Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 103. Bersiap-siap


__ADS_3

Bab 103


Marco melihat Daniel sedang bersama Maria. Dia tidak berani mendekati mereka karena takut wanita itu mengenalinya meski sudah menyamar. Jadinya, dia hanya bisa mengawasi dari kejauhan.


Sambil jalan-jalan di kawasan wisata itu, mata Daniel mengedar ke sekeliling untuk memastikan seberapa banyak dan siapnya orang-orang Red Hair. Laki-laki itu meminjam pensil ke salah seorang pegawai restoran saat pura-pura pergi ke toilet. Dia pun menulis beberapa informasi penting di dalam kamar mandi.


Saat melihat Daniel pergi meninggalkan Maria, dengan cepat Marco mengikutinya. Dia menunggu tuannya keluar dari toilet pria.


Tanpa bicara apa-apa kedua tangan mereka saling bertautan sejenak untuk menyerahkan informasi penting. Marco masuk ke dalam bilik, setelah membaca semua yang tertulis di tisu, dia pun membuangnya ke dalam saluran pembuangan.


Sementara itu, Daniel segera menghampiri Maria. Dia tidak mau kalau wanita itu sampai curiga lebih dalam kepadanya. 


Setelah puas bermain di tempat wisata itu, Daniel dan Maria kembali ke villa. Rencananya tinggal satu jam lagi mereka akan kembali ke pulau utama.


Daniel merasa keadaan kamar tempat dia menginap agak berbeda dan merasakan ada aroma dari bau tubuh seseorang. Laki-laki itu memejamkan matanya mencoba konsentrasi untuk mengetahui bau badan milik siapa yang tertinggal di sana.


"Aku bisa mencium ada empat bau aroma tubuh yang berbeda," gumam Daniel.


Lalu, dia pun membuka beberapa tempat yang mungkin saja dijadikan tempat untuk menyembunyikan sesuatu. Daniel juga memeriksa koper miliknya dan benar saja, keadaan barang-barang di dalam menjadi sedikit acak-acakan.

__ADS_1


"Berani-beraninya mereka menggeledah barang milikku!" Daniel merasa geram.


Untungnya tidak ada barang yang penting. Juga tidak ada hal yang bisa dijadikan informasi penting darinya.


"Tulisan mama," gumam Daniel.


Dia pun memeriksa kertas berisi tulisan Diana yang dia simpan di salah satu saku celananya. Setelah diperiksa ternyata kertas itu tidak ada di tempatnya.


"Si*al!" umpat Daniel.


Laki-laki itu memilih diam dan tidak mengatakan kalau ada yang menyusup ke dalam kamarnya dan mengobrak-abrik barang miliknya. Jika dia melakukan hal itu akan sangat berbahaya bagi dirinya juga. Identitas asli dirinya akan ketahuan.


"Dan, apa kamu sudah siap?" tanya Maria.


"Aku sudah siap!" jawab Daniel.


Mereka pun pergi menuju helikopter. Tiba-tiba saja kendaraan itu meledak dan membuat semua orang terkejut oleh suara ledakan yang sangat keras itu.


Ken langsung memeluk Maria untuk melindungi dirinya. Semua orang yang ada di sana bersiaga, karena mereka berpikir ada musuh di daerah mereka.

__ADS_1


"Sepertinya ada penyusup!" teriak salah seorang anggota Black Eyes.


"Waspadalah kalian semua!" teriak para petinggi yang kebetulan ada di pulau ini.


Maria benar-benar terkejut sebab, jika tadi dia langsung pergi tanpa menunggu Daniel, pasti dirinya sudah duduk manis di helikopter dan menjadi korban ledakan.


Orang-orang yang ada di sana mengeluarkan senjata api masing-masing dan masih bersiaga mengawasi keadaan disekitarnya. Mereka tidak segan-segan menembakkan peluru ke arah yang dicurahkan olehnya. Entah emang benar musuh atau bukan, jika menurutnya mencurigakan maka bersiaplah untuk diberikan hukuman.


Dor!


Dor!


Ada dua orang yang menembak dua orang yang berdiri di dekat dinding seakan sedang bersembunyi. Daniel tidak mengenal dua sosok yang menjadi korban penembakan itu. Dia yakin kalau mereka adalah penduduk asli pulau ini.


"Nona Maria, kita kembali ke villa dahulu. Jika keadaan sudah aman, kita bisa pulang," ucap Ken sambil berdiri menunduk di depan Maria.


Daniel pun meminta Maria untuk kembali ke villa karena memang keadaan di sana itu sedang kacau saat ini. Mobil pemadam kebakaran baru datang bersamaan dengan mobil ambulance.


"Seperti dugaan kita, kalau ada musuh yang menyusup ke sini. Nyawa Nona Maria sedang dipertaruhkan," ujar Ken sambil menatap sinis ke arah Daniel.

__ADS_1


***


Apakah identitas Daniel akan ketahuan? Bagaimana penyusupan kelompok Red Hair ke dalam markas Black Eyes untuk mencari sisa emas batangan dan beberapa peti senjata yang siap dijual? Ikuti terus kisah mereka, ya!


__ADS_2