Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 58. Datang Ke Markas


__ADS_3

Bab 58


Mobil yang ditumpangi oleh Daniel dan Sandra sudah sampai di apartemen. Keduanya berjalan dikawal oleh empat orang anak buah Red Hair. Meski keduanya tidak merasa nyaman dengan kehadiran mereka, mau tidak mau harus rela.


"Apa pergerakan kita akan dibatasi karena ada orang-orang ini di sekitar kita?" tanya Sandra sambil berbisik.


"Tidak. Lakukan apa yang biasa kamu lakukan. Anggap saja mereka manekin atau robot. Mereka tidak akan protes atau bergosip dengan segala perbuatan kamu," jawab Daniel sambil berbisik juga.


Dalam hubungan asmara mereka berdua, Sandra 'lah yang sering banyak berbuat romantis, berbeda dengan Daniel yang harus dipancing dulu, baru bisa berbuat mesum. Namun, laki-laki itu selalu memperlakukan sang istri bak layaknya seorang ratu. Itulah yang membuat Sandra begitu mencintai sang suami dan tidak mau kehilangan dirinya.


"Kalau aku menciummu, mereka tidak akan membicarakan aku sebagai wanita murahan?" tanya Sandra dengan malu-malu.


"Tidak akan ada yang berani bilang seperti itu kepada kamu," jawab Daniel.


Pikiran laki-laki itu sedang kacau saat ini. Dia ingin mengetahui kenapa insting dirinya menjadi hilang. Apa yang bisa menyebabkan hal ini.


Setelah memastikan Sandra tidur dengan pulas. Daniel pun beranjak dari tempat tidurnya. Dia akan menemui Marco dan menanyakan beberapa hal kepadanya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Sandra saat Daniel selesai berganti baju.


"Aku harus menemui Marco dan papa," jawab Daniel.


Laki-laki itu berjalan ke arah tempat tidur. Dia membaringkan tubuh Sandra lalu mengusap-usap perut buncitnya. 

__ADS_1


"Aku tidak akan pergi lama. Jadi, tidur lagi, ya?" Daniel berusaha tidak membuat Sandra khawatir, takut berakibat buruk kepada bayi mereka nantinya.


"Bolehkah aku ikut?" tanya Sandra.


"Tidak boleh. Kamu di sini jaga bayi kita. Tidur yang nyenyak agar besok bisa bangun pagi. Aku ingin sarapan bersama sebelum pergi ke kantor," jawab laki-laki yang berusia 30 tahun-an lebih sedikit.


Sandra pun akhirnya menuruti ucapan Daniel. Meski perasaan dia selalu gelisah dan tidak tenang jika berjauhan dengan sang suami. Wanita itu selalu percaya kalau pujaan hati itu akan selalu kembali kepadanya.


***


Daniel harus mencari pengganti posisi Dilan. Dia sempat berpikir kalau Tom bisa melakukan hal itu dengan segala kemampuan yang dia miliki. Namun, laki-laki itu kadang suka bertindak sembrono dan tidak memikirkan nyawanya sendiri. Menurut dia itu tipe orang yang akan cepat mati. Meski keberuntungan selalu menyertainya. Tidak terhitung berapa kali nyawa laki-laki itu di ujung tanduk dan hampir mati. Namun, sampai sekarang dia masih hidup meski seluruh badannya memiliki banyak bekas luka.


Daniel menaiki mobil yang akan disopiri oleh bawahan Marco, yang bernama Antonio. Dia berumur dua tahun di bawah Daniel, tetapi sudah ikut bergabung di dalam kelompok mafia Red Hair, hampir 10 tahun. Laki-laki ini memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Menyelesaikan masa sekolah terbilang dalam waktu singkat dan kuliah di jurusan hukum. Sampai sekarang masih aktif menjadi seorang pengacara handal. Dia tidak banyak bicara dalam kesehariannya, tetapi jika sudah di pengadilan, mulutnya bisa membuat lawan bungkam.


Daniel melihat ke luar jendela kaca mobil. Dia memikirkan bagaimana caranya agar insting dia bisa kembali tajam. Dahulu dia mengasah ketajaman insting dirinya bersama Alex. Namun, saat ini entah siapa yang bisa membantu dirinya pulih.


Begitu sampai ke markas kelompok Red Hair, Daniel langsung menemui Marco di kamarnya. Tidak peduli kalau laki-laki itu sedang istirahat atau sedang memadu kasih. Dia harus mencari tahu penyebab dirinya jadi lemah seperti sekarang ini.


Antonio berjalan di belakang Daniel dalam diam. Dia masih segan kepada putra bosnya. Apalagi mereka tidak begitu kenal apalagi dekat. Saat ini dia hanya menjalankan perintah kepadanya.


"Marco ada yang ingin aku tanyakan. Aku tunggu kamu di ruang pertemuan," ucap Daniel begitu masuk ke kamarnya yang tidak di kunci.


Marco yang sedang bercinta terkejut dengan kedatangan Daniel yang seenak jidat saja masuk ke dalam kamarnya seperti biasa. Laki-laki itu merutuki kelakuan anak tuannya.

__ADS_1


"Tunggu aku tiga puluh menit lagi," ucap Marco karena baru setengah jalan.


"Lima belas menit!" balas Daniel sambil membalikan badan.


Marco sangat kesal sama suaminya Sandra itu sudah mengganggu kesenangan dirinya. Mau lanjut pun sudah tidak selera. Akhirnya dia pun mengakhiri kegiatannya itu.


Hari hampir tengah malam, tetapi Daniel datang ke markas kelompok Red Hair. Sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya setelah dia kabur dari organisasi ini.


"Ada apa Tuan Daniel?" tanya Marco begitu masuk ke aula tempat pertemuan kelompok.


"Aku akan terima penawaran dari papa. Tapi … sampai kelompok Black Eyes hancur. Aku akan mengambil posisi ketua untuk sementara waktu. Selama itu kalian cari ketua yang bisa dipercaya untuk memimpin kelompok ini nantinya. Bagaimana?" tanya Daniel. 


Marco tidak bisa menjawab ini sekarang karena di kelompok Red Hair ada 12 pimpinan divisi. Mereka harus merundingkan hal ini tentunya. Jika Daniel menjadi ketua, maka tidak akan ada yang protes. Namun, jika ada orang lain yang akan menggantikan posisi ketua Red Hair, pastinya akan terjadi perselisihan.


"Akan aku bicarakan dengan yang lainnya terlebih dahulu," jawab Marco.


Daniel pun paham akan itu. Ada beberapa orang yang selalu berusaha menjadi yang terbaik dan meremehkan kemampuan yang lain. Tentunya rasa sombong dalam diri mereka yang tidak mau dilampaui oleh rekannya sendiri.


"Lalu, satu lagi. Apa kamu tahu kenapa kemapuan insting seseorang menurun?" tanya Daniel dan Marco mengerutkan keningnya.


***


Akankah Daniel bisa mengasah kembali instingnya? Ikuti kisah mereka, ya!

__ADS_1


__ADS_2