Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 30. Harta Karun Ditemukan


__ADS_3

Bab 30


Leon mendatangi apartemen milik Daniel. Di sana hanya ada Sandra. Kedatangan dia ke sini adalah untuk menanyakan tentang pabrik yang pernah dibicarakan oleh menantunya itu. 


"Telepon laki-laki itu dan suruh datang ke sini sekarang juga!" perintah Leon kepada putrinya.


"Tidak bisakah Papa menghormati suamiku. Dia sekarang suamiku, Pa. Itu berarti menantu Papa," kata Sandra dengan kesal.


Sampai sekarang Leon dan Sindy masih belum mau mengakui Daniel sebagai menantunya. Meski kini dia sudah mengelola perusahaan sendiri dan bukan lagi sopir, mereka masih tetap enggan mengakui sebagai keluarga.


"Iya, segara panggil suami kamu pulang karena ada pembicaraan yang sangat penting," kata Leon akhirnya mengalah.


Tanpa diminta dua kali Sandra pun langsung menghubungi Daniel. Untungnya laki-laki itu sudah sampai di basement. Tidak lama kemudian, dia pun sudah sampai ke apartemennya Sandra seperti biasa menyambut kedatangannya dengan pelukan dan ciuman.


"Ada apa? Kenapa Papa sangat ingin bertemu dengan kamu?" tanya Sandra sambil berbisik. 


"Nanti akan aku ceritakan semua sama kamu," balas Daniel yang mengurai pelayannya.


Kini bukan hanya ada Leon yang di sana, tetapi Sindy dan kepala pelayan juga datang di apartemen setelah dihubungi oleh Leon tadi. Keempat orang itu duduk di meja makan yang duduk saling berhadapan.


"Aku yakin kamu tahu apa yang disembunyikan di bekas reruntuhan pabrik oleh Peter," ucap Leon sambil melihat ke arah Daniel.


Sandra memegang tangan Daniel lalu tersenyum kepadanya agar mau jujur kepada kedua orangnya. Dia juga akan selalu mendukung suaminya.


"Aku tidak tahu apa yang mereka sembunyikan. Kita akan tahu apa itu jika berhasil menggali harta karun itu," jawab Daniel dengan sopan.


Mereka berempat mendengarkan apa yang Daniel tahu tentang Peter yang ingin mengambil harta miliknya yang disembunyikan di sana. Dia juga sudah memperkirakan di mana harta itu di terkubur.

__ADS_1


"Apa kamu yakin kalau di sini harta karun itu berada?" tanya Leon sambil menunjuk kertas denah milik bangun pabrik yang sudah hancur itu.


"Ya dan kita akan buktikan besok," jawab Daniel dengan percaya diri.


***


Keesokan harinya Leon datang ke reruntuhan pabrik bersama dengan Daniel dan beberapa orang. Mereka akan melakukan penggalian di titik yang sesuai perhitungan Daniel.


Sama seperti Damian semalam, mereka pun menggunakan dinamit untuk meledakkan lantai. Setelah itu baru Nathan dan Dilan yang menyamar melakukan penggalian.


"Sepertinya ada sesuatu," kata Dilan saat cangkulnya membentur sesuatu.


"Coba kamu lihat apa itu petinya!" titah Daniel.


Dilan dan Nathan kemudian menggunakan tangannya untuk menyentuh benda itu. Setelah yakin kalau itu adalah sebuah papan kayu yang diperkirakan peti, maka keduanya pun bergegas melanjutkan penggalian.


"Kita menemukannya!" teriak Nathan.


Leon menatap semua itu dengan perasaan tidak percaya. Kalau selama ini ada harta karun yang banyak di bawah bangunan pabrik.


"Kita cari satu lagi kotak petinya!" teriak Daniel dan membuat Dilan juga Nathan harus bekerja ekstra di titik sebelah mana satu peti lagi.


Tinggal ada satu dinamit yang mereka miliki. Jika salah menentukan sasaran, mereka akan membutuhkan waktu yang lama lagi untuk mencari bahan peledak. Daniel tidak menyangka kalau kotaknya tidak diletakkan secara bersamaan di satu tempat.


"Kenapa tidak menggunakan alat deteksi logam mulia atau alat apa itu yang bisa mencari suatu benda?" tanya Leon.


Daniel membenarkan itu, sayangnya mereka tidak punya alatnya. Lalu, Leon menghubungi seseorang untuk meminjamkan alat seperti itu kepadanya.

__ADS_1


"Sambil menunggu alat itu diantarkan ke sini, aku ingin melihat dulu isi peti ini," kata Leon sambil mengetuk kotak kayu itu.


Daniel pun membuka kuncinya dengan paksa sampai rusak. Lalu, dia buka penutupnya. Mata semua orang yang ada di sana terbelalak saat melihat begitu banyak emas batangan di dalam sana.


"Jadi, ini harta karun yang diinginkan oleh Peter?" gumam Daniel.


Leon tidak mengatakan apa pun. Dengan ditemukan harta karun ini nyawa keluarganya akan semakin terancam. Dia yakin kalau kelompok Black Eyes akan semakin gencar menyerang keluarga Li.


"Oh, tidak!" pekik Leon.


***


Peter menghajar semua orang yang semalam gagal mendapatkan harta karun miliknya. Dia tidak segan-segan memberikan hukuman kepada semuanya tanpa terkecuali. Sebab, itu adalah satu-satunya yang akan menyelamatkan kekuasaannya saat ini. Pergolakan krisis ekonomi semakin dapat dia rasakan terhadap beberapa perusahaan miliknya. Dia butuh modal yang kuat agar keuangan perusahaan tidak sampai hancur.


"Tuan Peter, kita baru mendapatkan informasi kalau Leon dan orang-orangnya sudah berhasil mendapatkan emasnya!" Seseorang datang dengan terengah-engah.


Peter yang tadinya murka kini terperanjat senang. Senyum lebarnya langsung menghiasi muka yang tadi terlihat keras.


"Kita siapkan orang-orang untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku!" perintah Peter.


Damian dan Arthur yang mukanya babak belur tidak diizinkan ikut bersama mereka. Peter sendiri yang akan turun tangan dalam pertarungan kali ini.


***


Daniel yang baru sadar dengan maksud ucapan Leon langsung memberikan kode kepada Dilan dan Nathan kalau mereka membutuhkan tenaga bantuan. Mereka masih mempunyai beberapa orang yang masih setia kepada Daniel dan akan mengikuti apa pun perintahnya.


Seseorang berseragam polisi berjalan mundur ke belakang reruntuhan. Lalu, dia menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Tuan Marco keadaan darurat. Ada kemungkinan kelompok Black Eyes akan datang ke reruntuhan pabrik Li. Karena harta karun yang mereka incar sudah ditemukan," bisik orang itu menghubungi kaki tangan kelompok Red Hair.


***


__ADS_2