Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 113. Penyerangan Markas


__ADS_3

Bab 113


Daniel sudah menempatkan beberapa orang anggota Red Hair di lima titik yang mengelilingi markas Black Eyes. Mereka sudah mendapatkan informasi kalau malam ini Peter akan mengerahkan semua anak buahnya untuk menyerang tempat Osama.


Setiap titik akan dipimpin oleh seorang ketua tim. Ada Daniel, Nathan, Tom, James, dan Bryan. 


"Bersiap-siaplah! Mereka sudah meninggalkan markas," ucap Daniel memberi aba-aba kepada semua ketua tim.


"Oke!" balas mereka semua.


"Tom dan James, tim kalian tahan dulu. Nanti aku beri aba-aba kapan kalian boleh ikut masuk menyerbu!" titah Daniel.


"Oke!" balas keduanya.


Ada puluhan bahkan hampir ratusan kendaraan mobil dan barakuda yang sudah meninggalkan markas Black Eyes. Lalu, Daniel pun menghubungi Marco agar mereka juga bersiap-siap menyambut kedatangan musuh mereka.

__ADS_1


Keadaan malam yang gelap ini memberikan banyak keuntungan untuk Daniel. Dia bisa menggunakan drone untuk mengawasi situasi di area markas Black Eyes. Namun, baru saja mengitari sekitar lima menit, benda itu sudah ditembak jatuh.


"Wah, kayaknya kita sudah ketahuan!" ucap Daniel lalu mulai memberi aba-aba.


"Tim satu masuk lewat gerbang depan. Tim dua lewat pintu belakang, dan tim tiga lewat jalan rahasia. Semua maju!" perintah Daniel dan mereka pun berlari menuju pintu masuk yang disebutkan.


Bukan hal mudah untuk masuk lewat pintu gerbang. Mereka langsung memasang bom berskala kuat untuk menghancurkan pintu besi itu. Anak buah Daniel memasang empat bom di setiap pintu gerbang. Semua meledak secara bersamaan dan menghancurkan pintu gerbang. Saking kuatnya ledakan itu sampai merobohkan dinding benteng yang menjulang tinggi.


Semua anggota Red Hair langsung masuk ke dalam. Keadaan di sana dalam keadaan kosong tidak ada penjaga.


Begitu juga di tempat yang dipimpin oleh Bryan di pintu gerbang belakang. Mereka langsung berpencar membentuk kelompok kecil sekitar 7-10 orang, masuk ke dalam markas yang sangat luas itu.


Sementara itu, Nathan dan kelompoknya masuk lewat lorong rahasia. Mereka juga masuk ke dalam tidak secara bersamaan. Mereka masuk bertahap sekitar 20 orang per kelompok kecilnya. Inilah kesulitan bagi tim yang menyusup lewat lorong sempit dan akan beresiko besar jika mereka masuk secara bersamaan dalam jumlah banyak orang. Kelompok ini akan masuk setelah berselang sekitar 15 menit. Semua menggunakan masker wajah dan senapan yang terpasang senter. Kenapa mereka memasang masker sesuai perintah Marco? Karena bisa saja musuh memasang jebakan gas beracun di jalan rahasia ini. Banyak jebakan yang biasa terpasang di markas milik kelompok mafia. 


Jangan anggap remeh lawan atau jangan anggap bodoh mereka. Tempatkan kita jika berada di posisi mereka. Itu yang sering diucapkan oleh Osama. 

__ADS_1


Jangan berharap bisa mengalahkan musuh, jika kita tidak bisa menaklukkan diri sendiri. Apa yang akan kita lakukan, maka musuh pun tidak akan jauh berbeda dari apa yang akan kita lakukan. Ini yang diucapkan Leon ketika mendengar kabar akan persiapan kelompok Red Hair menyerang markas Black Eyes.


***


Marco keluar ruang monitor di mana ada Osama dan beberapa anggota Red Hair kepercayaan. Dia sudah siap menyambut kedatangan kelompok Black Eyes. Sepuluh kelompok yang masing-masing dipimpin oleh anggota elit sudah menempati posko masing-masing. 


Orang-orang yang tinggal di komplek area wilayah markas Red Hair juga sudah diungsikan sejak kemarin. Jadi, mereka tidak akan segan-segan melancarkan serangan meski akan menghancurkan banyak bangunan dan fasilitas milik Osama untuk semua anggota Red Hair. Jika dibandingkan dengan Markas Black Eyes, Markas Red Hair jauh lebih luas dan banyak sekali bangunan. Bisa dibilang kawasan ini seperti kota kecil dengan fasilitas lengkap dan mewah. 


"Kendaraan milik kelompok Black Eyes sudah terlihat! Mereka melaju dengan kecepatan tinggi." Seseorang yang bagian mengawasi keadaan sekitar dua kilometer menuju Markas Red Hair memberi tahu.


"Baik. Awasi terus keadaaan!" perintah Osama.


"Kalian semua bersiaplah!" perintah Osama dan bisa di dengar oleh semua anggota Red Hair lewat earphone yang terpasang di telinga masing-masing.


***

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar, dan nonton iklan.


__ADS_2