Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 18. Tinggal Berdua Di Apartemen


__ADS_3

Bab 18


Setelah Daniel berhenti dari pekerjaannya sebagai sopir keluarga Li dan keluar dari rumah sakit, dia tinggal di sebuah apartemen sederhana. Dia tinggal berdua dengan Sandra di sana. Gadis itu bersikukuh ingin ikut bersama dengan suaminya.


"Nona, bagaimana kalau kita pergi honeymoon?"


Meski sudah tinggal di satu tempat dan memulai hidup baru sebagai pasangan suami istri, Daniel masih saja memanggil Sandra dengan sebutan nona. Hal ini karena Sandra tidak mau melepaskan marga Li dari namanya. 


"Mau!" seru Sandra dengan senang dengan senyum lebar dan mata berbinar bahagia.


"Kita akan pergi honeymoon ke mana?" tanya Sandra selanjutnya.


"Kita akan pergi ke negeri Dreams Island. Di sana sangat indah pemandangannya dan juga banyak dijadikan tempat pernikahan dan bulan madu oleh pasangan muda," jawab Daniel sambil menunjukan tempat itu lewat tablet android miliknya.


Sandra membaca informasi tentang negeri itu. Dia merasa heran kenapa ada tempat yang begitu sangat indah, tetapi dirinya tidak tahu. Biasanya dia sering liburan keliling dunia ke tempat-tempat yang sangat memanjakan mata. Namun, baru kali ini dia tahu ada tempat seperti ini.


"Aku ingin datang ke pulau ini," kata Sandra sambil menunjuk gambar di layar.


Sesuai perkiraan Daniel kalau Sandra akan setuju pergi ke sana. Ini kesempatan dia dalam bergerak. Pergi menjalankan misi sekaligus honeymoon, tidak akan ada yang curiga.


"Baiklah. Sekarang sudah malam, sebaiknya kamu cepat tidur!" titah Daniel kepada sang istri agar cepat berbaring di sampingnya.


Pasangan itu sudah tidak merasa canggung tidur bersama di ranjang yang sama. Setelah dirasa Sandra tertidur lelap, maka Daniel pun beranjak dari kasur dan duduk di sofa sambil memeriksa laporan hasil produksi dari pabrik milik perusahaan Qing. 


Dia membeli saham perusahaan itu lalu membantu dalam pengelolaannya dan dalam waktu 5 bulan ini menunjukkan peningkatan terus. Bahkan semua pesanan meningkat 300%. Banyak keuntungan yang Daniel dapat dari perusahaan yang memproduksi kebutuhan masyarakat. Dia sudah meminta kepada pihak jajaran eksekutif untuk memberinya jabatan agar dia bisa ikut bekerja di perusahaan itu. Mereka akan mengadakan rapat direksi dua minggu lagi untuk membahas permintaannya.


"Wah, ternyata pendapatan bar juga semakin meningkat!" seru Daniel senang.


Laki-laki ini sengaja membuka bar untuk memudahkan dia dalam mencari informasi. Banyak sekali orang yang membicarakan urusan pekerjaan atau masalah yang menimpa atau sedang mereka hadapi. Bahkan tidak aneh mendengar racauan orang yang sedang mabuk. Tempat berkumpulnya orang-orang yang secara tidak langsung ada kaitannya dengan orang-orang dunia bawah.

__ADS_1


Bagi golongan elit suatu kelompok bukan bar tempat mereka melakukan pertemuan dengan teman-teman mereka. Mereka akan datang ke suatu tempat yang tidak akan pernah dicurigai dan didatangi oleh sembarangan orang. Jadi, untuk bisa mendapatkan informasi dari para bawahan yang tidak akan jauh-jauh dari tempat-tempat yang sering mereka datangi.


***


Waktu pun terus berlalu, Daniel kini sudah bekerja di perusahaan Qing sebagai CEO Karena dia menjadi pemenang saham terbesar setelah membeli saham kembali dari dua orang yang dia paksa untuk menjual kepadanya. Itu satu-satunya cara agar dia punya suara yang besar sehingga dia bisa memenangkan pemungutan suara saat pemegang jabatan. 


