
Bab 83
Nikolas dan beberapa anggota Red Hair masih terlihat adu tembak di lantai 17. Entah sudah berapa banyak peluru dia habiskan malam ini.
"Si*al!" umpat Nikolas saat kehabisan peluru.
Terdengar suara ledakan dari lantai bawah, bahkan sampai seluruh kaca di gedung itu bergetar. Tentu saja Nikolas semakin merutuki anak buahnya jika sampai berani melakukan hal ini.
"Apa mereka to*lol! menggunakan bom di saat banyak aparat keamanan sedang berjaga-jaga."
Nikolas merasakan kegagalan sudah di depan mata. Padahal mereka sudah merencanakan semua ini dengan baik. Namun, menjadi kacau karena lambatnya informasi tentang kedatangan perdana menteri yang ada di hotel sekitar sini.
"Seharusnya kita menunda penyerangan malam ini. Namun, Arthur dan Alessio bersikukuh ingin melakukan penyerangan malam ini. Beginilah akibatnya," gumam Nikolas melontarkan rasa kekesalannya.
Terdengar suara sirine mendekat ke gedung apartemen. Bangunan itu kini dikepung oleh ribuan polisi dan tentara. Mereka juga membawa beberapa alat berat dan beberapa mobil pemadam kebakaran. Hal ini untuk antisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.
Dor! Dor! Dor!
__ADS_1
JEP! JEP!
"Aaaaa!"
Para prajurit berseragam tentara yang masuk paling duluan. Mereka juga melihat ada beberapa orang dari kelompok Black Eyes. Terjadi baku tembak di antara kelompok mereka.
Dalam waktu sekejap anggota militer bisa menghabisi semua anggota mafia di pintu masuk apartemen. Baik dari kelompok Black Eyes maupun Red Hair. Bagi mereka semua orang itu adalah biang rusuh dan harus dibasmi.
Kekuatan kelompok mafia yang besar kadang mampu mengendalikan beberapa orang dari pemerintah. Namun, ada juga beberapa orang yang bicara lantang kepada mereka. Orang-orang yang aktif menyuarakan anti mafia, sering mereka tandai. Biasanya nanti akan dibunuh atau diculik dan akan dimanfaatkan otaknya.
"Habisi semua para mafia itu!" teriak seorang laki-laki berpangkat jendral.
"Tuan, kenapa kita bersembunyi di sini? Biasanya kita akan menghabisi lawan. Entah siapapun itu yang jadi lawan kita," tanya sang asisten kepada Alessio.
"Karena negara ini berbeda dengan negara kita. Apalagi kita hanya seorang turis. Akan berbahaya jika identitas kita ketahuan," jawab Alessio.
Putra Peter itu mengumpat karena kebodohan anak buah ayahnya dalam membuat strategi. Mau begitu juga, dia merutuki kebodohannya karena tidak ikut saat membuat strategi penyerangan bersama anak buah Black Eyes. Tadi dirinya lebih memilih melakukan bersenang-senang dahulu sebelum melakukan pertarungan dengan lawan.
__ADS_1
Saat ini Alessio dan asistennya sedang bersembunyi di sebuah unit apartemen yang dihuni oleh pasangan lansia. Mereka mengikat tubuh kedua pasangan suami istri itu dan meletakan di atas tempat tidur.
"Lalu, kita apakan mereka berdua?" tanya sang asisten.
"Biarkan saja dahulu mereka seperti itu. Akan menjadi masalah bagi kita kalau mereka melakukan perlawanan atau melakukan hal yang bisa memancing pihak militer masuk ke kamar ini," jawab Alessio sambil mengalihkan perhatiannya sejenak kepada kakek dan nenek yang sudah tidak bisa melakukan apa-apa.
Sementara itu, Nikolas sedang memikirkan bagaimana caranya untuk bisa kabur dari sana. Dia sudah tahu kalau Sandra tidak ada di gedung apartemen ini.
"Kita dibuat mati kutu oleh strategi Daniel!" ucap Nikolas sambil memukul dinding melampiaskan rasa amarahnya.
Laki-laki itu bersembunyi di balik pintu unit apartemen yang ada di sebelah milik Daniel. Dia bisa masuk ke sana dengan merusak kunci pintu. Melihat kamar apartemen di sana kosong, maka dia pun memutuskan untuk bersembunyi dahulu di sana sampai keadaan aman.
Terdengar suara beberapa kali tembakan. Dia tidak tahu mereka siapa yang sedang melakukan baku tembak. Nikolas berpikir penyerangan kali ini mereka gagal alias kalah.
"Benar kata Tuan Peter dahulu kalau Daniel mempunyai seribu satu cara atau strategi yang bisa dia buat dalam waktu yang bersamaan. Sehingga entah strategi apa yang akan dia gunakan dan biasanya sering tidak bisa ditebak," ujar Nikolas.
Terdengar suara keras seperti seseorang membuka pintu di tempat Nikolas bersembunyi. Laki-laki itu pun bersiaga dengan pistol di tangannya.
__ADS_1
***
Apakah Nikolas dan Alessio akan selamat atau terbunuh di dalam misi malam ini? Ikuti terus kisah mereka, ya!