
Bab 65
"Bagaimana keadaanmu, Marco?" tanya Osama saat melihat ada beberapa luka di wajah sang asisten.
"Aku baik-baik saja, Tuan. Untung saja aku bisa menyadari dengan cepat akan adanya bahaya," jawab laki-laki itu dengan penuh hormat.
Mendengar ucapan asisten sekaligus orang kepercayaannya itu membuat Osama lebih tenang. Dia tidak mau kehilangan orang-orang yang berharga baginya. Dia menganggap kalau anggota kelompok Red Hair adalah keluarganya.
"Jangan beri tahu Daniel keadaan di sini. Biar dia fokus dengan pelatihannya di Pegunungan Mugen!" perintah Osama.
Semua yang ada di sana menyetujui usulan ini. Bagaimana pun juga penerus ketua atau pimpinan kelompok haruslah orang kuat, tegas, dan cerdik. Jika seorang pimpinan kuat maka anak buahnya pun akan ikut menjadi kuat. Sebaliknya, jika pimpinan mereka lemah, maka para pengikutnya juga akan ikut melemah.
"Bagaimana dengan kondisi temannya Daniel?" tanya Osama.
"Dia masih bisa bertahan hidup. tulang rusuk ada beberapa yang patah. tulang-tulang jari tangan remuk dan kedua tulang kering juga remuk," jawab Roberto salah seorang dokter yang bertugas sebagai pimpinan rumah sakit.
"Berikan dia ramuan obat ajaib itu! Kalau perlu antarkan ke tabib dari kampung yang dahulu menangani Marco," perintah Osama.
Meski Roberto sering dibuang heran oleh cara pengobatan tabib Tong, tetapi banyak rekannya yang mengalami patah tulang atau tulangnya remuk bisa pulih kembali. Hanya saja orang itu tidak bisa meninggalkan kampung halamannya. Jika ingin sembuh mereka harus datang sendiri ke desa pedalaman itu.
__ADS_1
"Baik, Tuan Osama," balas Dokter Roberto.
"Usahakan dia bisa bicara dan memberi tahu kita kebenaran yang terjadi kepada dia. Kita harus tahu rahasia apa saja yang sudah bocor ke pihak musuh," lanjut Osama.
Setiap ketua divisi di kelompok Red Hair mempunyai tugas dan pekerjaan harian masing-masing. Osama mempunyai banyak jenis usaha yang dimilikinya. Kadang satu orang memegang lebih dari satu perusahaan. Saking banyaknya kekayaan milik Osama. Namun, bagi Daniel hal itu juga terlihat biasa saja di matanya.
"Aku sudah menempatkan beberapa orang di sana untuk menjaga dirinya. Sangat beresiko jika pihak musuh mengetahui keadaan orang itu," kata Marco.
Osama suka sekali dengan cara kerja sang asisten. Laki-laki itu tahu apa yang seharusnya mereka lakukan saat itu juga. Sering juga mereka bertukar pikiran dan langkah apa yang harus mereka lakukan dan resiko apa yang akan mereka hadapi.
"Sebagai salam balasan, aku sudah memberikan bingkisan indah ke kantor pusat perusahaan milik Peter. Semoga saja dia juga suka," lanjut Osama.
***
"Makanlah!" perintah Peter.
Laki-laki muda yang bekerja sebagai cleaning servis itu di suruh untuk mencicipi makan itu. Setelah itu dia diperiksa kembali oleh tim beberapa ahli kesehatan kelompok Black Eyes.
Setelah beberapa saat, laki-laki office boy itu terlihat baik-baik saja. Bahkan napsu makan dia juga tadi berubah menjadi lebih rakus.
__ADS_1
"Sepertinya makanan ini tidak berbahaya. Tapi, siapa yang mengirimkan ke sini?" tanya asisten Peter.
"Di sana hanya tertulis nama penerima saja. Tidak tahu siapa yang mengirim. Akan lebih bijak jika kita tidak memakannya sama sekali," jawab Peter.
Saat ini sudah mendekati tengah malam, tetapi Peter ingin makan sesuatu. Maka, dia memerintahkan salah seorang anak buahnya untuk membeli salah satu menu favorit kesukaannya di restoran mewah miliknya.
Tidak sampai 30 menit orang suruhannya membawa pesanan Peter. Tanpa sadar Peter mencomot kentang goreng. Lalu, pada suapan ketiga dia tersedak.
"Tuan, kenapa?" tanya anak buah Peter yang berjaga di ruangan itu.
"Dokter! Cepat periksa keadaan Tuan Peter!" teriak sang asisten.
Peter merasakan sesak di dadanya. Dia pun jatuh tidak sadarkan diri. Tentu saja semua orang yang ada di sana panik. Mereka langsung membawa Peter ke rumah sakit.
***
Benarkah paket kiriman Osama adalah paket makanan.
Jika ada typo atau kalimat terpotong tandai, ya 🙏🏻. Nanti aku revisi.
__ADS_1