
Bab 51
Peter sedang mencoba menggoyangkan perusahaan yang dipimpin oleh Daniel. Dia tahu kalau lawannya ini sedang dalam keadaan sekarat. Laki-laki tua itu ingin membalas dendam karena dulu perusahaan miliknya dibuat goyah oleh Daniel. Untung dia bisa mendapatkan emas satu peti. Lalu, dengan menggunakan uang hasil penjualan emas ke beberapa perusahaan pembuat emas di seluruh dunia, tentu saja dia mendapatkan uang yang banyak dalam waktu singkat. Ini menjadi tambahan untuk modal di tengah krisis ekonomi global.
Untungnya Daniel mempunyai karyawan yang kompeten. Selain itu dia juga kadang dipantau oleh Tony, asisten Jimmy Li yang masih setia bekerja di perusahaan milik keluarga Li. Laki-laki itu akan membantunya jika terjadi sesuatu di perusahaan. Tony yang sudah tahu tentang keadaan Daniel pun menemui rekan kerja di perusahaan Daniel dan membahas hal ini sama-sama. Mereka berharap apa yang sudah Daniel percayakan kepada mereka menjadi sia-sia dan jangan sampai hancur.
"Cari pemodal dari kawasan Timur Tengah. Mereka akan memberikan berapapun yang kita butuhkan, jika proposal sudah disetujui oleh pihak mereka," kata Tony kepada seorang direktur dan manager pemasaran dari perusahaan Daniel.
"Baiklah, Tuan Tony. Terima kasih sudah membantu kami. Semoga saja kita semua di sini bisa memajukan perusahaan dan tidak membuat kecewa Tuan Daniel," ucap laki-laki bertubuh gempal.
***
Sementara itu Daniel sedang menjalani masa pemulihan pasca operasi ginjal. Dia belum mengetahui akan kematian Dilan. Semua orang belum memberi tahu keadaan sahabatnya itu, hal ini karena kondisi dia harus dalam keadaan tenang baik secara emosi, pikiran, dan mentalnya. Jika, sudah sembuh mereka baru akan memberi tahukeadaan semuanya.
Saat Daniel bertanya keadaan kedua sahabatnya, selalu di jawab dalam baik dan menjalani perawatan di rumah sakit lain. Daniel juga harus menjalani perawatan sampai sembuh, baru nanti bisa menjenguk.
Nathan sebenarnya satu rumah sakit dengan Daniel, tetapi belum diizinkan untuk bertemu demi sampai keadaan pulih.
__ADS_1
"Daniel, kamu harus cepat sembuh, ya! Aku tidak mau saat melahirkan nanti kamu tidak berada bersama kami," pinta Sandra kepada suaminya.
Daniel mengangguk sambil tersenyum tipis. Dia juga ingin melewati moment ini bersama istrinya. Bahkan kalau diizinkan dia ingin merekam saat-saat bayi itu lahir.
"Aku selalu merasa tenang jika ada dekat kamu di sisiku," ucap Sandra dengan jujur.
Daniel tertawa kecil karena mengingat Sandra setahun yang lalu masih suka galak dan marah-marah kepadanya. Siapa tahu dengan seiring berjalannya waktu semua berbalik. Kini wanita itu begitu mencintai dan tidak mau kehilangan dirinya.
"Begitu juga dengan aku. Hati dan pikiran aku akan merasa lebih tenang jika kamu ada di sisiku," balas Daniel.
Ucapan laki-laki itu membuat Sandra berbunga-bunga saking bahagianya. Dia pun memberikan ciuman manisnya untuk sang suami.
"Ada yang perlu papa bicarakan dengan Daniel, Sayang. Tidak ada niat papa mau mengganggu kalian," kata Leon mencoba merayu putrinya.
Sandra pun keluar ruang rawat itu dengan berat hati. Dia tahu kalau mereka akan membicarakan sesuatu yang sangat penting. Maka dia memilih mengunjungi kamar Nathan. Tadi ada Dina dan seorang perempuan di sana. Entah siapa karena dia hanya mengintip lewat kaca pintu.
Daniel melirik ke arah Tony. Jika dia sampai datang mengunjungi dirinya pasti ada sesuatu yang penting.
__ADS_1
"Ada apa, Tony?" tanya Daniel.
"Peter sedang mencoba menghancurkan beberapa anak perusahaan milikmu," jawab Tony sambil menyerahkan sebuah amplop besar.
Daniel membaca semua laporan milik perusahaan dirinya. Baru saja dia melepaskan perusahaan selama satu bulan, semua turun. Meski dia bukan tipe orang yang obsesi ingin menjadi orang kaya atau penguasa.
"Meski ini masih sedikit nilai penurunan bisa saja bulan depan akan jauh lebih besar lagi turunnya. Lama-lama perusahaan milik kamu akan bangkrut," lanjut Tony.
Tony tahu kalau Daniel itu orang baik dan pekerja keras juga jujur. Makanya Tuan Jimmy Li dahulu selalu melibatkan dirinya dalam segala hal. Awalnya sang asisten merasa aneh dengan apa yang diperbuat oleh tuannya. Setelah dia mengenal sang sopir dia pun mengakui kecerdasan dan kehebatannya. Mungkin sering menghabiskan waktu bersama di sekitar tuan mereka membuat keduanya seperti saudara.
"Aku akan secepatnya mengurus ini. Akan aku balik keadaan Peter. Lihat saja!" ujar Daniel.
Kondisi tubuh Daniel memang cepat pulih. Obat yang diberikan untuknya bukan sembarangan obat. Laki-laki itu sudah tidak sabar untuk kembali ke perusahaan dan menghancurkan perusahaan milik Peter.
"Papa akan bantu kamu," ucap Leon. Dengan begitu dia juga akan menyingkirkan lawan atau musuh bebuyutan ayahnya.
***
__ADS_1
Apakah kerja sama Daniel dan Leon akan bisa mengalahkan Peter yang sedang dalam masa Jaya kembali? Ikuti terus kisah mereka, ya!