Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 108. Pertempuran Dimulai


__ADS_3

Bab 108


Dor! Dor!


DOR! DOR!


Marco dan rekan-rekannya langsung mendapatkan serangan tembakan beruntun dari anggota kelompok Black Eyes. Mereka pun saling baku tembak dan berusaha berlindung dari serangan lawan.


Meski jumlah anggota Red Hair di sana hanya berjumlah 15 orang, tetapi mampu mengimbangi serangan lawan. Sebisa mungkin mereka tidak mati dan bisa kembali lagi ke markas Red Hair.


"Jangan asal main tembak! Gunakan peluru kalian sebaik dan seefektif mungkin agar berhasil mengenai lawan!" titah Marco.


Bagaimanapun juga persenjataan mereka sangat terbatas. Kecuali, jika mereka berhasil mendapatkan barang milik kelompok Black Eyes, bisa menggunakan senjata itu.


Dor! Dor!


DOR! DOR!


"Kyaaaa!" terdengar beberapa orang berteriak karena terkena tembakan.


Kelompok Red Hair tidak semuanya menyerang lawan. Hanya lima orang yang melakukan baku tembak. Sementara itu, sisanya berlindung agar tidak terkena peluru musuh. Selain itu, rekan mereka juga jadi bisa fokus dalam melancarkan serangan ingin ke arah mana dan tidak membuang-buang peluru.


"Peluru aku habis," ucap salah seorang anggota Red Hair.


"Punya aku juga," lanjut yang lainnya.


Marco pun menyuruh rekan yang lain memberikan persediaan peluru yang mereka miliki. Sulit sekali jika harus bertempur melawan banyak musuh dengan persediaan senjata yang sangat terbatas.

__ADS_1


Hampir 15 menit terjadi baku tembak di dalam gua itu. Sampai benar-benar tidak terdengar lagi suara teriakan dan bunyi tembakan yang memekakkan telinga.


"Lihat keadaan di area musuh! Apa mereka semua sudah mati. Jika ada yang sekarat, langsung habisi saja!" titah Marco berbisik.


Salah seorang anggota Red Hair berjalan dengan hati-hati ke tempat para musuh tadi bersembunyi dan melancarkan serangan dadakan untuk memberantas sampai ke akar-akarnya. Sementara yang lainnya bersiap-siap melakukan serangan jika musuh ada yang masih hidup.


"Tuan Marco, mereka semua sudah mati," kata orang itu.


Lalu beberapa orang selanjutnya ikut memeriksa keadaan di sana. Mereka juga melucuti senjata milik para musuh. Itu bisa digunakan saat berhadapan dengan musuh lainnya nanti.


Marco pun memeriksa keadaan semua mayat di sana. Hasilnya semua orang itu sudah mati. Ada rasa senang karena pertempuran telah berakhir.


"Kita lanjutkan perjalanan lagi!" perintah Marco setelah di menyingkirkan semua mayit itu.


Marco pun kembali melanjutkan perjalanan mereka sesuai dengan petunjuk yang sudah diberikan oleh Daniel. Namun, kini laki-laki itu merasakan gugup setelah tahu adanya banyak bahan peledak yang bisa meledak kapan saja jika ada orang yang menyalakan api.


"Berhati-hatilah kalian!" Marco memberikan peringatan kepada semua rekannya.


***


Duar! Duar!


Boom! Boom!


Semua kaca dan bangunan villa bergetar karena adanya suara ledakan yang keras dan terlihat sisi barat dan timur villa sudah hancur dan ada api juga asap di sana.


"Serangan musuh!" teriak orang-orang anggota Black Eyes.

__ADS_1


"Kalian bersiaplah!" teriak Maria kepada semua anak buah ayahnya.


Daniel tidak menyangka kalau kelompok Red Hair akan melakukan langsung melakukan serangan mencolok seperti ini. Padahal dia sudah mengatakan kalau jumlah musuh di sini sangat banyak. Laki-laki itu marah dan kesal karena anggota Red Hair tidak mendengarkan arahannya.


Diam-diam Daniel masuk ke dalam kamarnya. Dia berganti seragam Red Hair pemberian Marco dan memakai wig rambut merah seperti warna asli rambutnya khas keluarga Osama. Dia juga menghapus beberapa riasan palsu penyamaran dirinya saat menjadi Danielo. Pistol yang dia punya adalah milik anggota Black Eyes. Mana bisa dia membawa senjata andalannya ke sini kemarin.


Dor! Dor!


DOR! DOR!


Terdengar suara rentetan peluru di dalam villa. Saat Daniel ikut bergabung di ruangan tengah, sudah banyak anggota Black Eyes yang terkapar tidak bernyawa. Ada juga beberapa orang anggota Red Hair yang ikut terbunuh di sana.


DOR! DOR!


Daniel langsung menembak ke arah anggota Black Eyes yang berdiri di depannya. Tanpa dia duga Maria juga menembak ke arahnya. Namun, dia masih sempat menghindar.


Dor! Dor!


Ada tembakan dari arah lain tertuju kepada Daniel. Salah satu pelurunya mengenai lengan kiri. Saat Daniel melihat ke arah itu ada Ken yang berdiri sambil mengacungkan pistol.


"Akhirnya kamu muncul juga," gumam Daniel.


"Sekarang aku tahu kenapa kamu selalu bisa merasakan keberadaan musuh-musuh atau orang yang ada di sekitar kamu. Ternyata kamu belajar di Pegunungan Mugen, ya." Ken menatap tajam ke arah Daniel.


"Wow, ternyata kamu benar-benar mencari tentang diriku," balas Daniel.


"Ya, karena kamu memiliki aura yang kuat dan aku jadi penasaran siapa dirimu sebenarnya," ucap Ken.

__ADS_1


"Lalu, apa saja yang sudah kamu dapat dari hasil penyelidikan kamu terhadapku?" tanya Daniel sambil tersenyum miring.


***


__ADS_2