Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 111. Peter Murka


__ADS_3

Bab 111


Anggota Red Hair membakar villa milik Peter dan pelabuhan ilegal yang tersembunyi miliknya. Semua senjata dan emas batangan yang mereka berhasil di temukan diambil menjadi harta rampasan.


Ada dua buah helikopter militer milik kelompok Red Hair. Kendaraan udara yang berukuran sangat besar itu bisa mengangkut semua harta hasil jarahan dan membawa semua anggota Red Hair baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. Setidaknya mereka adalah kawan seperjuangan dalam pertempuran ini dan mempunyai keluarga atau orang terkasih. Nanti mereka akan dikuburkan di pemakaman khusus milik kelompok Red Hair.


Daniel kembali dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Untungnya ada dokter ahli akupuntur juga di sana dan paham akan luka yang diakibatkan oleh serangan tenaga dalam. Obat yang digunakan juga diambil dari tanaman herbal.


Lagi-lagi Sandra harus merasakan kesedihan melihat suaminya terbaring tidak sadarkan diri. Wanita itu terus menangis tiada henti setelah mengetahui keadaan Daniel.


Osama, Leon, dan Cindy juga Lisa ikut merasakan kesedihan wanita berbadan dua itu. Dengan perut yang besar berdiri di depan dinding kaca sambil menatap laki-laki yang dicintainya.


"Kenapa kamu bodoh sekali? Bisa-bisanya kena serangan lawan sampai tidak berdaya seperti ini!" umpat Sandra saking kesalnya perasaan dia saat ini.


"Dasar laki-laki lemah! Bisanya membuat orang khawatir." Istri Daniel itu terus saja meracau.


Tidak ada yang berani menghentikan ocehan Sandra yang sejak tadi terus mengumpat suaminya. Dia bicara dengan air mata yang berderai dan terlihat beberapa kali menghapusnya.

__ADS_1


"Nak, kamu harus jadi orang kuat dan cerdas. Jangan seperti papamu itu. Sudah bodoh, lemah lagi! Sukanya buat mamamu ini menangis dan menunggu," ujar Sandra seakan tidak ada lelahnya berbicara seorang diri.


***


"Pa, keadaan villa dan semua anggota Black Eyes di sini sudah tidak bersisa," ucap Alessio begitu dia menghubungi Peter.


"Apa kamu bilang?" teriak Peter terasa menekankan telinga Alessio.


Lalu, laki-laki itu mengubah mode panggilan ke video call. Alessio memperlihatkan keadaan villa saat ini yang sudah hancur.


Alessio sampai ke villa menjelang dini hari. Betapa terkejutnya dia saat melihat keadaan villa yang sudah hangus terbakar. Kini hanya menyisakan puing-puing dan arang yang bersisa. 


***


Kelompok Black Eyes menyelidiki siapa dalang yang sudah menghancurkan salah satu markas terpenting miliknya. Selain itu juga sudah membunuh putri kesayangannya.


"Tuan, ternyata bukan kelompok Gold Eagle yang sudah menyerang kelompok kita di Pulau Coral dua minggu yang lalu. Tapi, kelompok Red Hair yang sudah menghancurkan dan mencuri harta milik kita," ucap Nikolas dengan napas memburu. Laki-laki itu langsung berlari mencari tuannya begitu mendapatkan informasi ini.

__ADS_1


"Apa? Bagaimana bisa itu terjadi?" tanya Peter yang melonjak bangun dari duduknya karena saking terkejut dia.


Selama ini dia tidak berpikir kalau Red Hair adalah dalang dari semua itu. Peter terlalu fokus kepada kelompok mafia lainnya, yaitu Gold Eagle yang semakin gencar menyerang kelompoknya dan persaingan area perdagangan senjata dan obat-obatan terlarang.


"Aku baru saja mendapatkan informasi ini. Secara jelasnya, bagaimana itu awalnya bisa terjadi belum diketahui," kata Nikolas.


Peter mengerutkan keningnya karena masih kurang paham. Dia paling tidak suka dengan kabar informasi yang tidak jelas seperti ini.


"Bagaimana kamu bisa mendapatkan informasi seperti ini, hah!" Peter mulai murka karena merasa anak buahnya bekerja tidak maksimal.


Nikolas menceritakan kalau ada salah seorang anggota Red Hair menjual informasi dengan harga yang sangat mahal. Satu informasi penting diberi harga paling rendah satu juta Yuan. Sementara itu, informasi yang dia beli ini seharga sepuluh juta Yuan karena sangat rahasia.


"Kalau begitu, kita bersiap untuk menyerbu markas Red Hair. Tidak peduli menang atau kalah, hidup atau mati. Aku ingin kita menghancurkan kelompok mereka!" titah Peter dan Nikolas sudah bisa memprediksi langkah yang akan dilakukan oleh tuannya.


***


Mendekati akhir cerita, ya. Semoga tubuhku cepat sembuh dan bisa menyelesaikan karya ini tepat waktu.

__ADS_1


__ADS_2