Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 86. Kedatangan Maria


__ADS_3

Bab 86


Kesehatan Peter sudah semakin membaik. Dia belum tahu kalau banyak anggota kelompoknya yang meninggal semalam karena melakukan penyerbuan kepada kelompok Red Hair yang sedang berjaga.


"Nikolas ke mana? Seharian ini tidak terlihat batang hidungnya!" tanya Peter dengan nada kesal.


Dokter yang bertugas memantau perkembangan kesehatan Peter, hanya bisa diam saja. Dia juga tidak tahu ke mana Nikolas pergi. Biasanya pagi-pagi sudah datang dan menanyakan perkembangan kesehatan atasannya. Namun, hari ini tidak muncul meski hari sudah lewat tengah hari.


"Mungkin dia sedang sibuk oleh urusan kantor, Tuan." Dokter jaga itu menjawab dengan formal.


Peter pun jadi terdiam. Pikirannya kini melanglang buana, memikirkan bagaimana cara agar untuk menghancurkan kelompok Red Hair. Musuh bebuyutan dia sejak masih muda.


Terdengar handphone milik dokter berbunyi. Seorang penjaga di ruang resepsionis ada seseorang yang ingin bertemu dengan Peter.


"Lakukan pemeriksaan yang ketat. Jangan sampai orang asing masuk ke sini!" perintah dokter berkepala botak.


"Ada apa?" tanya Peter sambil memperhatikan laki-laki berjas putih.


"Ada seorang perempuan yang ingin menemui Anda, Tuan. Dia mengaku sebagai putri Anda," jawab dokter dengan tatapan heran.


'Maria!' 

__ADS_1


Peter merasa sangat bahagia karena putrinya datang menjenguk. Selama ini mereka jarang bertemu dan jika bertemu harus sembunyi-sembunyi. Berkecimpung di dunia gelap itu sudah menjadi resiko.


Seorang perempuan cantik diikuti oleh seorang laki-laki berbadan tinggi kekar dengan muka datar.


"Papa!" 


Maria berlari ke arah brankar tempat Peter berada saat ini. Wanita itu memberikan pelukan hangatnya kepada sang ayah. Keduanya saling tersenyum lebar menandakan kebahagiaan.


"Akhirnya aku bisa menemui Papa. Penjagaan di sini ketat sekali," kata Maria mengadu.


Peter pun hanya mengusap-usap pipi putrinya. Mata dia berkaca-kaca karena masih bisa melihat orang yang dia sayangi.


"Mereka tidak percaya saat aku bilang aku ini putri Papa. Kesal juga rasanya," ucap Maria mengadu.


"Kan, mama kamu sendiri yang tidak membolehkan papa mengungkap identitas kamu, Sayang. Padahal papa akan sangat senang memperkenalkan dirimu kepada dunia, kalau seorang desainer dan aktris terkenal Maria Gu adalah putri aku," ujar Peter sambil tersenyum.


Pertemuan ayah dan anak itu sangat menyenangkan bagi keduanya. Peter dan Maria tidak tahu kalau ada anggota keluarga mereka yang sedang berusaha keluar dari gedung apartemen yang di jaga ketat oleh aparat keamanan pemerintah. Alessio terperangkap di salah satu kamar milik seseorang yang tidak diketahui pemiliknya.


"Kenapa penjagaan sekarang lebih ketat dibandingkan semalam?" Alessio memperhatikan jalanan yang dibawah lewat jendela kaca yang lebar.


Mobil patroli, anggota polisi dan tentara, ambulans yang bolak-balik membawa mayat. Bisa dilihat kalau kekalahan telak berada di kubu kelompok Black Eyes. Tentu saja ini sangat merugikan dan memalukan bagi kelompok Peter.

__ADS_1


"Tentu saja, Tuan. Ini karena adanya pertarungan dua kelompok mafia di saat ada tamu negara yang sangat penting menginap tidak jauh dari sini," jawab sang asisten.


"Iya, benar juga. aku sampai lupa," ucap Alessio.


***


Nikolas berhasil menyusup ke luar gedung apartemen dengan menyamar menjadi mayat. Dia melumuri baju dan bagian badannya dengan darah milik korban. Para petugas medis membawa mereka tanpa mengecek apakah masih hidup atau sudah mati.


Saat ini Nikolas sudah dibawa masuk ke kamar mayat. Biasanya kelompok mafia akan menebus jasad para anggotanya yang dianggap penting dan membiarkan anggota yang biasa saja. Nanti akan digunakan untuk penelitian mahasiswa kedokteran atau ilmuan yang membutuhkan.


Setelah memastikan tidak ada penjaga di dalam ruangan itu. Nikolas dengan cepat ke luar dari kamar mayat. Dia pun masuk ke ruang laundry untuk mencuri baju seragam perawat. Tidak mungkin bagi laki-laki itu berkeliaran di sana dengan baju penuh darah.


"Awww, aku harus segera mencari dokter untuk mengeluarkan beberapa peluru," gumam Nikolas sambil melihat luka yang sudah dibalut potongan kain olehnya semalam.


Terdengar suara langkah mendekat ke ruangan laundry. Nikolas pun menjadi waspada. Dia memikirkan tempat untuknya bersembunyi.


'Di mana aku harus bersembunyi?' batin Nikolas dengan mata yang beredar mencari tempat yang bisa dijadikan tempat persembunyian.


***


Apakah Alessio bisa lolos melarikan diri dari gedung apartemen? Bagaimana perkembangan latihan Daniel? Ikuti terus kisah mereka, ya!

__ADS_1


__ADS_2