
Bab 112
Setelah dua minggu pasca menyerbuan di villa milik Peter, kondisi tubuh Daniel sudah jauh lebih baik. Laki-laki itu sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Pergi ke kantor dan begadang menemani istrinya yang sudah mendekati masa persalinan.
"Bagaimana kabar baby kita, Sayang?" tanya Daniel.
"Dia terus saja bergerak dan tidak mau berhenti. Linu rasanya," jawab Sandra sambil mengusap-usap perutnya yang cenat-cenut karena pergerakan si bayi.
"Perkiraan dia lahir sekitar dua mingguan lagi, ya?" tanya Daniel sambil ikut mengusap pelan perut sang istri.
"Iya. Semoga saja semua berjalan lancar," jawab Sandra dengan senyum tipis dan mata berkabut.
Sebenarnya Sandra merasa ketakutan menghadapi persalinan nanti. Dia berpikir bagaimana jika dirinya tidak bisa selamat. Atau bagaimana saat dia melahirkan nanti diserbu oleh para kelompok musuh Red Hair. Namun, dia tidak berani mengatakan semua yang dirasakan olehnya kepada Daniel. Wanita itu tidak mau membebani suaminya dengan ketakutan yang belum saja terjadi. Selain itu, semua orang yang menyayanginya pasti akan menjaga dan melindungi dirinya.
Ada pesan masuk ke handphone milik Daniel. Ternyata itu dari Marco yang pastinya akan memberikan pesan penting. Laki-laki itu bergegas pergi ke balkon.
__ADS_1
Black Eyes mulai bergerak. Berhati-hatilah!
Setelah menghapus pesan itu, Daniel pun membalasnya. Dia sengaja melakukan hal ini agar tidak dibaca oleh Sandra atau orang lainnya.
Jadi, mereka jatuh ke dalam perangkap kita?
Daniel ingin segera mengakhiri perselisihan antara kelompok Mafia Black Eyes dengan Red Hair. Sesuai janjinya kepada semua anggota kelompok bentukan sang ayah. Dia ingin hidup aman dan damai bersama keluarganya.
Sandra setuju untuk tinggal di Pegunungan Mugen nanti jika bayi mereka lahir. Saat usia anak mereka 12 tahun, Leon akan mengambilnya sebagai seorang calon ahli waris generasi selanjutnya sesuai perjanjian mereka dahulu.
***
"Tuan, aku mohon!" pinta Marco terus mencoba membujuk Osama.
"Tidak, Marco. Kamu yang akan memimpin di area pertempuran yang ada di sini. Biar aku mengawasi semuanya dan memberikan instruksi kepada kalian semua," ucap Osama dengan tegas.
__ADS_1
"Tapi, nanti Tuan Daniel akan marah kalau terjadi apa-apa kepada Anda," tukas Marco karena membayangkan tuan lainnya.
"Dia sendiri membahayakan nyawanya dengan menyerbu markas pusat Black Eyes. Masa aku malah bersembunyi. Mau ditaruh di mana muka aku nanti saat bertemu dengan Diana!" Osama merasa jengkel karena dianggap sudah lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa untuk kelompoknya.
Marco akhirnya pasrah saja. Dia tidak akan bisa menang melawan keras kepala ayah dan anak itu. Seminggu yang lalu mereka semua sudah membuat suatu rencana untuk segera mengakhiri konflik yang tidak ada di antara kedua kelompok itu. Daniel ingin semua segera berakhir dan tidak ada yang mengincar istri dan anaknya nanti. Maka dibuat skenario oleh mereka, seolah ada seorang anggota Red Hair yang berkhianat dan menjual informasi penting kepada Black Eyes ketika mereka mencari siapa yang bertanggung jawab atas kematian anggota Black Eyes yang ada di Pulau Coral.
"Ingat. Mungkin ini adalah pertempuran terakhir dengan kelompok Black Eyes. Kalian jangan sampai mati sia-sia. Ingat ada orang yang mengharapkan kalian bisa kembali ke sisi mereka. Segera selesai konflik ini, jika kalian ingin hidup damai," ucap Osama di depan ribuan anggota Red Hair.
Mereka akan dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok terdiri dari 700 -an orang akan pertempuran di markas Red Hair. Lalu, yang satu kelompok lagi yang terdiri dari 500-an orang, akan menyerbu markas Black Eyes yang di pimpin oleh Daniel.
Semua anggota Red Hair sudah bersiap siaga dengan pakaian tempur dan senjata mereka masing-masing. Sekarang adalah pertarungan hidup dan mati dua kelompok mafia. Berawal dari rasa benci dan dendam leluhur mereka, anak cucu ikut terseret ke putaran kejamnya dunia.
***
Sebenarnya niat hari ini ingin selesaikan karya ini, tapi kenapa aku ngetik lemot sekali.
__ADS_1
Karya terbaru nanti menggantikan Kaya Karena Selembar Sampah. Semoga bisa lancar.