
Bab 55
Danile tersentak saat menyadari ada orang yang berdiri di belakangnya. Dia terkejut karena tidak merasakan kedatangan orang lain. Laki-laki itu pun memutar kepala ke belakang dan melihat ada seorang wanita yang tersenyum tipis kepadanya.
"Kamu datang ke sini masih menggunakan baju pasien," ucap wanita itu sambil meletakan bunga lili di makan Dilan.
Daniel diam tidak menanggapi omongan Natalie. Saat ini dia sedang tidak ingin banyak bicara dengan orang lain. Apalagi dengan wanita yang sering menggoda dirinya ini.
"Jangan bersedih seperti itu. Seperti bukan dirimu saja. Daniel yang aku kenal tidak akan membiarkan dirinya lemah apalagi sampai terpuruk. Daniel yang aku kenal adalah laki-laki pesimis dan penuh semangat saat melakukan sesuatu," lanjut Nathalie yang kini ikut berjongkok di samping Daniel.
Angin yang dingin bertiup sepoi-sepoi di area pemakaman itu. Menambah rasa kesepian Daniel, meski ada Natalie di dekatnya. Hubungan Daniel dan Nathalie cukup dekat seperti Dina. Namun, bedanya Dina tidak pernah menggoda Daniel, sedangkan Nathalie setiap bertemu dengannya selalu saja berusaha menggodanya. Walau akan berakhir dengan kekecewaan.
"Apa kamu begitu sedih dan terpukul oleh kematian Dilan?" tanya Nathalie sambil mengarahkan pandangannya kepada Daniel.
Tanpa ditanya pun hal itu sudah jelas terlihat. Penampilan Daniel saat ini sangat kacau. Bahkan saat jadi sopir dia masih jauh rapi dan bersih. Bagi Daniel penampilan bisa mencerminkan bagaimana sifat seseorang. Bukan tentang merk atau harga yang dilihat dari penilaian tampilan orang lain. Namun, kerapihan dan kebersihan yang menjadi nilai lebih dari sudut pandang dirinya.
__ADS_1
"Jika kamu ingin membalas kematian Dilan yang sudah membuat kamu terpuruk dan kacau seperti ini. Maka buat pihak lawan pun merasakan hal yang sama," ucap Nathalie dengan senyum tipis menggoda.
Daniel terlihat memberikan reaksi. Dia berpikir hal apa yang akan membuat Peter rapuh dan tidak berdaya. Untuk menggoyahkan perusahaan milik dia saat ini tidak bisa karena orang itu masih memiliki emas batangan yang berjumlah sangat banyak.
"Bagaimana caranya?" tanya Daniel akhirnya membuka mulut dan bersuara.
Nathalie tersenyum senang. Akhirnya Daniel mau juga memberikan respon kepadanya. Suatu hal yang dia tunggu-tunggu sejak tadi.
"Apa kamu tahu kalau Peter memilik anak?" tanya Nathalie.
Daniel terkejut mendengar informasi ini. Selama ini tidak ada seorang pun yang tahu laki-laki itu punya anak. Semua orang tahu kalau Peter itu tidak pernah nikah atau punya anak. Ini merupakan informasi baru dan penting.
"Peter pernah menikah dengan seorang wanita bernama Miranda. Meski akhirnya mereka bercerai juga. Pernikahan mereka berlangsung sekitar dua tahun dan menghadirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Maria," jawab Nathalie sambil menyerahkan satu amplop berukuran besar.
"Itu adalah semua berkas milik wanita bernama Maria, putrinya Peter," tambah Nathalie.
__ADS_1
Daniel membuka dan membaca lembar demi lembar semua orang tercetak di sana. Betapa terkejutnya dia saat tahu kalau musuh lamanya mempunyai anak perempuan yang cantik. Terlintas dalam pikirannya untuk menghancurkan Peter lewat anaknya.
"Apa dia menyayangi putrinya?" tanya Daniel.
Jika tidak memberikan efek besar kepada Peter, dia tidak mau bersusah payah. Lebih baik fokus ke orangnya langsung.
"Ya, dia sangat sayang kepada Maria. Makanya dia menyembunyikan identitasnya agar tidak diketahui oleh lawan atau musuhnya," jawab Nathalie dengan yakin.
Daniel melihat usia Maria dua tahun dibawahnya. Ada kemungkinan sudah menikah atau berkeluarga. Namun, di dalam berkas informasi itu tidak ada yang berkaitan dengan hal itu.
"Dia seorang pembisnis terkenal, tapi tidak ada yang tahu kalau dia adalah anaknya Peter?" Daniel kini melihat ke arah adik kembaran Nathan.
"Dia selama ini tinggal di luar negeri dan mengenyam pendidikan di sekolah khusus perempuan. Jadi, wajar saja tidak ada yang tahu kalau dia adalah anak dari ketua kelompok Black Eyes," ucap Nathalie dengan santai.
"Baiklah, aku akan cari wanita ini dan membuat Peter merasakan bagaimana rasanya kehilangan keluarga. Sebagaimana aku sudah kehilangan mamaku," tutur Daniel dengan ekspresi marah dan Nathalie tersenyum lebar.
__ADS_1
***
Apakah Daniel akan membalas dendam lewat Maria? Siapakah Maria itu? Ikuti terus kisah mereka, ya!