
Bab 69
Nathan mendatangi kamar rawat inap Baron. Kondisi orang itu masih memprihatinkan. Banyak sekali luka sayatan dan luka bakar di sekujur tubuhnya. Sepertinya laki-laki itu bungkam setiap ditanya dalam interogasinya. Hal biasa yang dilakukan oleh orang dari kalangan dunia bawah menyiksa lawan atau informan jika sulit mendapatkan jawaban sesuai dengan keinginan mereka. Tidak jarang orang-orang yang menjadi mata-mata atau agen ganda itu akan mendapatkan kekerasan fisik dan psikis dari pihak musuh. Namun, orang yang setia kepada tuannya akan tetap bungkam meski nyawa mereka menjadi taruhannya.
"Baron," bisik Nathan saat melihat temannya itu membuka mata.
Bola mata laki-laki itu bergulir ke samping kanan di mana Nathan sedang duduk menatapnya. Baron kemudian mengedipkan mata sebagai tanda jawaban dia merespon panggilannya. Dia tidak bisa berbicara yang kedua tangannya belum bisa digunakan karena mengalami patah tulang.
"Cukup dengarkan pertanyaan aku, lalu kamu jawab dengan mengedipkan mata. Satu kedipan berarti iya dan dua kedipan berarti tidak. Kamu paham?" tanya Nathan dan Baron mengedip satu kali.
"Kamu tertangkap oleh kelompok Black Eyes apa karena diculik?" tanya Nathan setelah meletakan kamera video yang merekam mereka berdua.
Baron pun berkedip satu kali. Saat dia pulang dari bar di waktu subuh, tiba-tiba ada yang membius dirinya. Begitu dia sadar dirinya sudah berada di suatu tempat asing, gelap dan bau pengap.
"Apa kamu ditangkap kelompok Black Eyes?" tanya Nathan dan Baron pun mengedip sekali.
__ADS_1
"Kamu diinterogasi oleh pihak mereka dan menyiksa dirimu ketik kamu tidak menjawab?" tanya Nathan dan Baron pun mengedipkan matanya sekali.
"Lalu, apa ada informasi penting yang sudah jatuh ke tangan mereka?" tanya Nathan dan Baron mengedipkan dua kali.
"Jadi, kamu tidak memberi tahu apa pun rahasia kepada mereka?" tanya Nathan dan Baron mengedipkan mata cuma sekali.
"Bagus. Mungkin setelah ini bar akan ditutup untuk sementara waktu. Biarkan orang-orang mereka tidak bisa melakukan transaksi seperti biasanya," ucap Nathan.
Sebenarnya identitas Baron adalah seorang mata-mata atau agen ganda. Dia merupakan seorang polisi yang menyusup ke dunia bawah. Hanya Daniel dan Dilan yang tahu akan hal itu selain atasan Baron. Laki-laki ini akan memberikan informasi kepada pihak polisi, dia juga akan memberi tahu informasi kepada Daniel atau Dilan. Meski secara pribadi Baron sudah berjanji akan membantu Daniel segenap jiwa dan raganya sebagai hutang nyawa keluarga dan juga dirinya.
***
"Ada zat racun di dalam darah milik Tuan Peter," ucap salah seorang laki-laki berjas putih.
"Racun apa itu?" tanya rekannya.
__ADS_1
"Tidak tahu, tapi ini sama berbahaya dengan racun arsenik," jawab orang tadi.
"Apa? Tapi mereka masih bisa bertahan sampai saat ini dan tidak mati." Laki-laki berkacamata itu sangat terkejut mendengar racun berbahaya seperti itu bisa masuk ke dalam tubuh seorang Peter.
"Kamu tahu sendiri kalau tubuh mereka itu pernah mendapatkan penawar racun. Jadi, sewaktu-waktu ada yang masuk ke dalam tubuhnya sudah kebal. Namun, racun sekarang ini lebih kuat dan sulit sekali dideteksi," ucap laki-laki berjas putih.
"Kita harus memberikan penanganan yang tepat agar tidak salah ambil keputusan saat melakukan pengobatan," tukas satu orang lagi.
***
Daniel tertidur dengan sangat pulas mungkin efek karena kelelahan. Lalu, di terbangun saat mendengar suara pintu di ketuk.
"Tuan Daniel, Guru Fang meminta Anda untuk segera menemuinya," ucap Ryu.
Daniel langsung bergegas menemui Guru Fang. Dia sudah menantikan hal ini.
__ADS_1
***