Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 35. Identitas Daniel Ketahuan


__ADS_3

Bab 35


Daniel membuka mata dengan perlahan karena merasa silau oleh cahaya lampu. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali. Hal pertama yang dilihat adalah ruangan serba putih dan terdengar suara dari sebuah alat yang ada di sampingnya. Laki-laki itu ingin menggerakkan badan, terutama tangannya. Rasa pegal dan kaku sedang dia rasakan saat ini. Tentu saja rasa sakit dibagian paha juga.


Daniel yakin kalau saat ini dia sedang berada di rumah sakit. Apalagi dengan alat bantu pernapasan yang masih terpasang. 


"Anda sudah sadar, Tuan. Syukurlah, kami semua sudah bekerja keras untuk menyelamatkan Anda," ucap laki-laki berjas putih.


Daniel hanya melirik ke arah laki-laki itu. Dia tahu kalau dokter ini adalah salah satu anggota Red Hair yang biasa menangani para anggota yang terluka atau sakit.


'Sesuai dugaan aku. Kalau aku akan dirawat oleh mereka. Pilihan yang tepat untuk saat ini mendapat perawatan dan perlindungan dari kelompok Red Hair, meski aku tidak menyukainya,' batin Daniel.


'Apakah Peter berhasil mendapatkan harta karunnya? Rasanya kesal juga kalau sampai dia mendapatkan semua emasnya,' lanjut Daniel dalam hatinya.


Daniel asyik dalam lamunannya sendiri, dia tidak mendengarkan ucapan dokter yang sedang memeriksa keadaan tubuhnya saat ini. Dia yakin kalau tidak akan memerlukan waktu yang lama untuk bisa segera sembuh kembali. 


Dokter-dokter mereka pasti akan memberikan pengobatan terbaik baginya. Contohnya adalah Osama, ayahnya Daniel. Laki-laki tua itu sudah berusia hampir 80 tahun, masih hidup meski dalam keadaan lemah tidak sekuat dahulu. Apalagi dengan organ tubuh yang sekitar 70% sudah rusak. Dia masih bertahan karena terus diberikan obat dan diawasi oleh dokter-dokter hebat ini. Bisa dibilang Osama itu mendapatkan banyak keajaiban yang terjadi dalam hidupnya. Istilah mempunyai 9 nyawa itu sering dilayangkan oleh kawan ataupun lawan untuknya.


"Apa Anda bisa menggerakkan kaki saat ini?" tanya dokter kepada Daniel.


Betapa terkejutnya Daniel saat dia bisa menggerakkan kaki yang terkena tembakan kemarin. Padahal tadi dia tidak bisa menggerakkan karena sakit sekali.


"Hebat. Tubuh Anda memberikan respon yang baik untuk obatnya. Dengan begini adalan waktu dekat bisa pulih seperti sedia kala," lanjut laki-laki setengah paruh baya itu dengan senang.

__ADS_1


'Bagus. Semakin cepat aku sembuh maka aku bisa secepatnya kabur dari sini,' batin Daniel.


Pintu terbuka dan saat Daniel melirik ke arahnya terlihat Marco datang sambil mendorong kursi roda di mana sang ketua duduk. Sudah tiga tahun mereka tidak bertemu. Dia tidak menyangka kalau laki-laki yang dulu terlihat kuat dan gagah kini dalam keadaan lemah bahkan berjalan pun tidak bisa.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Marco.


"Sesuai harapan kita semua. Tubuh Tuan Daniel memberikan respon yang baik terhadap obatnya. Dengan begini minggu depan kondisinya akan pulih kembali," jawab dokter itu.


Terlihat Osama dan Marco merasa sangat senang. Dengan begini pengangkatan ketua baru akan cepat dilaksanakan.


Daniel rasanya ingin berteriak tidak mau menjadi ketua kelompok mafia Red Hair. Namun, saat ini dia belum kuat untuk berdebat dengan orang-orang itu.