Jangan remehkan pendidikan orang-orang yang berkecimpung di dunia bawah. Mereka kebanyakan adalah orang-orang cerdas dan licik juga mempunya jabatan penting. Kenapa harus seperti itu? Karena saat pihak kelompoknya mendapatkan masalah ada orang yang mampu membela dan melawan musuh atau saingannya. Ahli hukum, ahli keuangan, ahli berbisnis, ahli IT, dan ahli memanajemen, pasti ada orang-orang seperti itu di setiap divisi kelompok mereka. 


Daniel adalah tipe ahli manajemen dan bisnis, maka dia membutuhkan ahli IT yaitu Nathan dan Dilan adalah ahli keuangan dan bisnis yang handal bernegosiasi dan manipulatif.


Hari ini Daniel akan pergi liburan atau honeymoon bersama Sandra selama 3 hari. Sebenarnya dia memanfaatkan momen ini, karena tujuan utamanya adalah untuk datang ke acara ulang tahun Peter di mana akan dihadiri oleh para petinggi dan orang-orang penting di kelompok Black Eyes. Jika dia bisa berhasil masuk ke sarang musuh, maka akan bisa mendapatkan banyak informasi penting. Salah satunya siapa saja orang-orang penting di kelompok itu.


"Daniel, aku sudah siap!" seru Sandra dengan riang karena dia akan pergi berbulan madu.


"Ayo, sopir kita sudah menunggu dari tadi," ajak Daniel.


***


Peter mengadakan pesta di sebuah mansion mewah. Penjagaan di sana sangat ketat dan tidak sembarangan orang bisa masuk. Mereka menggunakan kartu anggota dan undangan khusus untuk masuk ke sana.


"Acara akan diadakan nanti malam," kata Dilan begitu bertemu dengan Daniel dan Nathan.


"Hah. Bukannya besok?" tanya Daniel.


"Sepertinya ada perubahan jadwal. Jika dilihat dari kartu undangan memang tertera tanggal besok, tetapi jika melihat dari persiapan itu terlihat pesta akan diadakan hari ini," jawab Dilan.


Daniel memutar otak agar bisa lepas dari Sandra mana mereka akan makan malam romantis di pinggir pantai nanti malam. Tidak ada cara lain selain membuatnya tidur nyenyak sampai tidak bangun kecuali keesokan harinya.


"Oke, kita bertemu di tempat yang sudah kita janjikan dulu. Jangan ada yang menghubungi aku atau mencari aku," kata Daniel sebelum beranjak pergi.

__ADS_1


Dilan dan Nathan hanya tertawa terkekeh melihat telinga Daniel yang memerah. Kedua orang itu tipe orang yang suka mengganggu Daniel jika punya waktu luang.


"Ganas juga si nona muda itu," ucap Dilan.


"Iya, aku sering melihat jejak peninggalannya di leher atau dada Daniel. Jika seperti ini bersiap-siaplah segera menyambut Daniel junior," ujar Nathan sambil menyeka air matanya karena kebanyakan tertawa.


"Anak mereka akan menjadi milik keluarga Li," tutur Dilan tiba-tiba berubah ekspresi wajahnya menjadi sendu.


***


"Kalian sudah siap?" tanya Daniel begitu sampai ke tempat perjanjian mereka.


Laki-laki itu terlihat fresh dan tersenyum lebar, membuat kedua temannya saling melirik. Dilemparkannya sebuah tas kecil kepada Daniel oleh Dilan.


"Seragam milikku. Cepat ganti baju jelek kamu itu!" titah Dilan.


"Ini baju pilihan Sandra, jadi mau tidak mau aku harus pakai," balas Daniel.


"Wah, sejak kapan kamu mau diatur-atur sama orang lain?" Nathan menyeringai.


Daniel yang kesal memukul perut mereka berdua sampai mengerang kesakitan. Lalu, dia pun mengganti bajunya dengan setelan pelayan.


Saat hampir tengah malam ketiga laki-laki itu berhasil menyusup masuk ke pesta dengan menyamar sebagai pelayan yang akan melayani tamu. Nathan berhasil mendapatkan informasi orang-orang penduduk asli yang bekerja di mansion itu. Lalu, Dilan mencari mereka dan merebut kartu ID milik mereka untuk akses masuk ke sana.


Jantung ketiganya berdebar kencang karena sudah masuk ke sarang musuh. Malam ini akan menjadi awal untuk menghancurkan orang-orang yang merupakan anggota elit kelompok Black Eyes. Mereka kini berdiri di dapur mansion dengan membawa nampan berisi minuman.


***


__ADS_1


__ADS_2