
Bab 107
Para anggota Black Eyes sedang dalam euforia kemenangan. Mereka berpesta sambil minum dan makan-makan. Daniel berusaha menyelinap dari ruangan itu. Dia harus bisa membuka akses untuk para anggota Red Hair agar bisa masuk ke dalam vila.
Banyak anggota Black Eyes yang berkeliaran di vila dan halaman. Mereka semua sedang bersenang-senang dan tidak tahu ada musuh yang mengintai dari dekat.
Daniel mencoba membuka kunci pintu gerbang depan maupun pintu belakang. Itu akan memudahkan anggota Red Hair menyelinap masuk tanpa berbuat keributan.
"Dan, sedang apa kamu di sana?" tanya Maria yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Daniel.
"Aku hanya sedang jalan-jalan mencari udara segar. Sepertinya aku sudah agak mabuk," jawab Daniel sambil jalan menghampiri Maria.
Kini keduanya duduk di kursi taman sambil melihat pemandangan langit malam yang dipenuhi oleh bintang. Maria menyandarkan kepalanya pada bahu Daniel.
"Dan, rasanya aku ingin terus seperti ini. Berdua denganmu tanpa ada yang mengganggu," kata Maria dengan lirih.
Hal yang sama dirasakan oleh Daniel. Namun, wanita yang duduk di sampingnya adalah Sandra, bukan Maria.
"Dan," panggil Maria dengan lembut dan Daniel pun menoleh ke arahnya.
__ADS_1
Cup
Maria mencium bibir Daniel secara tiba-tiba. Tentu saja ini di luar perkiraan laki-laki itu. Dengan cepat dia pun mendorong lembur tubuh putri Osama.
Ada rasa kecewa terpancar dari sorot mata Maria. Dia berharap kalau Daniel akan membalas ciumannya.
"Sebaiknya kita masuk ke dalam. Angin laut mulai terasa sangat dingin," ajak Daniel sambil beranjak dari kursi kayu itu.
Daniel tahu di balik semak-semak itu ada anggota Red Hair yang melihat kejadian barusan. Dia berharap jangan sampai bocor ke telinga Sandra. Bisa-bisa wanita itu ngamuk kepadanya.
Daniel tidak menyadari kalau jumlah orang-orang dari Black Eyes yang hadir di pesta itu berjumlah terlalu sedikit untuk ukuran sebuah pesta kemenangan. Seandainya saja dia mau berpikir keras dan tidak fokus kepada Ken dan Maria.
***
Anggota Red Hair masuk ke dalam vila juga secara hati-hati dan sembunyi-sembunyi. Jumlah anggota yang masuk secara langsung ke vila dengan cara menyusup itu ada sekitar 25 orang. Sementara sisanya sebanyak 15 orang masuk ke vila lewat gua bersama Marco.
Salah seorang anggota Red Hair melihat ada tanda yang ditinggalkan oleh Daniel di salah satu baru karang di sana. Itu menandakan kalau gua itulah yang akan menghubungkan mereka ke beberapa tempat rahasia di pulau ini.
"Tidak salah lagi ini gua yang di maksud oleh Tuan Daniel," gumam Marco.
__ADS_1
"Kita masuk dengan hati-hati. Jangan sampai salah memasuki lubang," lanjut Marco.
Pintu menuju ke villa adalah lubang kedua dari kanan. Di sana ada empat lubang besar yang akan menuju ke empat tempat.
Saat di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan anggota Black Eyes. Karena di dalam gua itu sangat gelap dan hanya mengandalkan lampu senter, jadi mereka tidak sadar kalau orang yang mereka temui adalah kelompok musuh.
"Kalian mau ke mana?" tanya Marco.
"Kita diperintahkan oleh Nona Maria untuk mengamankan barang-barang yang seharusnya dikirim ke luar negeri malam ini dan digeser ke malam berikutnya," jawab salah seorang dari mereka.
"Lalu, apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya laki-laki yang memakai seragam milik anggota Black Eyes.
Marco diam dulu sejenak. Bahkan anggota Red Hair lainnya juga memilih diam.
"Aku disuruh patroli oleh Nona Maria. Karena bisa saja ada musuh yang sedang mengintai," jawab Marco.
"Loh, bukannya semua musuh sudah musnah semua? Bahkan Nona Maria sendiri yang menyuruh kita bersenang-senang malam ini dan meninggalkan pekerjaan," balas orang itu mulai curiga.
"Siapa kalian? Jangan-jangan kalian adalah musuh!" teriak laki-laki itu dan membuat beberapa orang di belakangnya mengacungkan pistol.
__ADS_1
***