
Bab 64
Boom!
Mobil milik Marco meledak karena bom yang tertanam di kolong kendaraan itu. Saking besarnya kekuatan ledakan sampai kendaraan itu terlempar dari tempatnya semula.
Marco yang menyadari adanya benda asing itu sempat melompat lalu berguling saat ledakan itu terjadi. Tubuh dia mengalami luka ringan meski terkena hawa panas dari bom tadi.
"Tuan Marco!" teriak beberapa orang di sana yang menyaksikan ledakan besar itu.
"Aku baik-baik saja!" balas Marco sambil meringis karena luka-luka itu menimbulkan rasa sakit dan perih.
Tim keamanan langsung memadamkan api dari mobil itu. Marco pun dibawa ke ruang kesehatan. Kebetulan dokter jaga masih ada di sana. Dia mendapatkan pertolongan pertama sebelum pergi ke rumah sakit.
***
Meski Daniel tidak mematikan handphone miliknya, tidak ada seorang pun yang memberi tahu kekacauan yang diperbuat oleh Peter di depan gedung kantor perusahaan miliknya dan milik Osama. Dia sedang menikmati makan malam romantis bersama Sandra. Pihak hotel sudah menyiapkan paket honeymoon untuk pasangan suami istri ini.
"Makan yang banyak. Aku sengaja meminta pihak hotel untuk menggunakan semua bahan makanan yang organik," ucap Daniel sambil menyuapi Sandra untuk mencoba brokoli dengan jamur.
__ADS_1
"Semenjak hamil aku makan banyak sekali, tetapi kenapa tubuh aku masih kurus, ya? Sementara Dina tubuhnya langsung berubah besar dan berisi," tanya Sandra.
"Tiap orang berbeda-beda. Mau tetap kurus atau berubah menjadi montok itu tidak masalah. Yang penting kamu dan bayi kita sehat," ujar Daniel. Kali ini dia mengusap sudut bibir Sandra yang belepotan oleh bumbu.
Sandra paling suka akan perlakuan Daniel kepadanya. Meski harus dipancing dulu, suaminya itu tipe orang yang suka memberikan perhatian meski kadang terlihat cuek. Teman-teman yang sudah lama mengenal Daniel pasti akan bicara seperti itu juga.
"Setelah makan malam aku ingin jalan-jalan sebentar sebelum kembali ke kamar," kata Sandra dan tentu saja disetujui oleh Daniel.
"Tapi, sebentar. Angin malam tidak baik untuk ibu hamil," tukas Daniel dan Sandra pun mengangguk.
Pasangan suami istri itu jalan-jalan di halaman hotel. Kebetulan bangunan itu dikelilingi oleh taman dan ada restoran outdoor. Sandra dan Daniel berjalan sambil saling merangkul. Mereka memberikan kehangatan satu sama lainnya.
"Aku ingin memberikan ini untukmu," ucap Sandra sambil mengeluarkan sebuah kotak dari tas tangannya.
Tidak bisa dipungkiri kalau saat ini Daniel merasa senang karena mendapatkan hadiah dari Sandra. Biasanya sang istri akan memberikan sesuatu yang indah untuk dikenang. Seringnya wanita ini menjadikan dirinya sendiri sebagai hadiah kepada Daniel dengan berpenampilan cantik dan seksi. Tentunya tidak akan bisa ditolak oleh laki-laki itu.
"Buka saja!" titah Sandra dengan senyum jahilnya.
Maka Daniel pun membuka dengan perlahan. Di dalam kotak itu ada sebuah kalung yang memiliki liontin. Senyum Daniel mengembang saat melihat di dalamnya ada foto dia dengan Sandra.
__ADS_1
"Aku ingin kamu selalu mengingat aku di mana pun dirimu berada. Lalu, jangan lupa kalau ada aku dan anak kita yang selalu menunggu kepulangan dirimu di rumah," jelas Sandra kenapa dia memberikan kalung berliontin itu kepada Daniel.
Begitu Sandra selesai bicara Daniel mencium bibir ranum yang sangat menggoda itu dengan mesra. Laki-laki itu berjanji dalam hatinya untuk segera pulang begitu dia berhasil melatih kembali kemampuannya itu.
"Terima kasih, Sayang. Aku semakin mencintaimu. Mana mungkin aku akan melupakan wanita yang berharga dalam hidupku juga buah cinta kita ini," ucap Daniel begitu tautan bibir mereka terlepas.
Malam itu mereka habiskan untuk mengarungi surga dunia layaknya pengantin baru. Berbagi peluh dan perasaan. Sebab, keesokan harinya Daniel akan pergi menuju Pegunungan Mugen.
***
Osama memasuki ruangan aula di mana anak buah kepercayaan berkumpul. Ada 12 orang yang menduduki kursi miliknya sesuai nama yang tertera. Di belakang mereka ada asisten masing-masing berdiri dengan tegap. Mereka mengadakan rapat dadakan karena akan membahas kejadian sore tadi.
"Aku rasa kalian sudah tahu kenapa kita semua berkumpul di sini," ucap Osama memulai pertemuan ini.
Semua ketua divisi kelompok Mafia Red Hair itu diam mendengarkan perkataan ketua pimpinan mereka. Meski keadaan Osama di atas kursi roda, tidak ada seorang pun dari mereka meragukan kekuatan dan kemampuan laki-laki ini.
"Sepertinya musuh ingin merasakan kembali kekuatan kita. Mereka mengira kalau kita yang sekarang ini dalam keadaan lemah. Mari kita tunjukan kepada mereka siapa kita sebenarnya!" Suara Osama begitu nyalang di ruangan itu.
Semua di ruangan itu setuju dengan ucapan Osama. Mereka akan membalaskan kematian salah satu teman yang tadi mati dibunuh oleh kelompok Black Eyes.
__ADS_1
***
Apakah Osama akan memberikan serangan ke kelompok Black Eyes? Ikuti terus kisah mereka, ya!