ini mengganti posisi menggendong Sandra di punggungnya dan pistol ke bagian perut. Meski agak susah juga karena terganjal perut Sandra yang sudah besar. Dia jadi serba salah cara membawa sang istri.


Daniel pun berlari ke balik pohon yang cukup besar untuk berlindung dari serangan musuh. Dia menyandarkan Sandra di sana sambil menunggu aksi baku tembak berhenti.


"Cari laki-laki dan wanita itu!" teriak salah satu anggota Black Eyes.

__ADS_1


Daniel pun bersiap menyerang jika ada yang berani mendekati istrinya. Sesekali dia melihat keadaan Sandra yang masih belum sadar. Namun, dia tetap fokus dengan keadaan sekitar. Apalagi baku tembak masih terjadi.


Drrrrrt! Drrrt! 


"Aaaaaaa!"


Terdengar suara pistol AK-47 yang pelurunya memberondong. Suara teriakan pun mengiringi bunyi pistol itu. Daniel semakin waswas, takut yang datang itu adalah kelompok Black Eyes dan semua kenalannya mati diterjang ratusan peluru.


"Tuan Daniel!" teriak seseorang.


Meski Daniel bisa mendengar ada suara yang memanggilnya, dia tidak lantas keluar dari persembunyiannya. Bisa saja itu jebakan untuk dirinya.


Daniel merasa lega karena keadaan Dilan baik-baik saja. Lalu, dia pun keluar dari tempat persembunyian.


"Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan orang-orang yang tadi mengejar-ngejar aku?" tanya Daniel begitu melihat temannya.


Dilan tersenyum sambil mengacungkan jempol. Semua musuh sudah dihabisi.

__ADS_1


Sandra langsung segera dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Dia tidak mau terjadi hal buruk kepada istri dan anaknya.


"Keadaan Nyonya saat ini dalam keadaan terguncang atau shock. Usahakan agar dirinya merasa tenang dan nyaman. Bayi yang ada di dalam perutnya pun dalam keadaan sehat dan kuat," ucap dokter wanita yang sudah memeriksa keadaan Sandra.


Daniel kini baru merasa agak tenang. Sejak tadi dia terus merasa ketakutan. Namun, dia berusaha untuk tenang karena tidak mau sampai salah mengambil tindakan jika pikiran kacau.


"Terima kasih, Dokter." Daniel pun membungkuk sebagai rasa penghormatan dan mengucapkan terima kasih.


Daniel merasa ingin buang air kecil, karena sejak tadi dia minum terus untuk menghilangkan rasa gugup dan gundah gulana. Menghadapi Sandra membuat dia merasa menjadi diri yang baru. Dulu dia tidak pernah takut saat menghadapi banyak musuh. Tidak takut mati apalagi terluka. Semua pekerjaan harus dia selesaikan dengan cepat tanpa memikirkan apa yang terjadi di luar sana.


Begitu keluar dari kamar mandi Daniel kehilangan sosok Sandra. Brankar dalam keadaan kosong dan sprei pun tidak terlalu acak-acakan. Namun, keadaan di sana sangat panas. Ini menunjukan kalau tempat itu belum lama ditinggalkan.


"Sandra! Sandra!" teriak Daniel sambil berlari ke luar dari ruang perawatan.


"Oh, tidak! Jangan sampai Sandra hilang."


***

__ADS_1


Ke mana perginya Sandra? Ikuti terus kisah mereka, ya!


__ADS_2