Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 99. Ketahuan


__ADS_3

Bab 99


"Tuan Bruto, semua barang sudah diangkut ke kapal. Tapi, ada beberapa polisi laut yang sedang berpatroli di lautan lepas. Hal ini akan menghambat perjalanan kita," ucap seorang laki-laki berbadan kurus dan berkulit hitam.


"Apa? Dasar sialan! Apa informasi kita bocor sehingga pihak keamanan jadi berjaga-jaga?" 


Daniel akhirnya tahu nama laki-laki yang sedang duduk di kursi. Dia membongkar kembali memorinya tentang orang-orang penting yang ada di kelompok Black Eyes. Laki-laki itu ingat kalau Bruto adalah salah seorang anggota elit dari kelompok Black Eyes.


'Sekarang kepala dia jadi botak dan wajahnya rusak karena ada dia sayatan, ya? Pantas saja aku tidak bisa langsung mengenalinya,' batin Daniel.


Laki-laki bernama Bruto itu berdiri dengan gerakan cepat sehingga menimbulkan bunyi kursi yang berdecit keras dan membuat Daniel terkejut. Lalu, dia menggebrak meja sampai beberapa benda berjatuhan.


"Tahan dahulu pelayaran malam ini!" perintah Bruto.


"Baik, Tuan!"


Laki-laki itu bergegas pergi. Berbeda dengan Bruto yang kembali duduk.


Daniel mengumpat kepada laki-laki berkepala botak ini, karena masih saja tetap bertahan di sana. Kaki dia sudah merasa kesemutan karena dalam posisi itu terlalu lama.

__ADS_1


Pintu kembali diketuk dan Bruto menyuruhnya masuk. Kali ini langkah kaki orang yang datang sangat ringan. 


"Aaaaa, Nona Maria. Ada perlu apa Anda datang ke sini?" tanya Bruto sambil berdiri kemudian menjauh dari kursinya.


Daniel mengambil kesempatan ini untuk mengubah posisinya. Betapa terkejutnya dia saat melihat kaki Maria berdiri di samping meja lalu dia duduk di kursi yang ditempati oleh Bruto tadi.


"Bruto, aku besok ingin pergi berjalan-jalan berdua dengan seseorang. Apakah di sini ada tempat yang indah untuk menghabiskan waktu bersama dengannya?" Suara Maria mengalun dengan lembut.


"Hmmm, dibalik bukit ini ada pantai yang indah. Nona bisa pergi ke sana dengan menggunakan boat. Kalau menggunakan jalur darat takut ke dasar," balas Bruto.


"Apa di sana ada villa milik kita?" tanya Maria.


Maria berpikir sambil berongkang-ongkang kakinya di kolong meja. Hampir saja kena muka Daniel, untung cepat menghindar.


"Lalu, aku minta kamu untuk menyelidiki laki-laki yang datang bersama dengan aku dan Ken tadi!" perintah Maria.


Mendengar Daniel langsung waspada. Dia yakin Maria bukanlah orang bodoh yang tidak merasakan sesuatu di sekitarnya.


"Kenapa dengan laki-laki itu?" tanya laki-laki yang menjadi salah satu orang penting di kelompok Mafia Black Eyes.

__ADS_1


"Aku merasakan ada aura kuat darinya. Ken juga mengatakan hal seperti itu. Aku rasa dia bukan orang sembarangan," jawab Maria.


"Baiklah kalau begitu, Nona. Secepatnya akan aku cari tahu siapa laki-laki itu," tukas Bruto.


Setelah itu Maria pergi lalu di susul oleh Bruto. Sekitar 30 menit kemudian, Daniel keluar dari tempat persembunyiannya. Dia mencari dahulu beberapa berkas yang dia anggap penting. Matanya tertuju kepada sebuah peta besar yang ada di dinding. Lalu, laki-laki itu memotretnya. Untung saja Bruto lupa mematikan lampu ruangan itu.


***


Daniel tidak tahu kalau gerak-geriknya diawasi oleh Ken. Laki-laki itu memang menaruh rasa curiga sejak pertama kali bertemu. Sebagai orang yang bisa melihat dan merasakan aura seseorang, dia merasa Daniel memiliki aura yang sangat besar, tetapi stabil dan bahkan pancaran auranya tidak berubah-ubah ketika keadaan genting. Ini menunjukkan kalau laki-laki itu bukan orang biasa.


Ilmu Ken lebih tinggi dari Daniel, karena dia mempelajari ilmu sejak masih kecil. Berbeda dengan Daniel yang sudah punya bakat alami. Tinggal diarahkan dan diberi sedikit pemahaman.


Saat ini Ken sedang berada di ruang pengawas. Villa itu terlihat seperti bangunan biasa. Sebenarnya banyak sekali ruang rahasia, jebakan, dan kamera tersembunyi. Hal ini dikarenakan bangunan itu adalah tempat bongkar pasang muatan barang-barang penjualan yang keluar masuk dalam negeri milik kelompok Black Eyes.


"Sudah aku duga kalau kamu adalah mata-mata," gumam Ken lalu menyeringai.


***


Bagaimana nasib Daniel setelah diketahui oleh Ken sebagai mata-mata? Ikuti terus kisah mereka, ya!

__ADS_1


__ADS_2