
Bab 93
Mendengar teriakan Daniel, Sindy langsung mendorong kuat orang yang memakai baju snelli. Tubuh laki-laki itu terpental ke dinding. Dia juga mengerang kesakitan saat istri Leon menendang menggunakan tumit tinggi dari sepatunya.
"Rasakan Ini!" Sindy menendang kuat perut orang yang tergeletak di lantai.
"Penjaga, ada penyusup masuk!"
Sindy pun berteriak memanggil pengawal yang berjaga di depan pintu. Detik itu juga masuk tiga orang laki-laki berjas biru navy langsung menghajar orang yang menyamar sebagai dokter. Pukulan dan tendangan didapat orang itu dan hanya suara teriakan kesakitan yang keluar dari mulutnya, tidak bisa memberikan perlawanan sama sekali.
Daniel dan Sandra masih bisa menyaksikan bagaimana orang itu menjadi bulan-bulanan anggota Red Hair yang bertugas menjaga dan melindungi Leon di rumah sakit. Tidak sampai tiga menit pelaku penyusupan pun berhasil diamankan oleh ketiga pengawal itu.
"Apakah dia mati?" tanya Sandra.
"Aku rasa belum," jawab Daniel yang fokus ke arah layar handphone.
Sandra sangat takut kalau sampai papa ataupun mamanya meninggal karena dibunuh oleh musuh mereka. Untungnya sang ayah mertua selalu menyuruh anak buahnya untuk ikut menjaga dan melindungi keluarga besan.
"Orang yang dikirimkan oleh papaku bukan orang-orang biasa. Yakinlah kalau papa dan mama akan baik-baik saja. Karena di sana ada penjaga yang bekerja 24 jam non-stop. Kalau kamu sengaja datang ke sana, malah akan memancing para musuh datang ke rumah sakit," kata Daniel sambil mengusap air mata yang menggenang di ujung mata istrinya.
"Aku ingin melihat papa secara langsung. Aku rindu bicara dengannya," ucap Sandra dengan suaranya yang bergetar menahan sedih.
__ADS_1
"Nanti, jika keadaan papa sudah lebih baik, kamu bisa menjenguknya. Sekarang kamu di sini fokus menjaga buah hati kita," ujar laki-laki berpostur tinggi ini.
Akhirnya Sandra pun bersedia mengalah demi keselamatan papa dan mamanya. Dia juga masih bisa berkomunikasi walau hanya lewat video call. Wanita itu tidak mau membuat masalah dengan melibatkan orang lain karena keegoisan dirinya.
***
Daniel, Tom, dan Nathalie kini tinggal satu gedung apartemen dengan Maria dan Ken. Mereka juga sering bertemu walau sekedar makan atau minum kopi sambil membicarakan kerja sama di antara mereka.
"Dan, apa kamu punya waktu malam ini?" tanya Maria.
"Entahlah. Sepertinya Tomy ingin aku mengantarnya ke sebuah butik temannya. Katanya sore hari dan entah sampai kapan pulangnya. Kenapa?" tanya Daniel balik.
Kedua orang itu sedang menikmati segelas kopi yang ada di sebuah restoran yang masih ada di satu gedung dengan apartemen tempat mereka tinggal. Tadi Daniel yang sedang memeriksa hasil laporan dari Nathan dan Tony dibuat terkejut oleh Maria yang langsung duduk di sampingnya. Langsung saja laki-laki itu menutup beranda laptopnya.
"Oh. Tadinya aku mau ajak kamu melihat peragaan busana di gedung "Casandra" akan banyak produk baru yang dikeluarkan untuk musim ini. Aku ingin melihatnya untuk referensi nanti. Rencananya dua bulan lagi aku juga akan mengadakan pergelaran busana untuk musim panas," jawab Maria.
"Sepertinya Tomy dan Nana juga harus ikut acara ini? Bolehkah mereka ikut juga?" tanya Daniel.
Maria sebenarnya ingin pergi berdua saja dengan Daniel. Ken saja tidak akan diizinkan satu mobil bersama dengannya jika laki-laki itu akan ikut. Padahal dia sudah merancang rencana ini dari beberapa hari yang lalu.
Mau tidak mau Maria pun membolehkan kedua teman Daniel untuk ikut ke acara itu. Karena dia ingin lebih dekat lagi dengan laki-laki yang sudah mencuri hatinya sejak pertama kali mereka bertemu.
__ADS_1
***
Daniel dan kedua temannya dibantu juga oleh Nathan mencari tahu informasi tentang acara peragaan busana itu. Siapa saja yang ikut dalam acaranya, juga dari perusahaan mana?
"Kenapa kamu mendadak kasih tahu hal seperti ini?" tanya Nathan bersungut-sungut.
Nathan yang baru saja selesai mengerjakan tugasnya yang mengurus salah satu perusahaan milik Daniel, kini dimintai tolong oleh temannya itu. Dia tidak bisa menolak apalagi jika ada sangkut pautnya dengan kelompok Black Eyes, pasti akan semangat untuk ikut terlibat.
"Karena Maria mengajak aku ke acara itu baru saja," jawab Daniel sambil mengacungkan dua jarinya pertanda damai kepada temannya ini.
"Hei, sepertinya anak Peter yang lainnya juga akan hadir dalam acara ini," ujar Tom senang.
Laki-laki yang kini penampilannya feminim itu memperlihatkan daftar tamu undangan untuk acara itu. Dia juga mencari tahu kenapa seorang mafia bisa diundang ke dalam acara pergelaran busana.
"Alessio?" tanya Daniel.
"Iya. Ternyata dia punya kekasih seorang model dan akan hadir di acara itu," jawab Tom setelah mendapatkan informasi dari beberapa berita gosip.
"Wah. Apa kita bergerak langsung untuk mengeksekusi Alessio dahulu?" tanya Nathan.
***
__ADS_1
Akankah acara pergelaran busana itu menjadi ladang pertumpahan darah? Ikuti terus kisah mereka, ya!