
Bab 116
Sandra tidak bisa tidur malam ini. Dia terus mengkhawatirkan keadaan Daniel. Wanita itu berharap suaminya segera pulang dalam keadaan selamat tidak kurang sedikit pun. Lisa, sudah menyuruh untuk beristirahat, tetapi wanita hamil itu tidak mau.
Di sampingnya ada Dian yang juga sama sedang hamil besar. Kedua wanita itu gelisah tidak sabar untuk mendengar kabar bahagia yang akan dibawa oleh kelompok Red Hair.
"Hei, tempat ini sudah dijamin aman, 'kan?" tanya Nathalie kepada Lisa.
"Iya. Kenapa?" Lisa balik bertanya.
"Aku curiga dengan kedatangan beberapa mobil yang sedang menuju ke sini," jawab Nathalie yang melihat lewat teropong.
Mendengar itu Lisa langsung berjalan cepat lalu merebut teropong di tangan Nathalie. Dia melihat ada banyak mobil asing sedang mendekat ke villa.
"Kalian semua bersiap! Kita kedatangan tamu tak diundang." Lisa memberi perintah lewat earphone kepada semua penjaga di villa itu.
Sandra dan Dian pun langsung berdiri. Mereka sedikit terkejut mendengar perintah Lisa barusan. Hal ini sudah diperhitungkan oleh Marco. Makanya Nathalie dan Lisa diperintahkan untuk menjaga Sandra.
"Nona, Anda bisa masuk ke kamar yang sudah disiapkan," ucap Lisa.
"Aku akan menyamar jadi dirimu," ucap Dian.
Tentu saja Sandra tidak setuju dengan ide Dian. Bagaimanapun juga dia adalah temannya. Orang yang dititipkan oleh Delon kepada suaminya.
"Aku–"
"Mereka datang ke sini untuk mengincar dirimu," ujar Dian mengingatkan Sandra.
"Tidak! Pokoknya aku tidak akan mengizinkan kamu menyamar menjadi diriku. Daniel juga sudah menolak ini!" bantah Sandra dengan berteriak.
Lisa dan Nathalie saling memberi kode, lalu keduanya menarik paksa Sandra dan memasukan ke sebuah kamar rahasia. Sementara itu, Dian memakai rambut palsu yang sama dengan rambut milik istri Daniel itu.
Semua orang sudah bersiap menyambut kedatangan tamu tidak diundang itu. Senjata dan beberapa perangkat yang ada di villa sudah di setting dengan baik.
__ADS_1
Boom!
Terdengar suara ledakan dari kejauhan. Itu adalah ranjau yang dipasang sekitar satu kilometer dari villa. Ini menunjukkan kalau jarak musuh sudah sampai sana.
"Bersiap di tempat masing-masing!" perintah Lisa.
Komando pertahanan di villa berada di bawah perintah Lisa. Meski wanita itu sudah tua, tetapi kemampuan dan intuisinya masih hebat. Dia sudah menyiapkan dua senjata andalannya dan beberapa kotak amunisi.
Nathalie pun melakukan hal yang sama. Wanita ini kembali melihat ke arah jalanan untuk memeriksa ada berapa mobil yang masih selamat dan akan datang ke villa.
Boom!
Ranjau kedua yang jaraknya sekitar 500 meter telah meledak. Disusul suara ledakan kembali yang menandakan ada mobil yang menyusul meledak juga.
"Ada sekitar tujuh mobil yang selamat dan sebentar lagi sampai ke villa," ucap salah seorang anak buah Red Hair yang bertugas mengawasi di luar villa.
Dor! Dor! Dor!
Boom! Duar!
Terdengar dua kali ledakkan di pintu gerbang villa karena mendapat serangan dari granat yang dilemparkan oleh anggota kelompok Black Eyes. Mereka pun akhirnya bisa masuk ke kawasan villa.
Dor! Dor! Dor!
DOR! DOR! DOR!
Terjadi baku tembak di depan pintu gerbang antara anggota kelompok Black Eyes dengan Red Hair. Ketika sedang suasana kacau oleh pertempuran terdengar suara helikopter dan terlihat banyak orang yang terjun turun lewat tali. Mereka yang baru datang pun langsung memberondong peluru kepada anggota Red Hair.