***


"Dengan adanya suntikan dana untuk semua perusahaan yang berada di bawah naunganku, maka tidak akan goyah lagi. Kini saatnya kita tunjukan kepada dunia siapa kita sebenarnya," ucap Peter.


Seseorang melaporkan sudah mendapatkan informasi yang diinginkan oleh Peter sejak kemarin. Dia pun menerima kalau Daniel adalah anaknya Osama dengan Diana Hao. Terlalu sedikit informasi yang anak buahnya bisa dapatkan. 


"Rupanya dia anak Osama. Apa dia mengubah warna rambutnya?" Peter memutar-mutar kursi yang sedang didudukinya. 


Damian dan Arthur yang sedang ikut kumpulan karena merupakan anggota elit sangat terkejut saat mendengar informasi ini. Mereka tidak menyangka kalau sopir pribadi yang bekerja di rumah mereka merupakan anak dari seorang ketua kelompok mafia lawan mereka.


"Aku tidak percaya ini. Pantas saja ayah begitu mempercayai dirinya. Sekarang aku tahu alasannya kenapa," ucap Damian sambil berbisik.

__ADS_1


"Memangnya ayah tahu siapa identitas Daniel sebenarnya?" tanya Arthur.


"Bisa saja Daniel memberi tahu siapa dia sebenarnya kepada ayah agar bisa menjadi kaki tangannya. Kamu tidak tahu kalau laki-laki itu hampir 24 jam selalu bersama ayah," jawab Damian.


Peter belum tahu kalau Daniel adalah menantu Leon, karena memang hanya beberapa orang saja yang tahu. Damian dan Arthur tidak memberi tahu hal ini, mungkin lebih tepatnya belum memberi tahu karena mereka mengira Daniel adalah orang biasa yang tidak terlalu berbahaya.


"Damian … Arthur, bukannya dia adalah sopir pribadi Jimmy Li. Kenapa kalian tidak memberi tahu aku kalau putra Osama berada di rumah kalian?" tanya Peter sambil menatap kedua bersaudara itu.


"Maafkan kami, Tuan. Sungguh kami tidak tahu apa-apa tentang Daniel. Dia hanya seorang sopir saja. Tidak ada yang tahu dia siapa sebenarnya," jawab Damian.


Asisten Peter pun membisikan sesuatu. Dia adalah orang yang dulu berhasil menembak Daniel saat melakukan penyerbuan ke rumah keluarga Li untuk mengambil blue print bangunan pabrik Li dan beberapa berkas yang berhubungan dengan bangunan itu. Laki-laki itu bisa melihat skill yang dimiliki oleh Daniel sebagai orang yang ahli menggunakan senjata dan bisa berkelahi.


"Lalu, sekarang dia berada di mana? Bukannya dia masih tinggal bersama kalian di rumah keluarga Li?" tanya Peter.


"Maaf, Tuan. Daniel sudah lama pergi dari kediaman keluarga Li. Lagian dia juga sudah menjadi seorang pengusaha mana mungkin masih tinggal di rumah kami," jawab Damian mengingatkan Peter siapa pengusaha dalang pengacau yang suka menentang perusahaannya.


Peter pun mengangguk lupa kalau Daniel adalah orang yang sering membuat goyah perusahaannya karena menjadi saingannya. Sekarang dia paham siapa lawan yang selalu dia hadapi selama ini.


'Pantas saja dia begitu hebat dalam waktu singkat bisa menjadi saingan para pengusaha besar yang sudah lama menguasai pasar global. Dia mempunyai otak yang cerdas dan kekuatan untuk melawan aku,' batin Peter sambil memainkan jarinya di atas meja.


"Baiklah sekarang aku putuskan untuk mendapatkan Daniel. Cari dia karena masa depan kelompok Red Hair sekarang berada di tangannya!" perintah Peter.


"Baik, Tuan!" teriak semua orang yang hadir di ruang itu.

__ADS_1


***


__ADS_2