
Bab 91
"Kenalkan ini Nona Maria pemilik perusahaan De Mode Maria," ucap Ken.
Maria yang berdiri tersenyum manis kepada Daniel. Lalu, wanita itu mengulurkan tangan kepada suaminya Sandra ini. Namun, malah Tom yang menyambut uluran tangan itu dengan penuh antusias.
"Kenalkan aku, Tomy. Senang sekali bisa bertemu dengan Anda, Miss Maria!" ucap Tom dengan heboh dan mengundang perhatian para pengunjung restoran.
Mau tidak mau Maria pun membalas ucapan Tom. Meski sesekali matanya melirik kepada Daniel.
"Dia itu punya penyakit yang sering merasa tidak nyaman jika bertemu dengan orang baru. Kecuali, jika sudah sering bertemu, maka dia akan begitu loyal kepadanya," bisik Tom.
"Jika, Miss Maria ingin bekerja sama dengan Tuan Danielo, maka harus sering berinteraksi tanpa lelah dengannya," lanjut Tom berbisik ala-ala wanita bergosip.
Maria pun mengangguk. Dia merasa tertarik kepada Daniel, karena mengingatkan kepada mantan kekasih terindahnya.
Sebelum menyamar Daniel melakukan riset dahulu semua tentang Maria. Baik itu kebiasaan, hal yang disukai atau tidak disukai oleh calon targetnya. Makanya, Daniel berdandan seperti itu agar bisa meniru kekasih atau cinta pertama wanita itu.
"Halo, Maria. Salam kenal aku, Danielo," Daniel sambil menampilkan senyuman terbaiknya yang kata Sandra dan teman-temannya bikin meleleh.
__ADS_1
Sepertinya hal ini berlaku juga kepada Marsha. Wanita itu terlihat merona dan kerlingan matanya mengisyaratkan rasa ketertarikannya kepada Daniel.
Mereka berlima pun akhirnya makan bersama sambil membicarakan kerja sama. Untuk menunjang penyamarannya ini, Daniel rela mengeluarkan uang banyak untuk membeli saham salah satu pabrik garmen dan beberapa butik. Jaga-jaga kalau perusahaan itu dilacak oleh orang-orang dari kelompok Black Eyes. Jika, siap bertempur maka semua persiapan pun harus dipikirkan masak-masak.
"Aku tidak begitu mengerti akan fashion. Makanya aku memerlukan orang-orang yang ahli di bidang ini," ucap Daniel dengan jujur.
Maria sangat menyambut baik permintaan Daniel untuk menanamkan modal di perusahaan milik putrinya Peter ini. Sebagai gantinya, wanita itu ingin selama terjalin kontrak di antara mereka, laki-laki itu harus bisa selalu siap sedia jika Maria memanggilnya.
"Baiklah jika itu keinginan Anda. Kalau boleh tahu Anda tinggal di mana? Jika di apartemen itu masih ada unit yang kosong, maka aku akan sewa di sana. Biar tidak memakan banyak jadwal belajar," kata Daniel.
Ken pun mencari tahu kalau ada beberapa unit yang kosong. Maka Daniel, Nathalie, dan Tom ikut menyewa di sana. Maria dan Ken tidak menaruh rasa curiga.
***
"Kenalkan ini Papa aku bersama asisten kepercayaannya," kata Maria sambil merangkul lengan Peter.
Betapa terkejutnya Daniel, Nathalie, dan Tom saat kehadiran dua orang itu di sana. Ketiganya pura-pura tidak mengenal secara pribadi, hanya tahu apa yang diberitakan kepada umum lewat majalah atau televisi.
"Senang bisa bertemu dengan Anda, Tuan Peter," ucap Daniel dan Tom hampir bersamaan.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka kalau Tuan Peter itu adalah papanya Maria," ucap Nathalie dengan terkagum-kagum.
"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda secara langsung," lanjut Daniel dengan suaranya yang riang.
"Saya juga senang bertemu dengan kalian semua," balas Peter.
Daniel tidak akan menyia-nyiakan kesempatan langka ini agar bisa menjadi orang yang dinilai baik oleh Pete. Bahkan dia menawarkan kerja sama juga kepada ketua Black Eyes. Putra Osama ini bersikap begitu hormat kepada laki-laki itu dan membuatnya senang.
"Untuk saat ini semua urusan perusahaan aku serahkan kepada Nikolas karena kondisi tubuh aku tidak memungkinkan untuk bekerja . Berbicaralah dengannya biar dia yang memutuskan," ucap Peter setelah mendengar banyak pujian dari Daniel.
Nikolas sepertinya kurang suka dengan Daniel dan Tom. Dia merasa ada rasa kejanggalan dari tatapan keduanya. Namun, dia tidak bisa membantah keinginan tuannya.
"Baiklah, Tuan Danielo. Setelah membaca proposal yang Anda ajukan ini, saya sangat tertarik. Mungkin besok Tuan sudah bisa mendatangi perusahaan kami untuk membicarakan kerja sama ini jelas lagi," kata Nikolas.
Mereka sangat terkejut dan tentu saja hal ini membuat ketiga orang itu merasa senang. Langkah pertama mereka berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.
"Tetap berhati-hati, mereka belum bergerak mencari informasi tentang kita," bisik Daniel kepada Maria dan Tom.
"Benar. Yang patut di waspadai untuk saat ini adalah Nikolas dan Ken. Dua laki-laki itu instingnya sahat kejam," balas Tom.
__ADS_1
***
Apakah penyamaran Daniel dan teman-temannya akan cepat terbongkar atau terjaga rahasianya? Ikuti terus kisah mereka, ya!