
Bab 38
Daniel mendatangi ruang kerja Marco. Dia ingin kaki tangan ayahnya itu yang kelak memimpin kelompok mafia Red Hair. Bagaimanapun juga dirinya tidak ingin lagi punya urusan dengan dunia bawah.
"Maaf, aku juga tidak mau menjadi ketua," kata Marco.
Laki-laki ini sadar diri kalau dia menjadi ketua baru pasti akan terjadi perpecahan di dalam kelompok ini. Tidak semua orang di sini menyukai dirinya.
"Ayolah, hanya kamu yang benar-benar loyal kepada kelompok ini!" pinta Daniel memaksa.
Marco menatap langit-langit ruang kerjanya. Dia memang mengabdikan hidupnya untuk Osama dan kelompok Red Hair. Dulu dia hidup dalam kejamnya dunia. Bahkan hampir mati sebelum ditolong dan diurus oleh ayahnya Daniel. Itulah kenapa laki-laki ini selalu berusaha membuat tuannya senang. Semua perintah dari sang ketua selalu dia jalankan tanpa membantah.
Pengabdian Marco yang seperti ini menjadikan dirinya sebagai kaki tangan Osama. Laki-laki tua itu menyerahkan semua urusan kepadanya meski dalam pengawasan.
"Tadi Tuan Daniel bilang tidak ingin lagi ada urusan dengan kelompok Red Hair. Sepertinya itu akan sulit. Bagaimanapun juga sudah menjadi takdir Anda berada dalam lingkaran kelompok para mafia. Apalagi dengan diri Anda yang seorang pengusaha saat ini yang melibatkan kerja sama dengan banyak perusahaan lain. Itu tidak akan bisa memisahkan dari dunia kami," jelas Marco yang kini melihat ke arah Daniel.
Suami Sandra ini berdecak dan membenarkan hal ini. Makanya dia tidak mau bekerja sama dengan perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh para kelompok mafia.
"Sebisa mungkin aku tidak mau menjalin hubungan kerja sama dengan kalian," tukas Daniel sambil mengangkat kedua bahu.
__ADS_1
Marco mengangguk. Daniel tidak tahu kalau kertas undian yang dia pungut dari sampah itu adalah akal-akalan Osama. Ketuanya itu memberikannya tugas untuk membantu anaknya agar tidak mengalami kesusahan apalagi menjadi seorang sopir.
Selama dua tahun lebih dirinya mencari keberadaan Daniel dan baru ditemukan tanpa sengaja saat menghadiri acara pertemuan pengusaha di kota Zhang. Setelah itu dia mengirimkan seseorang untuk memantau keberadaan si ahli waris.
Selembar kertas kupon undian dengan nomor kelahiran Diana pasti akan memancing Daniel untuk memungutnya. Sesuai dugaan mereka, laki-laki itu mengambil umpan yang sudah disediakan. Dengan kecerdasan yang dimiliki oleh anak tuannya, pasti tidak akan menyia-nyiakan peluang yang baik. Terbukti uang itu dia gunakan untuk membuka usaha dan berbisnis. Semua itu terencana dengan baik. Hanya Osama, Marco, pemilik perusahaan FJK, dan si mata-mata yang tahu semua ini.
"Setidaknya Tuan coba jadi pemimpin kami sampai kelompok Black Eyes musnah. Setelahnya, biarkan kami yang memutuskan nasib kelompok ini," kata Marco menyerah.
Daniel mempunyai sifat keras kepala dan pantang menyerah sama seperti ayahnya. Namun, dia juga mempunyai rasa empati dan pengertian seperti ibunya.
"Tidak. Aku tidak mau terlibat apa pun lagi dengan dunia kalian semenjak memutuskan untuk pergi dari sini, dahulu," balas Daniel bersikukuh.
***
Ruang kerja Leon kini dalam keadaan berantakan setelah terjadi baku tembak antara polisi dengan kedua saudaranya. Meski begitu Damian dan Arthur berhasil melarikan diri setelah meledakan bom asap di dalam ruangan itu.
"Cepat kejar mereka!" teriak salah seorang polisi.
"Tuan, ada helikopter yang terparkir di lapangan helipad yang di atap gedung," seorang melapor kepada Leon lewat interkom.
__ADS_1
"Mereka pasti sedang naik ke lantai paling atas," ucap Leon memberi tahu polisi.
Semua orang pun mengejar kedua penjahat itu dengan menaiki tangga darurat, karena lift sedang terpakai.
Beberapa hari yang lalu, Leon sudah mendapatkan rekaman cctv dari Dilan, yang memperlihatkan kalau Arthur adalah orang yang masuk dan keluar dari ruangan rawat Jimmy Li dengan terlihat panik pas di hari kematian. Begitu juga dengan copyan hasil kesehatan milik ayahnya yang memang sudah dalam keadaan jauh lebih baik. Menjadi suatu kejanggalan kalau tiba-tiba meninggal dunia tanpa sebab.
Terdengar suara baling-baling helikopter yang nyaring. Begitu pintu dibuka angin kencang langsung menerpa para polisi dan Leon. Lalu, helikopter itu pun mengudara meninggalkan helipad.
"Mereka lolos!" Leon sangat geram.
Saat dia mendapatkan kenyataan ayahnya meninggal karena dibunuh, Leon langsung mencari keberadaan Arthur. Namun, adiknya ini tidak ditemukan di mana pun.
"Aku harus mencari Daniel secepatnya. Karena hanya menantu itu yang bisa membantuku di saat seperti ini," gumam Leon lalu berbalik masuk ke dalam gedung.
Sekarang Leon sudah mau menerima Daniel sebagai menantunya. Ternyata laki-laki yang dulu dia anggap hina dan rendahan itu banyak membantu keluarga secara diam-diam. Sekarang dia paham kenapa ayahnya menjadikan cucu menantu. Itu karena Daniel memang orang yang hebat dan pantas bersanding dengan Sandra dan melahirkan calon generasi penerus keluarga Li.
***
__ADS_1