
Bab 105
Marco terkejut dengan kedatangan orang-orang dari kelompok Black Eyes yang melakukan sweeping kepada para pengunjung. Banyak wisatawan yang merasa ketakutan dan marah. Mereka merasa sudah mendapatkan perlakuan tidak adil dari orang-orang berseragam hitam itu.
"Kalian tidak punya hak untuk menggeledah barang-barang milik kamu!" teriak seorang laki-laki berkulit hitam dengan rambut kribo.
"Kalau kamu melawan, aku tidak akan segan-segan menembak kepala kamu," ujar anak buah Peter.
Marco dan beberapa anggota Red Hair yang terpencar di sana tahu kalau para anggota Black Eyes sedang mencari musuh-musuh mereka. Sebagai seorang anggota mafia, senjata pasti tidak akan lepas dari tubuh mereka. Sekarang para anak buah Marco pun diam-diam menyembunyikan senjata api di tempat yang tersembunyi, tetapi masih bisa dijangkau olehnya. Jika sewaktu-waktu langsung terjadi baku tembak, bisa langsung mengambilnya.
Para anggota Black Eyes akan berlaku kasar kepada orang-orang yang memberikan perlawanan. Namun, jika orang itu menurut, maka tidak akan diapa-apakan, kecuali jika memang terbukti sebagai musuh.
Dor!
Terdengar suara tembakan di salah satu pojok ruangan restoran. Seorang laki-laki berkulit pucat dan berambut pirang terlihat jatuh terkapar ke lantai dengan bersimbah darah.
Suara teriakan para wanita dan anak-anak langsung memenuhi area restoran. Mereka semakin ketakutan, bahkan ada beberapa perempuan yang pingsan.
"Dia anggota Gold Eagle! Cari rekannya! Mereka pasti masih ada di sini," perintah salah seorang anggota elit kelompok mafia Black Eyes.
__ADS_1
Marco tahu siapa orang itu. Dia tidak menyangka kalau Bou ada di pulau itu juga. Laki-laki si memiliki 100 nyawa itu sedang menggeledah seorang lelaki yang berdiri tidak jauh dari orang yang ditembak barusan. Dia mendapatkan gelar itu karena sudah puluhan kali lolos dari maut, sehingga orang-orang memanggilnya "Bou si 100 nyawa".
"Kau juga anggota Gold Eagle!" Belum sampai Bou menarik pelatuk pistolnya, orang itu sudah memberikan tendangan pada inti tubuhnya lalu dia menembak tepat di kepala Bou. Darah langsung mengalir dari kepalanya.
Dor!
Siapa sangka Bou masih bisa menembak kepala lawannya sehingga dia juga terkena tembakan. Laki-laki itu meregang nyawa lebih dahulu dari Bou.
Dor!
Seseorang yang tidak jauh dari Bou menembak kembali kepala laki-laki itu sampai tidak bergerak lagi. Suasana di restoran itu kini menjadi kacau.
Dor! Dor!
Ada dua kelompok mafia besar yang kini sedang melakukan baku tembak di dalam restoran. Banyak warga sipil yang terjebak di sana dan menjadi korban.
Para anggota Red Hair mencoba keluar dari restoran itu sambil mengawal warga sipil yang kebetulan ada di dekat mereka. Sebisa mungkin mereka jangan menggunakan pistol untuk memberikan perlawanan.
"Jalan sambil menunduk!" teriak Marco kepada orang-orang yang dibawa olehnya untuk keluar dari sana.
__ADS_1
Ada sekitar 11 orang yang dikawal oleh Marco. Laki-laki itu memilih jalur dapur untuk keluar dari area pertempuran. Dalam pikirannya yang penting selamatkan nyawa yang masih bisa diselamatkan. Lalu, biarkan lawan saling serang dan kita akan muncul dibagian akhir sebagai pemenangnya.
"Ayo, cepat!" Marco menyuruh orang-orang itu masuk ke dapur. Mereka keluar lewat pintu dapur dan kembali ke kamar hotel masing-masing.
Beberapa anggota Red Hair berkumpul di salah satu ruang teater atau merangkap dengan bioskop. Mereka memeriksa persenjataan dan perlindungan pada diri masing-masing. Baju anti dan penutup kepala peluru juga amunisi cadangan. Jangan sampai mereka kehabisan peluru saat terjadinya baku tembak.
"Kalian semua sudah siap!" teriak Marco.
"Sudah," balas mereka.
"Karena jumlah kita di sini sekitar 30 orang. Maka setiap tim akan bergerak sebanyak lima orang. Kalian fokus dengan tugas masing-masing. Jangan sampai rencana kita gagal. Meski ini semua diluar rencana kita," ucap Marco.
"Siap!" balas mereka kompak.
"Ayo, kita habisi musuh-musuh semuanya!" ajak Marco lalu semua keluar dari ruangan itu.
***
Bagaimana seru dan tegangnya pertempuran antar kelompok Black Eyes dan Red Hair di Pulau Coral? Ikuti terus kisah mereka, ya!
__ADS_1