Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 43. Mengejar Sandra


__ADS_3

Bab 44


Daniel berlari menelusuri lorong rumah sakit. Dia yakin kalau Sandra masih berada di sekitar sana. Dia tidak sampai 7 menit meninggalkan sang istri, tadi.


"Tuan Daniel ada apa?" tanya seorang laki-laki muda yang datang menghampirinya.


Laki-laki ini terlihat menggunakan sebuah pin anggota Red Hair, yang berarti salah satu orang yang mengabdikan hidup dan mati untuk Osama. Meski Daniel tidak pernah kenal dengannya, tetapi melihat adanya pin itu sudah merupakan tanda kalau orang ini adalah utusan dari ayahnya.


"Istriku hilang, cepat cari!" perintah Daniel to the poin.


Laki-laki itu lalu bergegas pergi. Ternyata dia membawa beberapa orang bersama dengannya. Daniel pun tidak mempermasalahkan hal itu, yang penting sekarang adalah untuk menemukan Sandra. 


Cara tercepat adalah dengan meretas kamera cctv rumah sakit. Daniel ketularan Nathan yang tidak suka berpikir rumit. Kalau ada cara mudah dan cepat, kenapa harus menggunakan cara lain. Sebenarnya membobol sistem keamanan itu merupakan tindak kejahatan karena tanpa izin. 


Daniel sudah berhasil masuk ke server milik rumah sakit. Lalu, dia mencari rekaman cctv yang ada di lantai 5 dan kamar sisi kanan paling pojok. Terlihat ada dua orang memakai seragam perawat rumah sakit masuk ke ruang perawatan di ruang sebelah. Lalu, beberapa menit kemudian keduanya masuk ke ruang rawat Sandra sambil membawa kursi roda dan tidak lama kemudian mereka keluar sambil membawa Sandra yang ditutupi oleh selimut serta masker di wajahnya.

__ADS_1


Kini rekaman beralih ke bagian parkir dan kedua orang itu memasukan Sandra ke sebuah mobil SUV berwarna hitam. Daniel langsung menulis nomor plat mobil dan langsung mengirimkan ke nomor Dilan dan Nathan. Sebenarnya kalau mau cepat dia kirim ke nomor Marco agar mengerahkan anggota Red Hair. Namun, dia berpikir kalau dia melakukan pergerakan yang mencolok akan memicu pihak musuh untuk berbuat sesuatu yang bisa mencelakakan Sandra dan calon bayi mereka.


Daniel pun segera memerintahkan Nathan untuk mencari ke arah mana mobil itu pergi. Tanpa dia sadari kalau laki-laki tadi yang merupakan anggota Red Hair mengikuti secara diam-diam dan dia juga menghubungi Marco.


Mobil yang dikendarai oleh Daniel membelah jalanan ibu kota menuju ke kota pinggiran. Nathan sudah mengirim GPS yang berhasil di lacak melalui kalung yang dipakai oleh Sandra. 


Daniel menghentikan mobilnya agak jauh dari titik yang diduga keberadaan Sandra. Dia berjalan diam-diam ke arah sana. Tempat itu merupakan pinggiran hutan dan ada sebuah bangunan bekas pabrik pemotongan kayu. Daniel berhasil masuk ke area bekas pabrik. Dia mencari jalan untuk masuk ke sana. Namun, sekeliling bangunan itu terdiri dari dinding tembok yang tinggi dan hanya ada kotak-kotak kecil yang banyak berjajar dibagian dinding atas sebagai ventilasi udara.


"Bagaimana?" tanya Dilan berbisik begitu dia sampai di sana.


"Kalau begitu kita pancing mereka untuk keluar," kata Nathan memberikan ide.


"Kita tidak tahu ada berapa banyak orang di dalam. Tujuan mereka melakukan itu juga apa?" tanya Daniel kepada Nathan.


"Bodoh. Tentu saja untuk memancing kamu. Mereka berpikir kalau kamu pasti akan datang jika Sandra mereka jadikan sandera. Tujuan utama mereka adalah kamu, Daniel," jawab Nathan sambil menepuk bahu sang sahabat.

__ADS_1


Daniel juga sudah tahu itu, kalau dirinya adalah target utama mereka. Namun, kenapa juga meski lewat Sandra yang sedang hamil besar. Kalau memang mereka benci dan ingin melenyapkan dirinya, langsung saja. Menurut dia dengan menjadikan sandera seorang wanita atau anak-anak itu adalah perbuatan pecundang atau pengecut.


Tidak lama kemudian datang beberapa mobil ke depan pabrik kayu itu. Tentu saja Daniel dan yang lainnya menjadi sangat terkejut.


"Siapa mereka?" tanya Dilan dengan wajahnya yang terlihat terkejut dan terheran.


Daniel sudah salah langkah sekarang. Dia tidak membawa banyak senjata dan peluru. hanya ada satu pistol itu juga entah tinggal berapa biji peluru di dalamnya.


"Apa kalian sudah siap mati?" tanya Daniel.


"Eh?" Dilan dan Nathan terperangah.


***


Siapakah musuh yang datang ke sana? Ikuti terus kisah mereka, ya!

__ADS_1


__ADS_2