
Bab 95
Sorot mata yang tajam itu memiliki pancaran mematikan. Ada aura membunuh yang terasa menekan ke dada. Nathalie dan Tom saling lirik sejenak. Keduanya merasa kalau netra itu sedang melihat ke arah mereka.
"Apa kamu melihat mata di balik tirai itu?" tanya Nathalie sambil berbisik.
"Ya, aku bisa melihatnya dari sini karena aku merasa ada kekuatan yang kuat dan menekan ke perutku sehingga sampai sesak," jawab Tom.
Daniel pun merasakan hal yang sama. Lalu, dia terdiam mencoba fokus pada sosok pemilik bola mata yang menatap ke arahnya. Daniel bisa merasakan kalau pancaran aura dari tubuh itu biasanya dimiliki oleh agen pembunuh bayaran. Jadi, sudah bisa dipastikan kalau orang itu punya niatan buruk.
'Siapa orang yang menjadi sasarannya?' tanya Daniel dalam hati.
Suami Sandra itu membuka kembali matanya untuk melihat ke sekeliling ruangan. Tanpa sengaja matanya menangkap sosok Ken yang terlihat tenang. Dia yakin kalau ajudannya Maria itu tahu akan ada bahaya di sini.
'Kenapa dia terlihat begitu tenang? Apa dia tahu kalau Maria bukan target orang itu?' Lagi-lagi Daniel bertanya dalam hatinya.
Ken menatap tajam ke arah panggung di mana aura kegelapan dan menekan itu berasal. Dia fokus ke arah mana orang itu melayangkan tatapan kebencian kepadanya. Setelah beberapa saat laki-laki itu memperhatikan, dia akhirnya tahu di mana target yang ingin dituju oleh si pemilik tatapan tajam tadi.
'Kamu pikir akan bisa mengacau di sini!' batin Ken.
Daniel memberi kode kepada Tom dan Nathalie jangan sampai ikut campur dengan urusan mereka. Dia tidak ingin menyia-nyiakan.
Peragaan busana dimulai dan Daniel tidak mendapati Peter berada di sana. Dia pun mencoba membuka paper bag yang dahulu pernah diserahkan.
__ADS_1
Kini semua tatapan semua orang tertuju ke arah panggung. Para model berlenggak lenggok dia atas catwalk dengan pakaian model terbaru.
Dor!
Terdengar suara letusan pistol dari arah belakang panggung. Semua orang berteriak lalu berhamburan lari menyelamatkan diri. Suasana menjadi kacau, teriakan, tangisan, dan makian memenuhi ruangan itu.
Dor!
Daniel langsung melindungi Nathalie dan Tom. Sementara Ken melindungi Maria. Alessio berlari ke arah depan menghampiri kekasihnya yang masih berdiri di panggung catwalk.
Dor!
Wanita yang hendak diraih oleh Alessio jatuh tersungkur. Kakinya tidak mampu menopang berat badannya akibat dorong kuat dari benda timah yang tiga kali mengenai tubuhnya.
"Michelle! Bangun!" teriak Alessio kepada wanita yang tubuhnya sudah bersimbah darah.
Daniel melihat ada seseorang yang mencurigakan berlari ke arah pintu samping. Lalu, dia mengambil pistol milik Ken yang ada di pinggangnya.
DOR! DOR!
Daniel dengan cepat menembak orang itu dan tepat mengenai sasaran. Kedua kaki target terkena peluru.
"Tangkap orang itu!" teriak Daniel.
__ADS_1
Beberapa orang yang menjadi petugas keamanan di sana langsung berlarian dan melumpuhkan pergerakan si pelaku. Orang itu berusaha memberontak ingin melepaskan diri. Namun, banyak orang yang menahan tubuhnya membuat dia tidak bisa berkutik lagi.
Ken merebut kembali pistol miliknya dari tangan Daniel. Dia marah karena laki-laki itu sudah seenaknya saja menggunakan senjata pribadinya.
"Maaf, aku tidak punya pilihan lain selain menggunakan pistol milikmu karena aku tidak punya senjata," ucap Daniel berdalih.
"Tetap saja perbuatan kamu tidak dibenarkan. Kami ini merupakan warga asing yang datang ke sini. Jika nanti terjadi sesuatu saat polisi melakukan pemeriksaan terhadap jenis peluru yang bersarang di tubuh si pelaku, siapa yang akan bertanggung jawab?"
Ken melotot sambil mencengkeram kerah Daniel. Meski itu merupakan alasan yang logis, tetapi ada hal lain yang ditakutkan oleh laki-laki itu. Dia tidak mau kalau dirinya nanti dituduh lalai dalam menjaga Maria dan akan berakhir pemecatan dirinya sebagai bodyguard dari orang yang dia sukai secara diam-diam.
"Sudah, Ken. Dan melakukan itu karena ingin si pelaku tidak bisa kabur," kata Maria yang mencoba menenangkan penjaganya.
"Nona, Anda terus melindungi orang asing seperti dia," ucap Ken dengan tatapan tidak percaya.
Selama ini nona yang dia jaga selalu berusaha menjaga diri dengan orang lain. Namun, kini Maria selalu membela Daniel jika dirinya mengingatkan jangan terlalu memberi ruang kepada orang yang baru dikenal.
"Tidak, Ken. Dan itu sudah aku anggap orang yang berharga bagiku," balas Maria dengan lirih dan reaksi Ken pastinya sangat terkejut dan terluka.
'Gotcha!' Daniel senang karena Maria sudah jatuh ke dalam perangkap yang dia buat.
***
Siapakah pelaku itu? Apakah dari kelompok Red Hair atau bukan? Ikuti terus kisah mereka, ya!
__ADS_1