"Bala bantuan musuh datang lewat helikopter!" Lapor salah seorang anggota Red Hair.
Lisa yang berada di lantai atas melihat itu mengambil sebuah senapan Gepard GM6 Lynx (senjata yang disamakan dengan howitzer karena kekuatan penghancurnya yang luar biasa, meskipun beratnya lebih dari 10 kg dan panjangnya kurang dari 1,2 meter. Dibuat di Hungaria, senapan sniper Gepard GM6 Lynx adalah senapan semi-otomatis dengan jangkauan 2 km). Wanita itu menembak ekor dan badannya. Helikopter pun langsung meledak dengan suara yang sangat keras di udara, lalu serpihan-serpihan jatuh di halaman villa.
Melihat itu Nathalie bertepuk tangan dan memujinya. Wanita itu sangat kagum dengan kehebatan Lisa.
__ADS_1
"Kamu jangan lengah. Lihat musuh sudah berhasil masuk sebagian," ucap Lisa karena mendengar suara baku tembak di lantai satu.
Lisa dan Nathalie pun ikut bergabung melawan kelompok Black Eyes. Mereka melancarkan serangan sambil berlindung di balik dinding. Kelompok Black Eyes yang datang ke villa ternyata cukup banyak juga.
"Cari wanita hamil itu dan pastikan dia mati!" teriak seorang wanita memberi perintah.
Mendengar suara itu Nathalie pun berlari keluar dari persembunyiannya dengan membungkuk. Dia tidak percaya dengan pendengarnya, makanya ingin memastikan dengan kepala matanya sendiri.
Terlihat ada seorang wanita yang memakai pakaian serba hitam. Berlari sambil menembaki anggota Red Hair. Orang itu naik ke lantai atas masih dengan kedua pistol di tangannya.
Dor! Dor!
DOR! DOR!
Nathalie pun mengarah tembakannya ke arah tangan wanita itu. Dari dua tembakan yang diarahkan kepadanya satu yang berhasil mengenai sasaran dan membuat pistol itu jatuh terlempar. Dia pun mengerang kesakitan, tetapi langsung melancarkan serangan balasan kepada kembarannya Nathan.
"Aku tidak menyangka kalau kamu masih hidup. Benar kata Daniel kalau orang yang bersama dengannya di villa saat pesta itu bukanlah kamu, Maria!"
Maria pun tertawa keras karena laki-laki yang bersama dengannya menghabiskan liburan di Pulau Coral itu adalah anak dari musuh kelompoknya. Sebenarnya dia tidak percaya awalnya saat Ken mengatakan kalau Danielo adalah Daniel, anaknya Osama. Namun, untuk berjaga-jaga dia memanggil orang yang sering menggantikan peranan dirinya jika keadaan sedang mendesak.
"Ternyata aku menganggap remeh kalian semua, ya?" Maria tersenyum mengejek.
"Sebenarnya aku sudah tahu kalau kamu punya stuntman (pemeran pengganti) yang sering menggantikan posisi kamu jika sedang berhadapan dengan publik, apalagi setiap ada acara konferensi pers. Mungkin orang lain mudah kamu tipu, tetapi Daniel memiliki insting yang tajam. Aroma bau tubuh dan aura tubuh kamu berbeda dengan stuntman itu. Makanya Daniel tahu kalau orang yang ada di pesta itu bukan kamu yang asli," jelas Nathalie.
"Wah, ternyata aku tidak salah jatuh cinta kepada orang hebat. Dengan begini aku semakin punya tujuan kuat untuk membunuh Sandra, agar laki-laki itu jadi milikku," ucap Maria tertawa dengan tatapan merendahkan Nathalie.
Dor! Dor!
Adik Nathan yang emosi pun langsung menembakkan beberapa peluru ke arah Maria. Namun, wanita itu berusaha menghindar sambil melancarkan serangan kepada Nathalie.
***
Maria masih hidup. Akankah kali ini dia akan benar-benar mati? Ikuti terus kisah mereka, ya!
__ADS_1